News Ticker
  • Update Corona Bojonegoro 4 Agustus: Confirm 251, Dirawat 24, Sembuh 199, Meninggal 28
  • Hari Ini di Bojonegoro Confirm Covid-19 Sembuh 2 Orang, Kasus Baru 2 Orang
  • Pemkab Blora Terima Penghargaan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor dari BKKBN
  • Ademos Bersama Sejumlah Lembaga, Dukung Pemkab Bojonegoro Tangani Covid-19
  • Polres Bojonegoro Kampanyekan Pemakaian Masker dengan Bagikan Masker Gratis pada Warga
  • Hingga Juni 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka di Bojonegoro Capai 39 Ribu Lebih
  • Update Corona Bojonegoro 3 Agustus: Confirm 248, Dirawat 23, Sembuh 197, Meninggal 28
  • Hari Ini di Bojonegoro Confirm Covid-19 Sembuh 3 Orang, Kasus Baru 2 Orang, Meninggal 1 Orang
  • Hendak Perbaiki Pompa Air, Warga Kalitidu Bojonegoro Meninggal Dunia Tersengat Listrik
  • Polres Blora Amankan 10 Tersangka Curanmor Berikut Barang Bukti 17 Sepeda Motor
  • Dinas Pertanian Bojonegoro dan Petrokimia Gresik Lakukan Penyemprotan Pupuk di Lahan Petani
  • Update Corona Bojonegoro 2 Agustus: Suspect 9, Confirm 246, Dirawat 25, Sembuh 194, Meninggal 27
  • Hari Ini di Bojonegoro Tidak Ada Kasus Baru Confirm Covid-19, Sembuh 2 Orang
  • Omah Aspirasi, Sarana Bupati Bojonegoro untuk Jaring Aspirasi Masyarakat
  • Tabrakan Motor di Kapas Bojonegoro, Kedua Pengendara Luka-Luka
  • Update Corona Bojonegoro 1 Agustus: Suspect 11, Confirm 246, Dirawat 27, Sembuh 192, Meninggal 27
  • Hari Ini Confirm Covid-19 di Bojonegoro Sembuh 1 Orang, Kasus Baru 3 Orang, Meninggal 1 Orang
  • PWI Blora bersama Pertamina EP Asset 4 Cepu, Salurkan Hewan Kurban pada Warga
  • ExxonMobil Indonesia Tunjuk Melanie Cook jadi Presiden Baru
  • Update Corona Bojonegoro 31 Juli: Suspect 14, Confirm 243, Dirawat 26, Sembuh 191, Meninggal 26
  • Seorang Warga Baureno Bojonegoro, Meninggal Akibat Tersengat Listrik Jebakan Tikus di Sawah
  • Iduladha 1441 H, Polres Bojonegoro Kurban 17 Ekor Sapi dan 26 Ekor Kambing
  • Bupati Bojonegoro Salat Iduladha Bersama Masyarakat Desa Bakung Kecamatan Kanor
  • Kecelakaan Motor di Padangan Bojonegoro, 2 Orang Pengendara Motor Luka-Luka
  • Diduga Akibat Tungku, Gudang Kayu Milik Warga Sukorejo, Bojonegoro Kota Terbakar

Virus Corona

Peran Media Massa di Tengah Pandemi Covid-19

COVID-19 pertama kali dilaporkan di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Sumber penularan 'pneumonia misterius" ini masih belum diketahui pasti, tetapi kasus pertama dikaitkan dengan pasar ikan di Wuhan.
Sejak 31 Desember 2019, kasus ini meningkat pesat, yang kemudian menyebar dengan cepat ke sejumlah negara dan teritori. Saat ini virus tersebut telah menyebar secara global dan dinyatakan sebagai pandemi global.
 
 
Ratusan ribu hingga jutaan orang dinyatakan positif mengidap virus ini. Bahkan tidak sedikit korban jiwa yang jatuh karena virus misterius ini. Penyebaran penyakit ini telah memberikan dampak luas secara sosial dan ekonomi. Selain itu masih banyak kontroversi seputar penyakit ini, termasuk dalam aspek penegakkan diagnosis, tata laksana, hingga pencegahan.
 
