News Ticker
  • Pastikan Kualitas BKKD 2025 Sesuai Prosedur Wakil Bupati Bojonegoro Tinjau Langsung Empat Desa
  • Solusi Ekonomi dan Lingkungan Melalui Bank Sampah di Desa Sendangharjo Bojonegoro
  • Semangat Kartini dan Penguatan Branding Pelaku Usaha Perempuan di Bojonegoro
  • 18 April dalam Sejarah
  • Tabrakan Truk vs Innova di Kapas, Bojonegoro, Pengemudi Innova Luka-Luka
  • Ribuan Calon Jemaah Haji Bojonegoro Dipastikan Aman saat Berangkat di Tengah Konflik Timur Tengah
  • Objektivitas Pendataan DTSEN Menjadi Fondasi Utama Ketepatan Sasaran Program Pemerintah Bojonegoro
  • Uji Kepribadian dan Rekam Jejak Media Sosial Jadi Penentu Seleksi Calon Paskibraka Bojonegoro 2026
  • Muhammad Alpandy, Pramuka Pejalanan Kaki Keliling Nusantara dengan Misi Literasi Budaya
  • Integritas Kepemimpinan Harus Jadi Kunci Utama Pencegahan Korupsi di Lingkungan Pemkab Bojonegoro
  • Kapolres Bojonegoro Santuni Ainur Riza, Remaja Penyandang Disabilitas di Trucuk
  • Tempe yang Dimasak Lebih Sehat daripada Mentah
  • Tiket ‘Offline’ Konser Ungu Harmony 3 Dekade Anniversary Bank Daerah Bojonegoro Bisa Diperoleh di Tiket Box Resmi
  • Prakiraan Cuaca 17 Aprl di Bojonegoro
  • 17 April dalam Sejarah
  • Kalender Jawa Hari Ini, Jumat 17 April 2026, Detail Weton Hari Jumat
  • Pemkab Bojonegoro Fasilitasi Penjualan Telur Gayatri, Dorong Penguatan Kerjasama
  • Tiga Desa Unggulan Resmi Sandang Status Desa Cantik Bojonegoro Tahun 2026
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Kemandirian Data dan Keunggulan Desa Lewat Program Desa CANTIK
  • Transformasi Tata Kelola Haji Fokuskan Keadilan Antrean dan Ketahanan Keuangan
  • Pembiayaan Gagal Ginjal oleh BPJS Kesehatan Melonjak Drastis Salip Kasus Kanker
  • Dua Maling Motor di Bojonegoro Dibekuk Polisi
  • Prakiraan Cuaca 16 April 2026 di Bojonegoro
  • 16 April dalam Sejarah
Siti Rahmatin, Wanita Inspiratif Asal Sukosewu Pelukis Henna

Siti Rahmatin, Wanita Inspiratif Asal Sukosewu Pelukis Henna

Oleh Siti Ainur Rodhiyah

Bojonegoro - "Tidak pernah berhenti belajar dan selalu meningkatkan kualitas diri,” begitulah pesan Siti Rahmatin kepada wanita masa kini yang ingin sukses dan menekuni profesi guna menggapai impian masa depan. Sudah kenalkah dengan Siti Rahmatin?. Jika belum, yuk mengenal sosok inspiratif wanita berjilbab ini.

Siti Rahmatin (22) merupakan wanita inspiratif asal Desa Sukosewu Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Ia seorang pelukis henna. Kelihaian melukis tubuh dengan henna ini ternyata dapat dijadikan usaha yang menjanjikan. Usaha tersebut ia raih tentu tidak dengan cara instan tetapi melalui proses. Ketika berbincang dengan awak media beritabojonegoro.com pada Jumat (25/05/2018), Siti Rahmatin berbagi cerita mengenai awal mulanya terjun ke dunia henna.

Wanita yang kerap disapa Syiedati sebab nama sosial medianya bernama "Syiedati Henna" ini mengaku awal mula berkecimpung di dunia henna karena hobi sewaktu di pesantren Abu Dzarrin, Kecamatan Dander yang suka mencorat-coret tangan sendiri maupun teman sekelas.

