Peristiwa Kebakaran
Bangunan Kandang Burung Puyuh Yang Telah Lama Kosong di Dander Bojonegoro Terbakar
Sabtu, 06 Oktober 2018 18:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro (Dander) - Bangunan kandang yang dulunya dipakai untuk memelihara burung puyuh, milik Eko Prasetyo Utomo bin Kusnadi (41), warga Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro Kota, yang terletak di Dusun Bogo Desa Ngumpakdalem RT 025 RW 006 Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, pada Sabtu (06/10/2017) sekira pukul 10.00 WIB tadi pagi, ludes terbakar.
Kandang yang terbakar tersebut dalam keadaan kosong dan tidak dipergunakan lagi untuk beternak burung puyuh sejak ayak kandung korban, Kusnadi, meninggal dunia satu setengah tahun yang lalu.
Tidaka ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut, namun akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian material sebesar Rp 25 juta rupiah. Semenara, penyebab kebakaran atau asal sumber api, masih belum diketahui dan saat ini masih dalam penyelidikan petugas.

Menurut keterangan Kapolsek Dander, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mashadi SH, bahwa kronologi kejadian tersebut bermula, pada Sabtu (10/06/2018) sekira pukul 10.00 WIB, saksi Kardi (65) warga desa setempat dan saksi Turyadi (48) warga Desa Karangkembang Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen, pekerja proyek di desa setempat, tiba-tiba mengetahui kandang milik korban tersebut terbakar, sehingga saksi segera meminta bantuan pada warga sekitar.
“Warga sekitar segera berdatangan guna membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya,” jelas mantan Kasubbag Humas Polres Bojonegoro tersebut.
Kapolsek menambahkan, bahwa dikarenakan kobaran api semakin membesar dan upaya warga untuk memadamkan api tersebut rupa-rupanya tidak berhasil, selanjutnya warga meminta bantuan pada Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro, untuk membantu memadamkan api.
“Namun saat petugas pemadam kebakaran sampai di lokasi kejadian, kadang tersebut sudah nyaris ludes terbakar,” imbuh kapolsek.

Masih menurut Kapolsek, berdasarkan hasi olah TKP, kandang yang terbakar tersebut berukuran lebar 10 meter dan panjang 12 meter, rangka terbuat dari kayu dan bambu, diniding dari gedeg atau anyaman bambu serta atap dari seng dan asbes.
“Saat peristiwa tersebut terjadi, pemilik kandang tersebut tidak mengetahui karena sedang berada di rumahnya di Desa Sukorejo Bojonegoro Kota dan baru diberitahu setelah kadang miliknya tersebut ludes terbakar,” jelas Kapolsek.
Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Sementara sumber api atau penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan petugas. Yang jelas bukan dari korsleting arus listrik, karena sambungan listrik dari PLN pada rumah tersebut telah diputus sejak orang tua korban meninggal dunia sekitar satu setengah tahun yang lalu.
“Akibat kebakaran tersebut, korban diperkirakan menderita kerugaian material sebesar 25 juta rupiah,” pungkas Kapolsek.

Secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro, Sukirno, kepada awak media ini menerangkan bahwa Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro menerima laporan sekira pukul 10.53 WIB. Selanjutnya, Dinas Pemadam Kebakaran mengirimkan 2 (dua) unit mobil pemadam kebakaran, berikut 7 orang personil.
“Petugas sampai di lokasi kejadia pukul 11.15 WIB dan api benar-benar dapat dipadamkan pada pukul 12.05 WIB,” terang Sukirno. (red/imm)































.md.jpg)






