News Ticker
  • Di Warung Ini Buah Durian Bisa Semangkuk dengan Bakso
  • Pertamina Grup Gelar Gathering dengan Pemimpin Media Jatim dan Jateng di Kuta Bali
  • Iming-Iming Lowongan Kerja Palsu, Komplotan Penipu Diringkus Polisi
  • Berharap Pilkada Damai pada Para Tokoh Masyarakat
  • Minum Kopi Sambil Memeluk Ular Sanca di Animals Cafe  
  • Nyolong HP, Tukang Rosok Asal Balen Bojonegoro Diciduk Polisi
  • Kapolres dan Wartawan Deklarasi Pilkada Damai di Blora
  • Rencana Kegiatan Masyarakat || Senin, 19 Februari 2018
  • Bojonegoro Darurat Gantung Diri?
  • Diduga Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Warga Bubulan Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri
  • Kapolres Bojonegoro Serahkan Pengawal Pribadi Pada KPUD, Panwas dan Cabup-Cawabup
  • KPU Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pemilukada Bojonegoro
  • Ambil Haluan Terlalu ke Kiri, Pemotor di Ngraho Terperosok dan Terjatuh di Bahu Jalan
  • Jelang Pilkada Serentak 2018, Kapolres Bojonegoro Pimpin Patroli Skala Besar
  • Seorang Warga Sukosewu Ditemukan Meninggal Dunia Gantung Diri
  • Gangguan Pertanian di Bojonegoro Ke Depan yakni Pencemaran Lingkungan
  • Serunya Menjelajah Kawasan The Legend
  • Belajar Sejarah dan Kehidupan Dinosaurus di Dino Park
  • Bripka Juhair, Bhabinkamtibmas Desa Ngunut, Hadiri Undangan Kapolres Batu
  • 4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Karambol di Baureno, 4 Orang Luka-Luka

Program Penghijauan SKK Migas - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)

Hijaukan Desa dengan Tanaman Bermanfaat

Hijaukan Desa dengan Tanaman Bermanfaat

*Oleh Imam Nurcahyo

DI BAWAH hangatnya sinar matahari sore Desa Brabowan Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, sekelompok pemuda nampak sibuk menyiram tanaman. Pada lahan seluas hampir lima hektar tersebut mereka bahu-membahu menjaga agar ribuan bibit pohon yang mereka tanam itu hidup dan tumbuh dengan baik. Tanpa kenal lelah dan pamrih, mereka melakukan aktivitas ini setiap hari, dari sore hingga tengah malam.

Ada dua ribu bibit pohon yang mereka tanam di sana. Mulai dari jenis tanaman glodok pecut, trembesi, hingga jambu kristal. Para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Tunas Karya, Desa Brabowan ini dipimpin oleh Basuki Riyanto. Pemuda yang biasa disapa Ryan tersebut mengatakan bahwa aktivitas ini rutin mereka lakukan sejak Februari lalu. Dia dan teman-temannya sepakat untuk merawat dan mengembangkan tanah negara yang diamanatkan kepada mereka tersebut.

 

 

Mengelola ladang seluas itu tidak terbayangkan oleh Ryan sebelumnya. Menurutnya, lahan luas membutuhkan tenaga yang banyak dan komitmen yang kuat. Tenaga bisa dikumpulkan dengan gotong royong para pemuda. Namun untuk menjaga konsistensi dan komitmen teman-temannya, dia harus mencari cara. Sejauh ini dia bersyukur karena teman-temannya masih sangat bersemangat.

"Untuk menjaga semangat, kami membangun mimpi, menentukan tujuan dan langkah-langkahnya. Kami akan mengembangkan agrowisata di desa ini," ucap Ryan, mantab.

Karena cita-cita itulah, para pemuda bersemangat merawat ladang tersebut. Menurut perhitungan mereka, pohon yang ditanam akan memberikan nilai ekonomis dan sekaligus baik untuk lingkungan. Pohon jambu kristal mereka targetkan sebagai tanaman buah yang menghasilkan penjualan terus menerus. Sedangkan tanaman glodog pecut, dan trembesi sebagai pohon pelindung yang bisa menghasilkan banyak oksigen sehingga udara bersih. 

Selain Karang Taruna Desa Brabowan, Karang Taruna Desa Mojodelik dan Desa Bonorejo juga punya pemikiran yang sama. Maka di tiga desa inilah program penghijauan berbasis karang taruna dilaksanakan. Sejak November 2016 lalu, EMCL dengan dukungan SKK Migas memulai program ini, bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat lokal Kecamatan Gayam, Tropis Indonesia.

