Seorang Warga Baureno Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia Saat Bekerja
Rabu, 24 Oktober 2018 19:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro Kota - Seorang pekerja bernama Mustam (58), warga Desa Bumiayu RT 004 RW 002 Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (24/10/2018) sekira pukul 13.00 WIB siang tadi, ditemukan meninggal dunia saat bekerja di lokasi kandang ayam yang berada di Dusun Ngrakas Desa Sraturejo RT 003 RW 008 Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro.
Saat kejadian, korban sedang bekerja membersihkan kandang ayam bersama dua orang rekannya, namun tiba-tiba korban lemas dan kejang-kejang sambil muntah-muntah hingga tidak sadarkan diri yang kemudian korban diketahui sudah meninggal dunia.

Informasi yang didapat awak media ini dari Kapolsek Baureno, AKP Marjono SH, kronologi kejdaian tersebut bermula, pada Rabu (24/10/2018) sekira pukul 13.00 WIB, korban sedang bekerja membersihkan kotoran ayam bersama rekannya yang nbernama Maksun (45) dan Murlan (58), di kandang ayam tempat mereka beberja.
“Tiba-tiba korban duduk di kursi dengan kondisi tubuhnya mengeluarkan banyak keringat,” jelas Kapolsek.
Saat iut, lanjutn Kapolsek, korban meminta tolong kepada kedua rekannnya untuk diantarkan pulang, namun kedua rekannya menyuruh korban untuk beristirahat dulu, dengan berbaring diatas kursi namun tiba-tiba korban langsung kejang-kejang sambil muntah-muntah dan tidak sadarkan diri.
“Kedua saksi langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar kandang, namun setelah itu korban diketahui sudah meninggal dunia,” lanjut Kapolsek.
Setelah pihaknya menerima laporan, Kapolsek bersama anggota dan petugas medis segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan identifikasi dan olah TKP.

Dari hasil identifikasi diketahui ciri -ciri mayat, panjang mayat 165 sentimeter, rambut hitam lurus, kulit sawa matang. Korban memakai kaos oblong tanpa lengan warna biru muda dan memakai celana pendek warna biru kombinasi abu-abu.
Sedangkan dari hasil visum luar yang dilaksanakan petugas medis dari Puskesmas Baureno, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
“Diduga korban meninggal karena terkena serangan jantung.” jelas Kapolsek.
Setelah dilakukan musyawarah dengan pihak keluarga, ahli waris korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, disaksikan oleh perangkat desa setempat dan setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman.
“Jenazah korban langsung diserahkan kepada ahli warisnya untuk proses pemakaman,” pungkas Kapolsek. (red/imm)































.md.jpg)






