Peristiwa Gantung Diri
Seorang Remaja di Kedungadem Ditemukan Meninggal Dunia, Gantung Diri
Selasa, 29 Agustus 2017 20:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Kedungadem - Seorang warga Dusun Secang RT 001 RW 007 Desa Kendung Kecamatan Kedungadem Kabupeten Bojonegoro bernama Tomo bin Sumiran (26), pada Selasa (29/08/2017) sekira pukul 15.00 WIB sore tadi ditemukan meninggal dunia gantung diri di rumah tempat ia tinggal bersama orang tuanya. Korban pertama diketahui ibunya, tergantung pada blandar dapur rumahnya menggunakan tali plastik. Belum diketahui alasan korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Menurut keterangan ibu korban Sumarmi (50), pada Selasa (29/08/2017) sekira pukul 15.00 WIB sore tadi, dirinya baru saja pulang ke rumah dari bepergian. “Saya hendak memasak di dapur dan mendapati anak saya sudah dalam keadaan tergantung,” terang ibu korban pada petugas yang melakukan olah TKP.
Masih menurut keterangan ibu korban, setelah mengetahui anaknya sudah tergantung menggunakan tali plastik warna hijau, spontan ibu korban berteriak-teriak minta tolong, yang kemudian datang anaknya yang lain, Sutik (28), kakak korban. “Tadi kakaknya yang lari meminta tolong kepada para tetangga.” imbuhnya.
Sementara, menurut keterangan Kapolsek Kedungadem, AKP Subakir, setelah diberitahu oleh kakak korban, para tetangga segera berdatangan ke rumah korban guna membantu menurunkan korban. “Selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan ke kepala desa setempat dan diteruskan ke Polsek Kedungadem,” terang Kapolsek.
Mendapati laporan tersebut, Kapolsek bersama anggota segera menuju lokasi kejadian, guna melakukan identifikasi dan olah TKP. “Pada saat petugas datang korban sudah diturunkan dan menurut keterangan para saksi, saat diturunkan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.” imbuh Kapolsek.
Adapun ciri mayat, lanjut Kapolsek, panjang mayat 162 sentimeter, rambut hitam panjang lurus, kulit sawoh matang. Korban memakai kaos lengan panjang warna merah dan celana pendek warna merah. “Belum diketahui alasan korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dan saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari para saksi,” terang Kapolsek.
Sedangkan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Kesongo Kedungadem, diketahui terdapat bekas jeratan pada leher korban. “ Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di sekitar badan korban. Korban murni meninggal karena gantung diri,” ungkap Kapolsek.
Atas kejadian tersebut, ahli waris korban sudah menerima dengan ikhlas dan menganggap sebagai musibah dan ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai takdir dari Yang Maha Kuasa. Atas permintaan keluarganya, jenazah korban tidak di otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan tidak akan menuntuk siapapun atas terjadinya peristiwa tersebut, yang diketahui dan disaksikan oleh kepala desa setempat. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman. (inc/imm)































.md.jpg)






