Peristiwa Orang Tenggelam
Seorang Lagi Korban Tenggelam di Bendung Gerak Widang Tuban, Ditemukan Meninggal Dunia
Kamis, 07 Juni 2018 17:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Tuban (Widang) - Diberitakan sebelumnya, dua orang bocah yakni Mohamad Najib (9) dan Abdul Kohar (9) keduanya warga Desa Centini Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan, pada Senin (04/06/2018) sekira pukul 06.00 WIB lalu, dilaporkan tenggelam di sisi sebelah utara bendung gerak, turut wilayah Dusun Simo Desa Simorejo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban.
Selanjutnya, pada Selasa (05/06/20188) sekira pukul 03.10 WIB, salah seorang korban yang bernama Abdul Kohar (9) ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Dan pada Kamis (07/06/2018) sekira pukul 11.10 WIB siang tadi, korban Mohamad Najib (9), ditemukan juga dalam kondisi meninggal dunia.
Baca: 2 Orang Bocah Dilaporkan Tenggelam di Bendung Gerak Bengawan Solo Widang Tuban
Baca juga: Seorang Korban Tenggelam di Bendung Gerak Widang Tuban, Ditemukan Meninggal Dunia

Kapolsek Widang, AKP Totok Wijanarko, ketika dikonfirmasi awak media ini membenarkan bahwa dalam kegiatan pencarian korban tenggelam di sungai Bengawan Solo, di sebelah utara bendung gerak turut wilayah Dusun Simo Desa Simorejo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban, dihari keempat, Kamis (07/06/2018), Tim Sar Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban Mohamad Najib (9).
“Korban ditemukan juga dalam kondisi meninggal dunia, dengan lokasi berjarak kurang lebih 40 meter dari tempat korban dilaporkan tenggelam.” jelas Kapolsek.
Adapun kronologi penemuan korban bermula bahwa pada Kamis (07/06/2018), pukul 07.00 WIB, Tim Sar Gabungan dari Basarnas Surabaya, BPBD Kabupaten Tuban, BPBD Kabupaten Lamongan, Sat Sabhara Polres Tuban, Tim Diving dari Semen Gresik Diving Club (SGDC ) PT Semen Indonesia dan sejumlah relawan mulai lakukan pencarian korban.
“Tim SAR Gabungan menerjunkan 5 unit perahu karet bermesin dan 4 set alat diving,” jelas Kapolsek.
Adapun tehnik pencarian diawali dengan cara melakukan manuver dengan menggunakan 2 unit perahu karet di sekitar bendung gerak atau disekitar korban dilaporkan tenggelam, sedangkan 2 unit perahu karet lainnya, melakukan penyisiran ke arah hilir di sisi kiri dan kanan sungai hingga radius kurang lebih 2 kilometer.
“Hingga pukul 09.30 WIB, tidak didapatkan hasil. Sementara tim selam dari SGDC PT Semen Indonesia, mulai lakukan pencarian dengan tehnik penyelaman, namun hingga sekitar pukul 11.00 WIB, belum juga didapatkan hasil.” jelas Kapolsek.
Selanjutnya, pada pukul 11.10 WIB, tiba-tiba diketahui oleh petugas bahwa ada mayat terapung yang berjarak kira-kira 40 meter ke arah utara dari titik korban pertama kali dilaporkan tenggelam.
“Tim SAR segera mengevakuasi mayat tersebut untuk selanjutnya dibawa ke Puskesmas Widang, guna dilakukan visum.” imbuh Kapolsek.

Berdasarkan hasil visum luar terhadap mayat tersebut yang dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Widang serta dilakukan identifikasi terhadap mayat korban oleh anggota Polsek Widang, diketahui bahwa mayat tersebut sesuai dengan ciri-ciri dari Mohamad Najib (9) warga Desa Centini Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan, yang sebelumnya dilaporkan tenggelam.
“Berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Korban dipastikan meniggal dunia karena tenggelam,” terang Kapolsek.
Setelah dilakukan musyawarah dengan keluarga korban, pihak keluarga menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan.
“Setelah dibuatkan berita acara, jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk proses pemakaman,” terang Kapolsek. (red/imm)































.md.jpg)






