Soal Aksi 299, Kapolres; Lebih Baik Ikuti Pengajian dan Tahlil
Minggu, 24 September 2017 18:00 WIBOleh Redaksi
Oleh Redaksi
Bojonegoro - Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro SH SIK MSi mengatakan, bahwa daripada ikut aksi 299 di Jakarta esok, lebih baik ikut pengajian dan tahlil. Itu ditegaskan Kapolres saat pidato menghadiri tahlil akbar dan haul sesepuh Pondok Pesantren Abu Dzarin Kendal Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Minggu (24/09/2017) pagi tadi sekira pukul 08.00 WIB.
Acara tersebut diisi dengan kirim doa dan tahlil kepada keluarga almarhum pesantren serta ceramah oleh Habib Umar Al Mutholib dari Semarang. Sekitar 7000 jemaah baik dari Bojonegoro maupun luar kota memadati area sekitar makam para sesepuh pesantren. Saking banyaknya peserta, lokasi meluber hingga mengharuskan penutupan jalan raya. Petugas gabungan dari Polsek Dander dan Polres Bojonegoro bekerja ekstra mengamankan acara.

Kapolres Wahyu dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tahlil atau pengajian seperti ini merupakan kegiatan yang sangat baik serta positif. Kepolisian tak segan untuk membantu pengamanan hingga selesai.
"Semoga acara yang seperti ini akan tumbuh dan berkembang dengan baik di Bojonegoro, sehingga mengurangi kegiatan yang kurang perlu seperti harus mengikuti aksi - aksi di Jakarta,” ungkapnya.
Kapolres kemudian menyinggung rencana aksi 299 di Jakarta beberapa hari lagi, di mana agenda acara tersebut digelar untuk menuntut dibatalkannya Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas, ketidakpercayaan terhadap Pemerintah yang mereka anggap anti terhadap Islam serta mendukung pergerakan kembali Partai Komunis Indonesia (PKI). Kapolres mengimbau agar masyarakat Bojonegoro tidak usah mengikuti aksi tersebut.
Menurut Kapolres Wahyu, tahlil dan pengajian seperti yang tengah digelar di pesantren tersebut jauh lebih baik. "Ikuti pengajian dan jamaah tahli seperti ini saja itu lebih baik, tidak perlu ikut-ikutan dalam aksi ke Jakarta,” ungkapnya. (red)































.md.jpg)






