News Ticker
  • 7 Sunnah Hebat di Bulan Ramadan
  • Kedapatan Buka Praktik Prostitusi, Seorang PSK di Bojonegoro Diamankan Polisi
  • Bilik Suara untuk Pilkada Serentak 2018, Tiba di KPU Bojonegoro
  • Rakor Wilayah Perbatasan Jatim - Jateng, Bahas Pembangunan Infrastruktur Jembatan
  • Identitas Mr X Yang Ditemukan Meninggal di Alun-Alun Bojonegoro Diketahui
  • Kopiah Rajut Laris Manis, Para Tetangga Kecipratan Berkah
  • Perusahan Terbesar Seorang Laki-Laki adalah Perempuan
  • Ramadan, Pengrajin Kopiah Rajut Kebanjiran Order
  • Mr X Ditemukan Meninggal Dunia di Barat Tribun Alun-Alun Kota Bojonegoro
  • Kedewasaan
  • Pj Bupati Bersama Forpimda Bojonegoro, Laksanakan Safari Ramadan di Sukosewu
  • Qiyam Ramadan atau Salat Tarawih
  • Bawa Kabur dan Gadaikan Motor Teman, Seorang Pemuda di Bojonegoro Diamankan Polisi
  • Berkah Ramadan Bagi Nenek Sebatangkara
  • Pemuda Penderita Gangguan Jiwa di Sukosewu Bojonegoro, Aniaya Tetangganya
  • Calon KPPS Karangdowo Jalani Tes Tulis dan Wawancara
  • Pedagang Takjil Dadakan Meraup Berkah Bulan Ramadan
  • Sidak Gabungan, Satgas Pangan Blora Temukan Makanan Kadaluarsa di Swalayan
  • Seorang Warga Balen Bojonegoro, Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Saluran Irigasi

Program Penghijauan SKK Migas - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)

Hijaukan Desa dengan Tanaman Bermanfaat

Hijaukan Desa dengan Tanaman Bermanfaat

*Oleh Imam Nurcahyo

DI BAWAH hangatnya sinar matahari sore Desa Brabowan Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, sekelompok pemuda nampak sibuk menyiram tanaman. Pada lahan seluas hampir lima hektar tersebut mereka bahu-membahu menjaga agar ribuan bibit pohon yang mereka tanam itu hidup dan tumbuh dengan baik. Tanpa kenal lelah dan pamrih, mereka melakukan aktivitas ini setiap hari, dari sore hingga tengah malam.

Ada dua ribu bibit pohon yang mereka tanam di sana. Mulai dari jenis tanaman glodok pecut, trembesi, hingga jambu kristal. Para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Tunas Karya, Desa Brabowan ini dipimpin oleh Basuki Riyanto. Pemuda yang biasa disapa Ryan tersebut mengatakan bahwa aktivitas ini rutin mereka lakukan sejak Februari lalu. Dia dan teman-temannya sepakat untuk merawat dan mengembangkan tanah negara yang diamanatkan kepada mereka tersebut.

 

 

Mengelola ladang seluas itu tidak terbayangkan oleh Ryan sebelumnya. Menurutnya, lahan luas membutuhkan tenaga yang banyak dan komitmen yang kuat. Tenaga bisa dikumpulkan dengan gotong royong para pemuda. Namun untuk menjaga konsistensi dan komitmen teman-temannya, dia harus mencari cara. Sejauh ini dia bersyukur karena teman-temannya masih sangat bersemangat.

"Untuk menjaga semangat, kami membangun mimpi, menentukan tujuan dan langkah-langkahnya. Kami akan mengembangkan agrowisata di desa ini," ucap Ryan, mantab.

Karena cita-cita itulah, para pemuda bersemangat merawat ladang tersebut. Menurut perhitungan mereka, pohon yang ditanam akan memberikan nilai ekonomis dan sekaligus baik untuk lingkungan. Pohon jambu kristal mereka targetkan sebagai tanaman buah yang menghasilkan penjualan terus menerus. Sedangkan tanaman glodog pecut, dan trembesi sebagai pohon pelindung yang bisa menghasilkan banyak oksigen sehingga udara bersih. 

Selain Karang Taruna Desa Brabowan, Karang Taruna Desa Mojodelik dan Desa Bonorejo juga punya pemikiran yang sama. Maka di tiga desa inilah program penghijauan berbasis karang taruna dilaksanakan. Sejak November 2016 lalu, EMCL dengan dukungan SKK Migas memulai program ini, bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat lokal Kecamatan Gayam, Tropis Indonesia.

