Peristiwa Gantung Diri
Diduga Akibat Depresi Seorang Warga Tambakrejo Bojonegoro Gantung Diri di Sawah
Minggu, 28 Oktober 2018 15:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro (Tambakrejo) - Lagi-lagi, seorang warga di Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro, akhiri hidup dengan gantung diri.
Korban diketahui bernama Midin (63) warga Desa Turi RT 007 RW 001 Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. Pada Minggu (28/10/2018) sekira pukul 06.00 WIB, ditemukan oleh tetangganya yang bernama Wariman (51), meninggal gantung diri di pematang sawah dengan menggunakan tali pramuka warna putih.
Diduga, korban mengalami depresi akibat sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh, sehingga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Sebagaimana diterangkan Kapolsek Tambakrejo, AKP HM Mohtarom SH, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula pada Minggu (28/10/2018) sekira pukul 06.00 WIB, saksi Wariman, tetangga korban, sedang mengecek pompa air di sawah.
“Saat itu saksi melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia gantung diri, di pembatas atau pematang sawah dengan menggunakan tali pramuka warna putih, dengan cara tali tersebut dikaitkan di patok kayu yang ditanam di tanah yang posisinya lebih tinggi atau pada berbentuk tebing.” terang Kapolsek.
Mengetahui hal tersebut, saksi Wariman segera memanggil anak menantu korban yang bernama Sutiono (39) dan saksi Kasmari (40) untuk membantu mengevakuasi korban.
“Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke kepala desa setempat dan ke Polsek Tambakrejo,” terang Kapolsek.
Selanjutnya korban dibawa kerumah duka dan dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter puskesmas Tambakrejo dan tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan.
Kapolsek menambahkan, setelah pihaknya menerima laporan, dirinya bersama anggota segera menuju lokasi kejadian, guna melakukan identifikasi dan olah TKP. Dari hasil olah TKP diketahui korban mengenakan celana panjang warna biru dan baju kotak-kotak warna abu-abu.
Sementara dari hasil pemeriksaan petugas medis dari Puskesmas Tambakrejo bersama anggota dan perangkat desa serta disaksikan pihak keluarga, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
“Tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban meninggal dunia murni karena gantung diri,” jelas Kapolsek
Sementara, berdasarkan keterangan keluarganya, bahwa korban sudah lama mengalami depresi akibat sakit menahun. Selain itu, dari keterangan warga setempat, di akhir hidupnya, korban tinggal sendirian di rumah kecil, yang tak jauh dari rumah anak kandungnya.
Atas kejadian tersebut, ahli waris korban sudah menerima dengan ikhlas dan menganggap sebagai musibah. Atas permintaan ahli-warisnya, jenazah korban tidak di otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan yang diketahui dan disaksikan oleh kepala desa setempat.
“Setelah dibuatkan berita acara, selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk proses pemakaman,” terang Kapolsek. (red/imm)































.md.jpg)






