Ratusan Warga Geruduk Rumah Sehat Arrohmah Tagih Uang Arisan Senilai Rp2,5 Miliar
Senin, 05 Juni 2017 09:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Bojonegoro Kota - Ratusan warga yang mengikuti arisan di Rumah Sehat Arrohmah datangi toko di Jalan Panglima Sudirman Bojonegoro, hari ini, Senin (05/06/2017) sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan mereka untuk menagih janji uang arisan yang tidak diberikan selama 25 bulan. Ratusan warga itu kecewa karena pemilik toko bernama Ali Faison (Fais) tidak ada dan terlihat toko sedang ditutup.
Warga yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro tersebut akhirnya ditemui oleh Kapolsek Kota Bojonegoro Kompol Usman. Warga diajak berdialog dan ditanya mengenai permasalahannya.
"Ini kita akan akomodir keluhan warga yang ke sini tetap menjaga ketertiban," terang Kompol Usman.
Kartijah, warga Sukowati RT 4 RW 1 Kecamatan Kapas mengaku mengikuti arisan tersebut setelah diajak oleh pegawai toko Rumah Sehat Arrohmah. Sebelumnya dia hanya membeli obat di Rumah Sehat Arrohmah sebagai pelanggan. Karena iming - iming sistem arisan yang cukup menggiurkan, Kartijah akhirnya bersedia ikut.
Setidaknya sekitar 530 orang menjadi anggota arisan di toko Rumah Sehat Arrohmah. Satu orang membayar Rp200 ribu setiap bulannya dan ada satu pemenang yang mendapatkan sepeda motor senilai Rp13 juta setiap bulan.
Bagi peserta arisan yang sudah mendapatkan sepeda motor tidak diwajibkan lagi untuk membayar atau sistem gugur. Sementara untuk peserta yang tidak mendapatkan undian, uang akan dikembalikan secara utuh setelah 25 bulan sebesar Rp5 juta.
"Setelah 25 bulan kita dijanjikan uang kembali sebesar Rp5 juta," kata Kartijah.
Hal senada diungkapkan Aris Subaryono, warga Jalan Rajawali Gg Rawi 2 Nomor 31. Dia mengikuti arisan setelah mendengar iklan di radio - radio. Dia percaya dengan janji yang diberikan pengelola karena pengelola terlihat alim dan taat beribadah.
"Fais itu penyiar radio juga, kita percaya kan berharap dapat uang," ujar Aris.
Namun setelah 25 bulan, para peserta menagih uang tak kunjung cair. Peserta dijanjikan uangnya kembali pada tanggal 27 Mei 2017 lalu melalui transfer dan 28 Mei melalui tunai.
Ternyata diundur pada tanggal 4 Juni 2017 melalui transfer dan 5 Juni 2017 melalui tunai. "Tapi hingga hari ini tidak ada. Kita merasa dibohongi dan ditipu oleh pemilik Rumah Sehat Arrohmah," kesalnya.
Total peserta yang belum mendapatkan uang mereka kembali sekitar 505 orang. Dengan nilai per orang Rp5 juta, total sekitar kurang lebib Rp2,5 miliar.
Petugas kepolisian telah memberikan penjelasan dan meminta warga untuk menunggu kabar dari pemilik toko. Ratusan warga terus bertahan di depan toko hingga saat ini dan menunggu kejelasan apakah mendapatkan uangnya kembali. (pin/kik)































.md.jpg)