LSM Tropis mendampingi para pemuda dalam memilih bibit, menanam, dan merawat tanaman. 20 perwakilan karang taruna masing-masing desa juga diberi pelatihan dari ahli pertanian. “Ada enam ribu bibit yang ditanam di tiga desa,” ungkap Direktur Tropis Indonesia, Musyadad. 

Dia menjelaskan, di Desa Mojodelik, ada empat jenis tanaman, yakni glodok pecut, trembesi, jambu kristal dan kenitu. Di Bonorejo, selain dua tanaman wajib ada tanaman buah jenis jeruk pamelo atau jeruk Bali, sedangkan di Brabowan adalah jambu kristal. Selama pendampingan, setiap satu atau dua minggu sekali ada sekolah lapang dengan mengundang tenaga ahli pertanian. Biasanya dilakukan langsung di lokasi penanaman. 

"Bulan April kemarin pendampingannya sudah selesai, tetapi kami juga terus memantau dan memberikan motivasi untuk tetap semangat merawat tanaman," tutur Musyadad menerangkan.

Menurut Musyadad, dalam melakukan penghijauan memang dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Sebab, untuk mengetahui hasilnya tidak bisa langsung seketika atau dalam waktu singkat, serta tidak bisa langsung menghasilkan uang.

"Namun saya melihat optimisme positif dalam karang taruna dari tiga desa ini, mereka meyakini bahwa yang dilakukannya ini untuk bekal masa depan," ungkapnya.

Apa yang disampaikan Musyadad dibenarkan oleh koordinator kelompok pemuda dari Karang Taruna Desa Mojodelik, Zakariya. Pemuda yang biasa disapa Rio ini mengaku selalu mengingatkan teman-temannya bahwa apa yang mereka lakukan harus diniatkan sebagai usaha jangka panjang.

“Ini kerja untuk adik-adik kita,” ucapnya optimis.

Rio bersama 20 anggota lainnya juga memiliki cita-cita untuk menjadikan lahan garapannya sebagai destinasi agrowisata. Bahkan, Rio menargetkan garapannya itu terintegrasi dengan nilai-nilai cagar budaya yang ada di sana.

“Kebetulan di sini juga ada Sendang Legung, sendang yang dipercaya airnya tak pernah habis,” ucapnya menjelaskan.

Selain menyiapkan destinasi wisata, para pemuda juga menyiapkan paket outbound. Dalam kegiatan yang berbeda, karang taruna juga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan menjadi pemandu outbound. Dengan peningkatan kapasitas seperti ini, diharapkan para pemuda bisa lebih mandiri dan kreatif.

“Kami yakin, di masa yang akan datang, pandangan masyarakat terhadap Desa Mojodelik bukan lagi karena minyaknya, tapi karena kreativitas dan kemandirian kami sebagai pemuda,” ungkap Rio yakin.

 

 

External Affairs Manager ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) Dave Ardian Seta menjelaskan, program penghijauan sudah dilakukan sejak awal dimulainya proyek pengembangan Lapangan Banyu Urip. Berbagai upaya dilakukan agar wilayah Kecamatan Gayam yang terkenal gersang saat musim kemarau itu bisa hijau rindang dengan banyaknya pohon. Ada kegiatan menanam bersama, lomba menanam pohon, hingga mengajak masyarakat untuk menanam di halaman rumahnya masing-masing.

Sejak 2007, EMCL bersama masyarakat telah menanam lebih dari 200.000 pohon dalam berbagai kegiatan program penghijauan. Menurut Dave, dalam menjalankan program penghijauan, EMCL menggandeng masyarakat agar pohon yang telah ditanam bisa dirawat dan dijaga bersama. Selain itu, EMCL ingin menumbuhkan rasa cinta di masyarakat terhadap pohon sekaligus mengembangkan jiwa kepedulian lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah berharap penghijauan di Bojonegoro bisa merata. Dia menerangkan, DLH saat ini sedang gencar mengajak masyarakat untuk sadar lingkungan. Menanam pohon merupakan satu di antara kesadaran menjaga lingkungan ini.

“Penghijauan berbasis pemuda ini juga perlu dikembangkan,” katanya.