Awal mula pada tahun 2014 lulus dari pondok, 2 tahun kemudian melanjutkan kuliah di IAI Sunan Giri Bojonegoro dan memutuskan untuk mondok pasan (Mondok pada bulan Ramadan) serta mengabdi di rumah kiai hingga waktu Lebaran. Melalui perbincangan bersama teman sepondok yang ingin dilukis tangannya dengan henna, salah satu teman menyarankan agar ia membuka jasa henna dan menekuni profesi tersebut.

"Dari situ saya berpikir eh tak coba saja, siapa tau dari dari hobi jadi penghasilan,” ujarnya.

Semenjak pulang dari pesantren dirinya mencoba melukis henna pada tangan sendiri guna di upload di media sosial. Ternyata banyak masyarakat yang merespon positif dan meminta ukiran henna. Wanita inspiratif ini bersedia datang  walaupun hanya pesanan henna fun.

"Karena saya tahu orang yang belajar akan semakin profesional jika menambah jam terbangnya,” tegas wanita berhijab ini.

Selain itu, lewat beberapa teman, saudara, serta tetangganya henna banyak dikenal dan diminati. Selang waktu dua minggu, Syiedati mendapatkan pesanan henna wedding (henna pernikahan). Awalnya, dirinya merasa takut dan khawatir sebab belum yakin dengan hasil karyanya. Namun,  dirinya bertekad dan memberanikan diri mengambil kesempatan tersebut. Bahkan, ia tidak menarif sama sekali hasil karyanya, melainkan menerima dengan ikhlas tarif yang diberikan oleh pemesan.

"Nah dari job pertama buat wedding itu, saya dikasih 100 ribu rupiah. Kemudian uangnya saya gunakan buat beli bahan henna lagi biar semakin lengkap, “ ujarnya.

Wanita yang merupakan mahasiswi semester akhir di Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro ini mengaku bahwa dirinya belajar henna secara otodidak. Meskipun otodidak, hal tersebut bukan suatu hal yang mudah mengingat perjuangan dalam belajar dan memahami motif henna.

Berbagai usaha juga dilakukan guna mencari informasi seputar henna, hingga ia menemukan grup HCI Henna Club Indonesia yang tergabung seniman hebat henna se-Indonesia.

"Memang sekilas belajar henna murah materi, tapi mahal dalam perjuangannya. Jika membeli bahannya kita harus memilih bahan untuk latihan sendiri, kalau kita mencari bahan yang salah dan kurang pas dengan ukiran sendiri. Maka kita harus mencarI sendiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, wanita asal Sukosewu ini mengatakan jika waktu dalam melukis henna tergantung motif yang dibuat. Mulai dari 10 menit yang paling sederhana hingga 3 jam pada kedua tangan pemesan. Proses pembuatan henna terlama biasanya dilakukan ketika sedang merias henna untuk pengantin karena detailnya yang kecil, rumit, dan penuh. Meskipun demikian, Syiedati tetap sabar dan teliti ketika mengerjakan tugasnya.

Kini pesanan henna telah sampai pada wilayah sekitar Bojonegoro, Tuban, Lamongan. Namun, dirinya juga pernah mendapatkan klien pesanan barang henna dari luar negeri yakni Eropa. Dalam satu hari ia memiliki klien tiga hingga empat orang dan biasanya bekerja seminggu penuh tergantung pemesan henna.

Setiap klien pun memiliki tarif yang berbeda-beda tergantung permintaan motif henna yang diinginkan mulai dari Rp 500 ribu untuk yang paling sederhana hingga Rp 2 juta buat yang paling rumit. Syiedati pun mengatakan telah menerima pemesanan pada musim nikah yakni malam sembilan.

"Kalau pesanan di Eropa itu ada buktinya yakni dengan nametake yang saya berikan di customer dan foto di atas salju", ungkapnya. (iin/kik)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Panduan Lengkap Prompt AI untuk Media Sosial, Blog, dan YouTube Anda

Panduan Lengkap Prompt AI untuk Media Sosial, Blog, dan YouTube Anda

Para kreator konten dihadapkan pada tuntutan produksi yang luar biasa besar di ruang digital. Persoalan utamanya kini bukan sekadar memproduksi ...

1776517703.0791 at start, 1776517703.3508 at end, 0.27172684669495 sec elapsed