Operasi Patuh Semeru 2019
Jelang Operasi Patuh Semeru 2019, Polres Bojonegoro Gelar Latihan Pra Operasi
Minggu, 25 Agustus 2019 09:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Dalam rangka persiapan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2019, yang menurut rencana akan dilaksanakan selama 14 hari mulai tanggal 29 Agustus 2019 sampai 11 September 2019 mendatang. Polres Bojonegoro pada Sabtu (24/08/2019) laksanakan Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Patuh Semeru 2019.
Kegiatan digelar di ruang rapat utama (rupatama) Polres Bojonegoro tersebut dibuka oleh Wakapolres Bojonegoro, Kompol Achmad Fauzy SH SIK MIK, di dampingi Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Teguh Santoso SE dan diikuti oleh Kasat Lantas Kasat Lantas, AKP Aristianto Budi Sutrisno SH SIK MH, dan Kasat Sabhara AKP Yusis Budi Rahmanto SH, serta anggota yang ditunjuk dalam pelaksanaan Ops Patuh Semeru 2019.
Wakapolres Bojonegoro, Kompol Achmad Fauzy SH SIK MIK, saat beri sambutan dalam Lat Pra Ops Patuh Semeru 2019 Polres Bojonegoro, di ruang rapat utama (rupatama) Polres Bojonegoro. Sabtu (24/08/2019)
Dalam sambutannya, Wakapolres menuturkan bahwa Latihan Pra Operasi itu sebagai langkah persiapan untuk melaksanakan Ops Patuh Semeru 2019, dengan mengedepankan fungsi lalu lintas dengan penekanan peran aktif masing-masing personel satuan tugas (satgas) untuk menindak pelanggaran khususnya yang berpotensi penyebab kecelakaan.
Wakapolres juga menuturkan bahwa perlunya penambahan target operasi sesuai karakteristik wilayah, salah satunya kendaraan muatan berlebihan (overloading), sehingga sasaran yang akan dicapai diantaranya turunnya angka kecelakaan, dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas dapat terwujud.
Selain menargetkan turunnya angka kecelakaan, dalam arahannya Wakapolres Bojonegoro juga mengimbau kepada anggota yang terlibat untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
"Pelaksanakan operasi ini dengan humanis serta sesuai dengan standart operating prosedure. Walaupun melakukan penindakan terhadap pelanggar tetap kita kedepankan senyum, sapa, salam," kata Wakapolres Kompol Achmad Fauzy.
Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Teguh Santoso SE saat beri paparan dalam Lat Pra Ops Patuh Semeru 2019 Polres Bojonegoro, di ruang rapat utama (rupatama) Polres Bojonegoro. Sabtu (24/08/2019)
Sementara itu, Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Teguh Santoso E, saat mendampingi Wakapolres menyampaikan, bahwa tujuan pelaksanaan Lat Pra Ops tersebut agar anggota yang terlibat memahami tugas masing-masing, sehingga dalam pelaksanaan operasi, anggota yang terlibat dibawah komando masing-masing Kasatgas sesuai dengan sasaran dan target operasi, dan tidak berjalan sendiri - sendiri serta tepat sasaran.
"Terkait konsep operasi, bersifat terbuka dalam bentuk harkamseltibcarlantas, dengan mengutamakan penindakan selektif prioritas yang bersifat humanis." kata Kompol Teguh Santoso.
Setelah dibuka dan diberikan arahan oleh Wakapolres, Kegiatan dilanjutkan dengan paparan Kabag Ops, penyampaian materi dan pelatihan oleh Kasat Lantas, AKP Aristianto BS SH SIK MH, tentang penyampaian hasil analisa dan evaluasi (anev) kecelakaan nasional yang didominasi profesi karyawan atau swasta dan pelajar.
Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Aristianto BS SH SIK MH, saat beri paparan dalam Lat Pra Ops Patuh Semeru 2019 Polres Bojonegoro, di ruang rapat utama (rupatama) Polres Bojonegoro. Sabtu (24/08/2019)
Menurut Kasat Lantas, ada delapan pelanggaran prioritas atau utama yang menjadi perhatian serius petugas kepolisian selama operasi berlangsung, yaitu pengendara roda dua tidak gunakan helm, pengemudi roda empat yang tidak menggunakan sabuk keselamatan (safety belt), pengemudi melebihi batas kecepatan, pengendara melawan arus, berkendara dalam kondisi mabuk, pengendara anak di bawah umur, menggunakan HP saat berkendara, penggunaan lampu rotator dan strobo.
"Terhadap seluruh anggota yang terlibat harap memperhatikan terkait delapan pelanggaran prioritas yang dilakukan penindakan," kata Kasat lantas.
Pada kessempatan tersebut, Kasat Lantas juga memberikan materi pelatihan gerakan pengaturan lalu lintas, sehingga dalam pengaturan dapat terlihat jelas dan dimengerti oleh pengguna jalan.
"Latihan ini sifatnya untuk meningkatkan kemampuan anggota, khususnya dalam fungsi teknis lalulintas, ” kata Kasat Lantas. (red/imm)