Bayi Yang Ditemukan di Banjarsari Trucuk Bojonegoro Sementara Dirawat Warga Setempat
Kamis, 02 Agustus 2018 15:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro (Trucuk) - Diberitakan sebelumnya, pada Kamis (02/08/2018) sekira pukul 05.30 WIB pagi tadi, sesosok bayi perempuan ditemukan Sumarno (63), warga Desa Banjarsari RT 037 RW 006 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, tergeletak di atas meja di depan warung milik warga setempat.
Masih belum diketahui, siapa orang tua bayi tersebut. Saat ini aparat masih terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pemerintah kecamatan serta dinas terkait, menyangkut status bayi tersebut. Dan untuk sementara, bayi perempuan tersebut dirawat oleh warga desa setempat.
Baca: Sesosok Bayi Perempuan Ditemukan Warga Banjarsari Trucuk Bojonegoro

Kapolsek Trucuk Ajum Komisaris Polisi (AKP) Wiwin Rusli SH, kepada awak media ini menjelaskan, bahwa setelah dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, saat ini bayi yang ditemukan tersebut dirawat oleh seorang warga desa setempat bernama Sugeng (42), yang tinggal di sebelah Puskesmas Pembantu Desa Banjarsari Kecamatan Turuk Kabupaten Bojonegoro
“Pak Sugeng tinggalnya di baratnya Puskesmas Pembantu Banjarsari mas dan perawatannya dibantu oleh bidan puskesmas pembantu,” jelas AKP Wiwin Rusli.
Kapolsek menambahkan, bahwa status bayi tersebut masih dititipkan, belum ada proses adopsi karena untuk adopsi ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi dan yang memiliki kewenangan untuk adopsi adalah Dinas Sosial Provinsi. Selain itu, pihaknya juga masih berupaya menemukan keluarga dari bayi yang ditemukan warga tersebut.
“Belum adopsi, sementara hanya dititipkan dan kami masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten, Dinas Sosial Kabupaten dan Provinsi,” imbuh Kapolsek.

Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth SP, kepada media ini menjelaskan bahwa setelah menerima laporan adanya penemuan bayi tersebut, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk berkoordinasi dengan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro. Selanjutnya, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Sedangkan untuk saat ini, bayi tersebut dititipkan kepada warga yang kebetulan tinggalnya dekat dengan Puskesmas Pembatu Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk.
“Warga yang saat ini diserahi untuk merawat bayi tersebut merupakan kader posyandu jadi punya pengalaman untuk merawat bayi tersebut.” jelas Helmy.
Helmy juga menjelaskan bahwa rencananya bayi tersebut akan diserahkan ke panti milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, memang prosedurnya seperti itu. Karena panti tersebut milik pemerintah, yang tentunya dari sisi pelayanan, pengawasan dan payung hukum semuanya tidak diragukan lagi.
“Nanti kita serahkan ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk dirawat di UPT Dinas Sosial Provinsi yang memang khusus menangani bayi terlantar.” imbuh Helmy.
Sementara untuk proses adopsi, Helmy menjelaskan bahwa yang punya kewenangan untuk melakukan proses adopsi adalah Dinas Sosial Provinsi. Dinas Sosial Kabupaten tidak punya hak untuk mengeluarkan rekomendasi adopsi. Dinas Sosial Kabupaten hanya mendampingi untuk melakukan kunjungan lapangan kepada calon orang tua asuh yang dinilai layak untuk mengasuh bayi tersebut.
“Itu nanti pemohon adopsi berhubungan dengan pihak panti, nanti di panti ada prosedur dan persyaratannya yang harus diataati untuk mengadopsi anak tersebut,” terangnya.
Selanjutnya, melalui media ini Helmy berharap agar media bisa membantu menyebarkan informasi terkait penemuan bayi tersebut, dengan harapan pihak keluarga dari bayi tersebut bisa mengetahui atau mengenali keberadaan bayi tersebut. Menurutnya, belum tentu ibu kandung atau keluarga bayi tersebut adalah orang atau warga Kabupaten Bojoneggoro, bisa jadi orang luar Bojonegoro.
“Ini kan ditemukannya di pinggir jalan raya, yang merupakan jalan nasional.” pungkasnya. (red/imm)































.md.jpg)






