News Ticker
  • Tinggal 2 PPK di Bojonegoro Yang Belum Selesaikan Rekapitulasi Penghitungan Suara
  • Masyarakat Blora Sepakat Damai dan Tetap Bersatu, Pasca Pemungutan Suara Pemilu 2019
  • Wakil Bupati Bojonegoro Hadiri Rakor Optimalisasi Pendapatan Daerah
  • Bisakah Bercerai Tanpa Membawa Akte Nikah?
  • 22 PPK di Bojonegoro Telah Selesaikan Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2019
  • Seorang Warga Sumberrejo Bojonegoro, Meninggal Dunia Saat Gali Lubang Septic Tank
  • Satria Tubruk Vega di Sugihwaras Bojonegoro, Pengendara Vega Patah Tulang Kaki
  • Jelang Ramadan, Harga Bawang Merah dan Bawang Putih di Pasar Kota Bojonegoro Meroket
  • Peringati Hari Kartini, Organisasi Wanita di Blora Ziarah ke Makam RA Kartini
  • Peringati Hari Kartini, Bupati Blora Pesan Agar Ibu-Ibu Jadi Kartini Matoh
  • 10 PPK di Bojonegoro Telah Selesaikan Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2019
  • Cara Unik Anggota Pengamanan Pemilu 2019 di Bojonegoro, Atasi Kejenuhan
  • Janazah 2 Remaja Yang Tewas Tertabrak Kereta Api di Bojonegoro, Telah Diambil Keluarganya
  • Urusan Kesehatan Polres Bojonegoro Cek Kesehatan Anggota Pengamanan PPK
  • Identitas 2 Remaja Yang Tewas Tertabrak Kereta Api di Bojonegoro, Belum Diketahui
  • Bupati Buka Festival Kartini 2019 Kabupaten Bojonegoro
  • EMCL Kembangkan Potensi Keramik Desa Balong, Jadi Wisata Edukasi di Kabupaten Blora
  • 2 Orang Remaja Tewas Tertabrak Kereta Api, di Belakang Pos Dishub Jalan A Yani Bojonegoro
  • Hindari Tabrakan, Isuzu Panther Terperosok ke Tebing Jalan di Watu Jago  Bojonegoro
  • Warga Kasiman Meninggal Dunia Saat Mengumpulkan Rongsokan di Ngambon Bojonegoro
  • Kecelakaan Motor di Ngraho Bojonegoro, Seorang Pengendara Luka Berat
  • Tabrak Truk Semen, Pemotor di Margomulyo Bojonegoro Tewas di TKP
  • Polres Bojonegoro Perketat Pengamanan Penghitungan dan Rekapitulasi Suara di Tingkat PPK
  • Mio Tabrak Satria di Baureno Bojonegoro, Kedua Pengendara Luka-Luka

2 Juni, Hari Lahir Bung Tan

Belajar dari Sosok Revolusioner Datuk Ibrahim Tan Malaka

Oleh Siti Ainur Rodhiyah

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa 2 Juni merupakan tanggal kelahiran seorang tokoh revolusioner penggerak kaum buruh yakni Tan Malaka. Penulis lebih tertarik mengenalnya dengan sebutan  Bung Tan sebagai tokoh pencetus gagasan republik.

Sedikit mengulas tentang Bung Tan. Dirinya dilahirkan di sebuah Desa Pandan Gadang (Suliki), Bukittinggi, Sumatra Utara. Kehidupannya tidak jauh dari budaya Minangkabau. Ia dijuluki "Datuk" pada awal namanya sebab dianggap mempunyai kelebihan dari anggota suku.

Bung Tan juga disebut oleh Moh Yamin sebagai "Bapak Republik". Beliau dikatakan sebagai orang yang pertama kali berjuang menentang antikolonialisme di Hindia Belanda, bahkan sebelum Soekarno dan Hatta. Beliau juga menjadi orang pertama yang mencetuskan konsep tentang "Negara Indonesia" dalam bukunya yang berjudul Naar de Republiek Indonesia (1925). Buku inilah yang menginspirasi Soekarno, Hatta, Sjahrir, dkk untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari barisan yang lain.

Sementara itu, tokoh besar yang terlupakan ini berjuang "sendirian" untuk memerdekakan Indonesia dari mulai menulis buku, membentuk kesatuan massa, berbicara dalam kongres internasional, ikut bertempur di lapangan melawan Belanda secara langsung, sampai akhirnya harus keluar-masuk penjara berkali-kali, diburu oleh interpol, dan kejar-kejaran sama polisi internasional sebab keberadaannya dianggap mengancam pemerintah Belanda.

Jika kita membahas pemikiran Bung Tan, maka tidak terlepas dari sejarah panjang yang dapat kita temui dari buku Materialisme, Dialektik, dan Logika (Madilog), Aksi Massa, serta berbagai brosur kumpulan tulisan ketika diasingkan di penjara hingga keluar dan kembali ke negara sendiri.