Bagi Nurul, penghargaan Adipura yang diraih Bojonegoro tahun ini juga merupakan kontribusi berbagai pihak. Pencapaian ini, kata dia, adalah buah sinergi multi pihak.

“Prestasi yang sudah kita raih harus kita pertahankan, atau bahkan ditingkatkan terus,” pungkasnya. [red/imm]

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Wulandari, Sinden Idol 2018 Asal Kradenan Blora

Wulandari, Sinden Idol 2018 Asal Kradenan Blora

Oleh Priyo Spd Blora - Potensi seni dan budaya di Kabupaten Blora terus mengalami kemajuan dan regenerasi yang tidak ada ...

Quote

Kedewasaan

Kedewasaan

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Kedewasaan dapat diartikan kematangan dalam berpikir, bersikap, bertindak dalam mengambil suatu keputusan dengan bijaksana. ...

Opini

Perusahan Terbesar Seorang Laki-Laki adalah Perempuan

Perusahan Terbesar Seorang Laki-Laki adalah Perempuan

Oleh Siti Ainur Rodhiyah Berbagai kemajuan pada dunia tidak jauh dari pergerakan bangsanya. Setiap bangsa memiliki karakter berbeda sesuai dengan ...

Eksis

Bertemu J-Rocks Band di Belakang Panggung, MGS SMAN 1 Bojonegoro

Eksklusif

Bertemu J-Rocks Band di Belakang Panggung, MGS SMAN 1 Bojonegoro

Oleh Siti Ainur Rodhiyah Bojonegoro - Terlihat sebuah mobil tiba menuju belakang Gedung Serba Guna Bojonegoro, tempat dilaksanakannya malam pagelaran ...

Pelesir

Transformasi Desa Nelayan Pangkah Wetan Gresik, Menjadi Destinasi Wisata MBS

Transformasi Desa Nelayan Pangkah Wetan Gresik, Menjadi Destinasi Wisata MBS

Oleh Moh Roqib Gresik - Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik adalah salah satu bentuk desa yang mampu ...

Religi

7 Sunnah Hebat di Bulan Ramadan

Oase Ramadan

7 Sunnah Hebat di Bulan Ramadan

*Oleh Drs H Sholikhin Jamik SH MHes DALAM kehidupan sehari-hari ada kala kita mungkin telah melampaui batas. Imajinasi kotor, percakapan ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Jumat, 25 Mei 2018

Berita Foto

Foto-Foto Jembatan Babat Lamongan Yang Ambrol

Berita Foto

Foto-Foto Jembatan Babat Lamongan Yang Ambrol

Oleh Imam Nurcahyo Tuban - Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Widang Kabupaten Tuban dan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan, ...

Infotorial

Air Bersih Sampai di Rumah, Hidup Warga Gayam Lebih Mudah

Program Air Bersih SKK Migas - ExxonMobil

Air Bersih Sampai di Rumah, Hidup Warga Gayam Lebih Mudah

Oleh Imam Nurcahyo Setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau, warga Dusun Sumur Pandan, Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro ...

Resensi

Indonesia, Bangsa Super 2052

Indonesia, Bangsa Super 2052

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Jika Novel Ghost Fleet menggambarkan Indonesia bubar pada tahun 2030. Namun justru buku yg ditulis oleh ...

Feature

Kopiah Rajut Laris Manis, Para Tetangga Kecipratan Berkah

Kopiah Rajut Laris Manis, Para Tetangga Kecipratan Berkah

Oleh Priyo Spd Blora - Tidak hanya dikenal sebagai daerah kerajinan kayu jati saja, berbagai kerajinan lainnya juga mulai tumbuh ...

Teras

Belum Genap 3 Bulan, di Bojonegoro Terjadi 10 Kasus Gantung Diri

Belum Genap 3 Bulan, di Bojonegoro Terjadi 10 Kasus Gantung Diri

Oleh Imam Nurcahyo BELUM genap tiga bulan, atau jika dihitung, pada Rabu (21/03/2018) hari ini, tahun 2018 baru berjalan selama ...

Statistik

Hari ini

774 kunjungan

1.428 halaman dibuka

62 pengunjung online

Bulan ini

105.364 kunjungan

177.633 halaman dibuka

Tahun ini

580.395 kunjungan

1.026.071 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 642.997

Indonesia: 11.000

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015