Awalnya, penyakit ini dinamakan sebagai 2019 novel coronavirus (2019-nCoV), kemudian WHO mengumumkan nama baru pada 11 Februari 2020, yaitu Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Sementara, Covid-19 pertama dilaporkan di Indonesia pada 2 Maret 2020.
 
Media telah mengikuti setiap perkembangan dari kejadian ini, dengan berbagai cerita, judul berita yang tak ada hentinya, dan pembaruan status terus menerus selama kurang lebih 3 bulan terakhir. Dapat dilihat ada beberap tantangan yang harus dihadapi wartawan atau jurnalis selama pandemi Covid-19, dan bagaimana peran media dalam mengendalikan isu yang ada.
 
Sudah terhitung kurang lebih empat bulan sejak wabah Covid-19 pertama kali dilaporkan. Jika kita membandingkan jumlah yang diketahui saat pertama kali virus ini muncul dengan jumlah yang diketahui sekarang, kasus ini memang luar biasa. Rentetan cerita baru terus bermunculan, membuat bingung siapapun yang mencoba mengikuti cerita ini. Sepenggal berita yang kita baca pagi ini, bisa saja sudah kadaluarsa di pagi selanjutnya karena banyaknya informasi yang terus masuk. Banyaknya informasi yang masuk ini juga yang membuat masyarakat sulit membangun kepercayaan karena banyak pandangan dan pendapat berbeda mengenai kasus-kasus virus ini.
 
Dengan keadaan yang sedemikian rupa ini, wartawan, jurnalis, dan organisasi (perusahaan) media memiliki peran penting dalam mengikuti perkembangan wabah dengan informasi yang dapat diandalkan dan memeriksa (melakukan klarifikasi) fakta dari informasi tersebut, agar tetap bisa dijadikan sumber terpercaya oleh masyarakat.
 
Salah satu bagian yang paling mudah bergerak dalam wabah ini adalah jumlah kasus yang terus meningkat setia harinya. Jumlah yang terus bertambah ini sudah jelas menarik perhatian publik, tetapi juga penting untuk mengomunikasikan cerita dibalik angka-angka tersebut, apa yang akan dilakukan negara untuk merespon penyakit ini dan apa yang dapat dilakukan individu, juga memastikan cerita ini memiliki informasi yang dapat ditindaklanjuti, agar masyarakat dapat percaya. Masyarakat akan merasa lebih lega dan nyaman saat informasi terkait isu ini jelas dan transparan.
 
 
Awalnya, wabah Covid-19 ini hanya berdampak pada bidang kesehatan dan sains saja. Namun, setelah penyebarannya terjadi secara global, penyakit baru ini mulai memengaruhi berbagai bidang lain, seperti pariwisata dan perjalanan, ekonomi dan bisnis, bahkan olahraga.
 
Adapun kasus dari dampak wabah ini antara lain pembatasan perjalanan yang diberlakukan sebagian besar negara guna menghindari penyebaran wabah, ketakutan akan pasar saham yang bisa saja turun kapan saja, sampai potensi pembatalan Olimpiada Tokyo 2020.
Kejadian-kejadian tidak terduga ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi jurnalis dan perusahaan media. Banyak jurnalis yang sekarang meliput, harus belajar tentang wabah Covid-19 ini, karena adanya potensi kesalahan informasi secara tidak sengaja yang berujung menyesatkan masyarakat luas.
 
Masalah yang sedang dihadapi banyak media saat ini adalah penyebaran informasi yang salah. Hal ini sering dan masih banyak terjadi; tidak hanya di bidang kesehatan dan sains, tetapi juga di bidang politik atau pun bidang-bidang lainnya. Banyak teori beredar tentang SARS-CoV-2, menyatakan bahwa virus ini merupakan rekayasa di laboratorium sebagai agen bioterorisme atau disebabkan oleh jaringan seluler 5G, padahal kenyataan lapangan belum atau bahkan tidak ada kaitannya dengan teori-teori tersebut.
Selain banyaknya teori-teori yang beredar, ada juga banyak oknum yang memanfaatkan momen ini untuk melakukan kecurangan, seperti mempromosikan obat Covid-19 palsu dengan harga tertentu atau menjual sanitizer dan masker dengan harga berkali-kali lipat lebih mahal dari harga normal.
 