LSM Tropis mendampingi para pemuda dalam memilih bibit, menanam, dan merawat tanaman. 20 perwakilan karang taruna masing-masing desa juga diberi pelatihan dari ahli pertanian. “Ada enam ribu bibit yang ditanam di tiga desa,” ungkap Direktur Tropis Indonesia, Musyadad. 

Dia menjelaskan, di Desa Mojodelik, ada empat jenis tanaman, yakni glodok pecut, trembesi, jambu kristal dan kenitu. Di Bonorejo, selain dua tanaman wajib ada tanaman buah jenis jeruk pamelo atau jeruk Bali, sedangkan di Brabowan adalah jambu kristal. Selama pendampingan, setiap satu atau dua minggu sekali ada sekolah lapang dengan mengundang tenaga ahli pertanian. Biasanya dilakukan langsung di lokasi penanaman. 

"Bulan April kemarin pendampingannya sudah selesai, tetapi kami juga terus memantau dan memberikan motivasi untuk tetap semangat merawat tanaman," tutur Musyadad menerangkan.

Menurut Musyadad, dalam melakukan penghijauan memang dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Sebab, untuk mengetahui hasilnya tidak bisa langsung seketika atau dalam waktu singkat, serta tidak bisa langsung menghasilkan uang.

"Namun saya melihat optimisme positif dalam karang taruna dari tiga desa ini, mereka meyakini bahwa yang dilakukannya ini untuk bekal masa depan," ungkapnya.

Apa yang disampaikan Musyadad dibenarkan oleh koordinator kelompok pemuda dari Karang Taruna Desa Mojodelik, Zakariya. Pemuda yang biasa disapa Rio ini mengaku selalu mengingatkan teman-temannya bahwa apa yang mereka lakukan harus diniatkan sebagai usaha jangka panjang.

“Ini kerja untuk adik-adik kita,” ucapnya optimis.

Rio bersama 20 anggota lainnya juga memiliki cita-cita untuk menjadikan lahan garapannya sebagai destinasi agrowisata. Bahkan, Rio menargetkan garapannya itu terintegrasi dengan nilai-nilai cagar budaya yang ada di sana.

“Kebetulan di sini juga ada Sendang Legung, sendang yang dipercaya airnya tak pernah habis,” ucapnya menjelaskan.

Selain menyiapkan destinasi wisata, para pemuda juga menyiapkan paket outbound. Dalam kegiatan yang berbeda, karang taruna juga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan menjadi pemandu outbound. Dengan peningkatan kapasitas seperti ini, diharapkan para pemuda bisa lebih mandiri dan kreatif.

“Kami yakin, di masa yang akan datang, pandangan masyarakat terhadap Desa Mojodelik bukan lagi karena minyaknya, tapi karena kreativitas dan kemandirian kami sebagai pemuda,” ungkap Rio yakin.

 

 

External Affairs Manager ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) Dave Ardian Seta menjelaskan, program penghijauan sudah dilakukan sejak awal dimulainya proyek pengembangan Lapangan Banyu Urip. Berbagai upaya dilakukan agar wilayah Kecamatan Gayam yang terkenal gersang saat musim kemarau itu bisa hijau rindang dengan banyaknya pohon. Ada kegiatan menanam bersama, lomba menanam pohon, hingga mengajak masyarakat untuk menanam di halaman rumahnya masing-masing.

Sejak 2007, EMCL bersama masyarakat telah menanam lebih dari 200.000 pohon dalam berbagai kegiatan program penghijauan. Menurut Dave, dalam menjalankan program penghijauan, EMCL menggandeng masyarakat agar pohon yang telah ditanam bisa dirawat dan dijaga bersama. Selain itu, EMCL ingin menumbuhkan rasa cinta di masyarakat terhadap pohon sekaligus mengembangkan jiwa kepedulian lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah berharap penghijauan di Bojonegoro bisa merata. Dia menerangkan, DLH saat ini sedang gencar mengajak masyarakat untuk sadar lingkungan. Menanam pohon merupakan satu di antara kesadaran menjaga lingkungan ini.

“Penghijauan berbasis pemuda ini juga perlu dikembangkan,” katanya.

Bagi Nurul, penghargaan Adipura yang diraih Bojonegoro tahun ini juga merupakan kontribusi berbagai pihak. Pencapaian ini, kata dia, adalah buah sinergi multi pihak.