Salah satu buku karyanya Madilog, sebagai jawaban atas kegelisahan Bung Tan saat mengamati  dan melihat keadaan bangsanya yang masih memiliki pandangan mistika. Mempercayai hal mistik dan tahayul, dalam setiap tingkah laku. Madilog menawarkan konsep gagasan jauh lebih maju guna merekonstruksi pemikiran lama.

Buku-buku  orde lama sangat sulit ditemui sebab keberadaannya dianggap subversif dan membahayakan posisi kaum penjajah. Namun, hari ini kita dapat menemui buku-buku tersebut cukup mudah. Bahkan, para organisasi pemuda yang notabenenya sebagai aktivis pergerakan juga sepatutnya membaca buku ini, sebab pemikiran-pemikiran Tan dianggap masih sangat relevan dengan keadaan hari ini.

Perjuangan beliau untuk negeri kita ini malah ternyata malah "dibalas oleh Indonesia" dengan timah panas. Ya, beliau ditembak mati oleh tentara Republik yang didirikannya sendiri (Tentara Indonesia) di Kediri 1949.

Penulis ingin sedikit membawa pembaca pada sebuah pernyataan asik oleh Bung Tan yakni "Dalam masa revolusi senjata yang bisa kita gunakan adalah otak, mulut dan pena".

Mengapa demikian?.

Hemat penulis akan mencoba mengejewantahkan pernyataan ini, sebab memiliki cita-cita besar menggugah ghiroh perjuangan pemuda dalam melaksanakan tanggung jawab dan tugas sebagai bangsa Indonesia.

Pertama : revolusi bisa dicapai dengan otak. Manusia memiliki otak sebagai alat untuk mengontrol segala sesuatu mengenai tindakan yang akan dilakukan.

Kedua : mulut. Revolusi dapat dicapai dengan mulut. Ketika manusia memandang setiap hal materi, matter (benda), sebuah kejadian dan peristiwa tentu akan bereaksi terhadap anggota tubuh lainnya. Tentu berbagai tanggapan serta argumentasi mengenai suatu permasalahan akan muncul dalam pikiran seseorang. Pada saat itu juga inisiatif untuk menyampaikan pendapat dan pesan seseorang dapat disampaikan lewat bicara, melalui mulut. Melalui mulut jalan revolusi dapat tercipta berdasarkan pesan-pesan yang terkandung dalam setiap pembicaraan sehingga dapat menciptakan gagasan baru yang efektif, variatif, dan selektif menjadi hal berkualitas guna meningkatkan intelektualitas berpikir manusia.

Ketiga : pena. Pada saat yang sama segenap sejarah dapat diketahui seseorang lewat sebuah tulisan. Tanpa tulisan, sangat tidak mungkin catatan-catatan pendahulu dipahami dan dijadikan landasan berpikir serta bergerak para pemuda. Hal ini kemudian yang menjadi semangat revolusioner Tan bergerak dalam bidang literasi. Literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis dan dalam berbagai bidang hal lainnya. Namun, pena disini sangat erat kaitannya dengan menulis. Bahkan penulis pernah mendengar kutipan dari salah satu tokoh Islam yakni Ali Bin Abi Thalib yang menyatakan:

"Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah".

Hemat penulis ingin mengatakan juga bahwa kita tidak pernah bisa memilih dari rahim siapa kita dilahirkan. Namun, kita dapat memilih masa depan yang kita inginkan.

Meskipun kita dilahirkan dari keluarga dengan keadaan ekonomi menengah ke bawah, anak kaum buruh, atau bahkan pengais rejeki lewat mengumpulkan barang-barang yang tak terpakai. Hal itu bukan alasan bagi kita merasakan malu dan tidak mampu mencapai kehidupan layak.

Bagi penulis, keadaan layak hanya bisa dicapai dengan usaha diri menjadi lebih baik. Kita akan merdeka jika mampu menciptakan perubahan pada diri, lewat pola pikir yang kritis, serta dinamis.

Begitupun sebaliknya, suatu hal tidak mungkin tercapai jika diri ini bermalas-malasan, menikmati suguhan materi milik keluarga kita, apalagi sering membanggakannya.

Hal ini selaras dengan pesan Allah Swt bahwa Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum yang berada dalam kenikmatan dan kesejahteraan, sehingga mereka mengubahnya sendiri. Juga tidak mengubah suatu kaum yang hina dan rendah, kecuali mereka mengubah keadaan mereka sendiri. Yaitu dengan menjalankan sebab-sebab yang dapat mengantarnya kepada kemulian dan kejayaan.

Inilah yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [QS Ar-Ra’d 11].

Mari saling refleksi diri, merekonstruksi pemikiran guna meraih kemerdekaan pikiran.