Tantangan lain yang harus dihadapi adalah menghindari stigma. Di awal penyebaran wabah Covid-19, sebelum penyakit ini resmi diberi nama tersebut, tidak sedikit pihak yang menyebut virus ini sebagai 'virus Wuhan’. Secara tidak langsung, kata-kata ini memiliki kecenderungan menstigmasi individu yang berada di wilayah tersebut. Yang lebih parahnya lagi, hal ini bisa memengaruhi hubungan dengan orang-orang dari etnis tersebut, bahkan dapat memicu ketakutan dan xenophobia. (red, xenophobia adalah ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain atau orang yang dianggap asing. sumber: wikipedia)
 
Tumbuhnya stigma dalam masyarakat dapat memperburuk keadaan, terutama pada pengendalian wabah. Individu dari wilayah tersebut akan menyembunyikan penyakit atau gejala terkait penyakit tersebut untuk menghindari diskriminasi atau mencegah layanan kesehatan. Padahal saat-saat seperti ini bukanlah waktunya untuk menyebar rumor dan stigma, tetapi menumbuhkan solidaritas.
 
Peran sumber media terpercaya bukan hanya untuk mengabaikan tetapi juga menyangkal informasi yang salah. Hal ini dapat dilakukan dengan memikirkan apa atau siapa yang mungkin dipercayai audiens, seperti pakar terpercaya, menunjukkan empati kepada mereka yang terkena dampak, atau menggunakan bahasa yang sesuai dalam menyampaikan isu.
Bahasa yang tepat sangat diperlukan untuk melawan stigma. Virus tidak membedakan antara kebangsaan atau hal lain, jadi tidak ada alasan bagi jurnalis untuk menulis stigma yang bisa merugikan pihak tertentu. Daripada membuat berita yang akan membangun stigma dan akhirnya merugikan pihak tertentu, akan lebih baik bagi para jurnalis untuk menawarkan informasi praktis kepada audiens, seperti nomor telepon lokal yang relevan untuk layanan kesehatan atau saran tentang mencuci tangan dan langkah lain untuk menghindarkan diri agar tidak terjangkit penyakit.
 
 
 
 
 
Media massa jelas memiliki peran besar dan beragam dengan kondisi masyarakat yang tengah berada di situasi seperti ini. Apa yang disampaikan media massa sudah pasti berpedoman pada kaidah jurnalistik yang berlaku juga sesuai dengan prinsip jurnalisme. Namun, media juga memiliki peran penting dalam memberikan sesuatu yang penting dan patut dipikirkan oleh masyarakat.
Media bukan mempengaruhi pikiran masyarakat tetapi memberikan isu yang harus dipikirkan. Dengan begitu, masyarakat akan menilai bahwa apa yang dianggap penting oleh media adalah hal yang juga harus dipikirkan atau setidaknya memengaruhi persepsi masyarakat terkait isu tersebut.
Hal ini sesuai dengan Agenda Setting Theory yang menggambarkan pengaruh media, di mana inti teori ini adalah pembentukan kepedulian dan perhatian masyarakat terkait isu yang ditampilkan.
 
Dalam Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, pada pasal 1 disebutkan bahwa pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya, dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.
 
Sementara pada Pasal 3 disebutkan bahwa pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial, serta pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi.
 
Sedangkan dalam pasal 6 disebutkan bahwa pers nasional melaksanakan peranannya untuk: memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui; menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan; mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
 
 
 
Media massa memiliki beragam peran dan fungsi dalam berbagai aspek kehidupan yang merupakan bentuk alat komunikasi massa yang didefinisikan sebagai proses menyampaikan dan bertukar informasi kepada khalayak secara luas dan beragam, dalam upaya mempengaruhi dengan berbagai cara.
Hingga saat ini, media massa menjadi kebutuhan dalam kehidupan manusia. Informasi dari isu yang sedang ramai dibicarakan bisa didapatkan di sini dengan mudah, khususnya melalui media siber; hanya perlu mengetik kata kunci tentang suatu isu, dalam waktu beberapa detik beragam informasi akan ditampilkan.
 
