Peristiwa Orang Meninggal Tenggelam
Bocah 6 Tahun di Dander Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai
Selasa, 29 Mei 2018 12:00 WIBOleh Ahmad Muhajir
Oleh Ahmad Muhajir
Bojonegoro (Dander) - Seorang bocah bernama Wahyu Setiawan (6) warga Desa Sumberarum RT 007 RW 003 Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, pada Senin, (28/05/2018) sekira pukul 17.25 WIB kemarin petang, ditemukan meninggal dunia, mengapung di sungai yang berada di desa setempat.
Sebelumnya, korban mandi dan bermain di sungai tersebut bersama dua orang temannya, namun kedua orang temannya pulang terlebih dahulu dan korban ditinggal sendirian di sungai.
Karena jelang magrib korban tidak kunjung pulang, maka keluarga korban berupaya melakukan pencarian, namun korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia mengapung di sungai. Diduga penyebab kematian korban karena tenggelam dan tidak ada yang menolong.

Kapolsek Dander AKP Wijiyanto kepada media ini menjelaskan berdasarkan keterangan saksi-saksi, kronologi peristiwa tersebut bermula pada Senin (28/05/2018) sekira pukul 16.00 WIB sore, korban bersama dua oràng temennya yaitu Endi (7) dan Ponci (7) mandi dan bermain di sungai yang berada di wilayah Desa Sumberarum RT 029 RW 010 Kecamatan Dander.
Selanjutnya, pada pukul 17.00 WIB, lanjut AKP Wijiyanto, kedua teman korban pulang lebih dulu. Karena semakin sore dan jelang berbuka puasa korban belum juga pulang, orangtua korban bersama Kepala Dusun setempat, Junaidi (49) berusaha mencari korba ke sungai.
Sesampainya di sungai, betapa terkejut saksi dan orangtua korban, karena korban sudah mengambang di sungai desa tersebut.
"Korban di temukan sudah mengambang di sungai dan dalam keadaan meninggal dunia," ujar AKP Wijianto kepada beritabojonegoro.com.
Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memeriksa dan mengidentifikasi korban tersebut. Berdasarkan pemeriksaaan petugas, ciri-ciri mayat, panjang mayat 128 sentimeter dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
"Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan yang dialami oleh korban. Diduga, korban tenggelam saat kedua temannya sudah pulang sehingga tidak ada yang menolong,” jelas Kapolsek.
Atas kejadian ini, keluarga korban mengaku menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak bersedia untuk dilakukan otopsi terhadap jenasah korban.
“Petugas selanjutnya menyerahkan korban kepada keluarganya untuk dilakukan proses pemakaman.” pungkas Kapolsek. (muh/imm)































.md.jpg)