Selamat melaksanakan ibadah puasa. Selamat melaksanakan ibadah literasi. (*/kik)

*Penulis adalah Ketua Komisariat pertama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sunan Giri Bojonegoro.

Berita Terkait

Videotorial

Kalender Event, Wisata dan Budaya Kabupaten Bojonegoro 2019

Videotorial

Kalender Event, Wisata dan Budaya Kabupaten Bojonegoro 2019

Guna memperkenalkan potensi wisata dan budaya di Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaunching Kalender Event 2019. Dalam Kalender Event tersebut, ...

Berita Video

Perjuangan Mengawal Logistik Pemilu Menuju TPS Daerah Terpencil di Bojonegoro

Pemilu 2019

Perjuangan Mengawal Logistik Pemilu Menuju TPS Daerah Terpencil di Bojonegoro

Perjuangan untuk distribusi logistik Pemilu 2019 menuju tempat pemungutan suara (TPS) di daerah sangat terpencil juga juga dialami aparat di ...

Teras

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Kejadian bunuh diri atau gantung diri di wilayah Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2018, menunjukkan angka yang relatif cukup tinggi. Lantas ...

Opini

Bisakah Bercerai Tanpa Membawa Akte Nikah?

Hukum Perkawinan

Bisakah Bercerai Tanpa Membawa Akte Nikah?

Buku nikah merupakan salah satu syarat utama yang harus dipenuhi pada saat ingin mengajukan cerai ke Pengadilan. Namun demikian terkadang ...

Quote

Keluar

Keluar

Dr Hj Sri Minarti MPd.I Dalam menjalani aktivitas, sering merasakan kejenuhan, kesuntukan, ataupun kemalasan, diharapkan manusia dapat keluar dari semuanya. ...

Sosok

Rudi Karisma, Penerjemah Novel, Peserta Diklat PPSDM Migas Cepu Blora

Rudi Karisma, Penerjemah Novel, Peserta Diklat PPSDM Migas Cepu Blora

Blora Menjadi salah satu peserta pendidikan dan latihan (Diklat) bantuan masyarakat, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi ...

Eksis

Kombat, Komunitas Pecinta Musang Dari Bojonegoro

Kombat, Komunitas Pecinta Musang Dari Bojonegoro

Bojonegoro - Setiap malam minggu, di seputar Taman Rajekwesi yang terletak di Jalan Rajekwesi Bojonegoro, tampak perkumpulan anak-anak millennial, bercengkerama ...

Infotorial

Bahari Lestari, Nelayan Berseri

Bahari Lestari, Nelayan Berseri

Momentum Hari Nelayan Indonesia pada 6 April 2019 mengingatkan kita pada kekayaan laut Indonesia. Negeri bahari ini memiliki potensi sumber ...

Berita Foto

Kebakaran Sepeda Motor di SPBU Padangan Bojonegoro

Berita Foto

Kebakaran Sepeda Motor di SPBU Padangan Bojonegoro

Satu unit sepeda motor yang usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada ...

Feature

Berawal dari Hobi, Bripka Arip Nirwanto Sukses Beternak Burung Lovebird

Berawal dari Hobi, Bripka Arip Nirwanto Sukses Beternak Burung Lovebird

Blora - Pecinta burung memang tidak memandang usia dan kalangan. Peminatnya beragam, mulai dari pelajar, petani, PNS, pedagang, wiraswasta, sampai ...

Religi

Tingkatkan Keimanan Anggota, Polres Bojonegoro Gelar Peringatan Isra Mikraj

Tingkatkan Keimanan Anggota, Polres Bojonegoro Gelar Peringatan Isra Mikraj

Bojonegoro - Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro pada Kamis (04/04/2019) siang, menggelar peringatan Isra Mikraj di Masjid Al Ikhlas Polres Bojonegoro., ...

Pelesir

Migas Cepu Edupark Resmi Dibuka, Jadi Tempat Wisata Baru di Blora

Migas Cepu Edupark Resmi Dibuka, Jadi Tempat Wisata Baru di Blora

Blora - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada Minggu (31/3/2019), meresmikan Migas Cepu Edupark (MC Edupark), objek wisata ...

Hiburan

Marching Band Taruna Satlak Hiu Latsitardanus ke-39, Pukau Warga Kota Bojonegoro

Marching Band Taruna Satlak Hiu Latsitardanus ke-39, Pukau Warga Kota Bojonegoro

Bojonegoro - Marching Band gabungan Taruna Akademi TNI, Akpol dan Praja IPDN, yang tergabung dalam Satlak Hiu Latihan Integrasi Taruna ...

Statistik

Hari ini

190 kunjungan

321 halaman dibuka

24 pengunjung online

Bulan ini

162.232 kunjungan

250.798 halaman dibuka

Tahun ini

726.785 kunjungan

1.164.578 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 686.007

Indonesia: 10.380

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015