Hujan Diperkirakan Turun Hingga 1 Juni
Rabu, 31 Mei 2017 15:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Bojonegoro - Hujan lebih sering turun hampir setiap hari akhir – akhir ini. Turunnya hujan tersebut disebut – sebut sebagai penanda pergantian musim dari penghujan ke kemarau. Hujan dengan intensitas rendah itu terjadi secara merata di berbagai daerah, termasuk Bojonegoro.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, hujan dengan intensitas rendah itu merupakan tanda sebagai pancaroba. Hujan tersebut diperkirakan terjadi hingga Kamis (01/06/2017) besok.
"Bulan Juni sampai Juli amplitudo suhu makin tinggi, karena diperkirakan sudah masuk musim kemarau," ujarnya, Senin (29/5/2017) lalu.
Perkiraan mulai pergantian cuaca ini juga mulai terasa pada perbedaan suhu udara. Pada siang hari sangat panas, sedangkan jika malam hari sangat dingin. "Prediksi BMKG, musim kemarau terjadi hingga bulan November," lanjut Andik.
Pergantian musim biasanya berpengaruh dengan beberapa hal. Di antaranya bagi kesehatan tubuh karena butuh penyesuaian. Selain itu juga kesehatan tanaman. Termasuk karena cuaca panas maka, kata dia, cadangan air juga akan lebih banyak terjadi penguapan.
"Pada kondisi peralihan musim seperti saat ini masyarakat harus lebih menjaga daya tahan tubuhnya agar tidak mudah sakit," pungkasnya.
Sekadar diketahui, sejak Jumat lalu, cuaca di Kabupaten Bojonegoro terjadi hujan dengan intensitas rendah. Hujan terjadi saat malam hari dengan durasi yang panjang. Sesuai dengan prakiraan cuaca dari BMKG, Kabupaten Bojonegoro terjadi hujan petir dengan suhu 24 sampai 33 derajat celsius. (ver/moha)












































.md.jpg)






