Seorang Warga Senori Ditemukan Meninggal Dunia di Hutan
Sabtu, 09 September 2017 17:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Tuban (Senori) - Seorang laki-laki, warga Desa Jatisari Kecamatan Senori Kabupaten Tuban bernama Turmudi bin Saemuri (72), pada Sabtu (09/09/2017) sekira pukul 09.00 WIB pagi tadi, ditemukan telah meningal dunia di hutan petak 54 KRPH Soko Medalem, turut wilayah Desa Kaligede Kecamatan Senori Kabupaten Tuban, dengan posisi terlentang dengan jarak 10 meter dari posisi sepeda motor miliknya. Korban pertama kali ditemukan oleh Samijan, karyawan Perhutani KRPH Soko Medalem.
Diduga korban meninggal akibat penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dideritanya kambuh dan tidak ada yang menolong.

Kapolsek Senori, AKP Ahmad Kusrin SH, kepada media ini menjelaskan bahwa menurut keterangan saksi Mualim, yang juga menantu korban, bahwa korban diketahui meninggalkan rumah pada Jum'at (08/09/2017), sekira pukul 13.00 kemarin tanpa ijin sama keluarganya untuk mencari ranting kayu di hutan dengan mengendarai sepeda motor Suzuki A100 warna merah dengan nomor polisi S 3868 MG.
“Kondisi korban kurang sehat dengan ditandai sering mengeluh pusing pada kepala,’ terang Kapolsek sebagaimana dikutip dari keterangan saksi Mualim.
Kapolsek menambahkan, menurut saksi Samijan, karyawan Perhutani, bahwa pada Sabtu (09/09/2017) sekira pukul 09.00 WIB pagi tadi, saat saksi sedang berada di petak 54 KRPH Soko Medalem turut wilayah Desa Kaligede Kecamatan Senori Kabupaten Tuban, saksi mengetahui korban dalam posisi korban terlentang dengan jarak 10 meter dari posisi sepeda miliknya.
“Saat ditemukan korban sudah dalam posisi meninggal dunia, sehingga saksi segera melaporkan ke Polsek Senori.” terang Kapolsek
Mendapat laporan tersebut Kapolsek bersama petugas dan dengan dibantu perangkat desa setempat segera mendatangi lokasi kejadian tersebut guna dilakukann identifikasi dan olah TKP.
Berdasarkan identifikasi, diketahui koban menggunakan celana panjang warna abu-abu, baju warna kuning kembang-kembang gambar pohon beringin, menggunakan topi dan sandal dan semua pakaian yang dipergunakan masih melekat pada tubuh korban. Selain itu korban membawa bendo (parang) dan tergeletak di sisi kanan tubuh korban.
“Selanjutnya korban dievakuasi dengan menggunakan mobil patroli untuk dibawa ke Puskesmas Senori. “ imbuh Kapolsek.
Berdasarkan pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Senori yang dipimpin dokter Fitria Ayu Ningtiyas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Selain itu, menurut keterangan keluarganya, korban sering mengeluh kepala pusing akibat penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi yang sering kambuh.
“Diduga penyebab kematian korban karena penyakitnya kambuh dan tidak ada yang menolong,” terang Kapolsek.
Atas terjadinya peristiwa tersebut, ahli waris korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, disaksikan oleh setempat. Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman. (red/imm).































.md.jpg)