“Prestasi yang sudah kita raih harus kita pertahankan, atau bahkan ditingkatkan terus,” pungkasnya. [red/imm]

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Bermain Biola Bagian dari Hidup Akip

Bermain Biola Bagian dari Hidup Akip

Oleh Angga Reza Bojonegoro (Kota) - Sambil menikmati sore hari di sekitar Alun Alun Kota Bojonegoro di bawah teduhnya pohon ...

Quote

Ketemu Audry Yang Tidak Bisa Tidur

Catatan Dahlan Iskan

Ketemu Audry Yang Tidak Bisa Tidur

*Oleh Dahlan Iskan Saya dapat kabar Audry lagi di Singapura. Gadis Surabaya yang genius. Dan pernah saya tulis panjang lebar. ...

Opini

Tak Hanya Valentine

Tak Hanya Valentine

*Oleh Liya Yuliana Gencarnya aneka tulisan yang nongol di sosmed seputar kontra valentine day ternyata belum sepenuhnya mengkonter peringatan acara ...

Eksis

Bripka Juhair, Bhabinkamtibmas Desa Ngunut, Hadiri Undangan Kapolres Batu

Bripka Juhair, Bhabinkamtibmas Desa Ngunut, Hadiri Undangan Kapolres Batu

*Oleh Mulyanto Batu - Dalam acara pelatihan Fungsi Teknis Kepolisian Binmas oleh Polres Batu yang digelar di Hotel Golden Tulip ...

Pelesir

Loco Tour Jadi Destinasi Wisata Baru di Blora

Loco Tour Jadi Destinasi Wisata Baru di Blora

Oleh Priyo SPd Blora - Kereta uap tertua yang lama tak berfungsi di Kabupaten Blora secara resmi diaktifkan kembali. Dalam ...

Religi

Hadiri Pengajian, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Jamaah Pegang Teguh 4 Pilar Kebangsaan

Hadiri Pengajian, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Jamaah Pegang Teguh 4 Pilar Kebangsaan

*Oleh Mulyanto Bojonegoro (Kepohbaru) - Menghadiri Maulid Nabi dan Pengukuhan Pengurus Ikatan Santri Alumni Mambaul Falah di Pondok Pesantren (Ponpes) ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Selasa, 20 Februari 2018

Berita Foto

Kecelakaan Truk Tabrak Elf dan Warung di Kalitidu, Kerugian Diperkirakan Capai Rp 30 Juta

Kecelakaan Truk Tabrak Elf dan Warung di Kalitidu, Kerugian Diperkirakan Capai Rp 30 Juta

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro (Kalitidu) - Sebagaimana diberitakan sebelumnya pada Kamis (08/02/2018) sekira pukul 09.00 WIB pagi tadi, kecelakaan lalu-lintas ...

Infotorial

Penetapan Nomor Urut dan Daftar Nama Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Tahun 2018

Pengumuman KPU Bojonegoro

Penetapan Nomor Urut dan Daftar Nama Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Tahun 2018

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BOJONEGORO PENGUMUMAN Nomor : 227/PL.03.3-PU/3522/KPU-Kab/II/2018 TENTANG: PENETAPAN NOMOR URUT DAN DAFTAR NAMA PASANGAN CALON BUPATI DAN ...

Resensi

Kisah Pi yang Inspiratif

Kisah Pi yang Inspiratif

Oleh Vera Astanti Ini adalah kisah petualangan Piscine Molitor Patel, biasa di panggil Pi, si tokoh utama, anak keturunan India ...

Feature

Pernah Dapat Saran dari Papercut Pertama di Indonesia

Papercut Asal Bojonegoro

Pernah Dapat Saran dari Papercut Pertama di Indonesia

Oleh Angga Reza Bojonegoro (Balen) Memegang gunting dan juga kater dengan penuh konsentrasi dan penuh hati hati, itulah yang dilakukan ...

Teras

Bojonegoro Darurat Gantung Diri?

Bojonegoro Darurat Gantung Diri?

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Gantung diri, sepertinya menjadi masalah sosial yang sangat serius di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Gantung diri ...

Statistik

Hari ini

39 pengunjung

73 halaman dibuka

0 pengunjung online

Bulan ini

38.594 pengunjung

111.579 halaman dibuka

Tahun ini

97.061 pengunjung

315.090 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 688.228

Indonesia: 15.940

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015