Peran dan fungsi media massa ini juga berlaku pada isu yang sedang dan masih ramai dibicarakan ini, yaitu Covid-19. Tanpa adanya media massa, masyarakat tidak akan pernah tahu seberapa menakutkan wabah baru yang misterius ini, masyarakat tidak akan pernah tahu perkembangan dari kasus diberbagai negara di dunia, masyarakat tidak akan pernah tahu upaya penanggulangan atau cara untuk sekadar menjauhkan diri agar tidak tertular. Tanpa adanya media massa, dari mana masyarakat akan tahu berapa puluh ribu kasus yang bertambah, berapa juta kasus yang masuk, berapa ratus ribu orang yang telah sembuh, atau bahkan berapa ratus ribu orang yang meninggal karena wabah ini.
 
Dengan ini, media massa punya peran besar dan beragam bagi masyarakat. wartawan, jurnalis, dan perusahaan media, harus memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya dan dengan bijaksana. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat lalu menyebarkan berita yang dapat dipertanggungjawabkan, sesuai fakta dan tidak menyesatkan. Masyarakat yang menggunakan juga diharuskan tetap berhati-hati dalam memilih berita dengan tidak mudah percaya pada berita yang belum tentu benar faktanya dan dengan memberikan tanggapan positif pada setiap isu yang dibicarakan. (*/imm)
 
 
*) Penulis: Mahasiswi D3 Hubungan Masyarakat, UNS Surakarta
 
Ilustrasi: Coronavirus Infographic (sumber: freepik)
 
 
Berita Terkait

Videotorial

InsertLive Covid Campaign: Kampanye Lawan Corona

#MediaLawanCovid19

InsertLive Covid Campaign: Kampanye Lawan Corona

#MediaLawanCovid19 kembali meluncurkan konten edukasi bersama, salah satunya melalui video, pada Minggu (29/03/2020) . Kampanye besar kedua ini dilakukan untuk ...

Berita Video

Video Prosesi Pemakaman Positif Corona Asal Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro

Berita Video

Video Prosesi Pemakaman Positif Corona Asal Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro

Bojonegoro - Seorang warga Kabupaten Bojonegoro, yang berstatus positif terkonfirmasi virus Corona (Covid-19), pada Sabtu (11/07/2020), sekitar pukul 01.30 WIB ...

Teras

Mempertanyakan Keseriusan Manajemen Persibo Bojonegoro #2

Mempertanyakan Keseriusan Manajemen Persibo Bojonegoro #2

DALAM tulisan sebelumnya, untuk kembali membangun Persibo, menurut penulis paling tidak ada tiga hal utama yaitu, pertama aspek legalitas, kedua ...

Opini

Covid Butuh Penanganan Solutif

Covid Butuh Penanganan Solutif

Setelah menerapkan PSBB (Pembatasan sosial Berskala Besar) dan terjadi berbagai pelangaran, kini pemerintah menerapkan new normal. Terhitung sejak ditetapkannya surat ...

Quote

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

Quote Islami

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

KONDISI mewabahnya virus Corona (Covid-19) dalam bulan Ramadan ini tidak mengalami penurunan, bahkan semakin meningkat, maka untuk mencegah bahkan memutus ...

Sosok

Petani di Ngasem Bojonegoro ini Mencoba Peruntungan Dengan Menanam Buncis

Petani di Ngasem Bojonegoro ini Mencoba Peruntungan Dengan Menanam Buncis

Bojonegoro - Berawal dari niat untuk memaksimalkan hasil dari sawah yang dimilikinya, Charis Manan (39) petani asal Dusun Gempol Garut ...

Eksis

Zulma, Produksi Video Klip Gandeng Sineas dan Musisi Milenial Bojonegoro

Zulma, Produksi Video Klip Gandeng Sineas dan Musisi Milenial Bojonegoro

Bojonegoro - Kepedulian sutradara muda asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Zulma Dwi Satrio Putra terhadap kesenian dan budaya lokal Bojonegoro ...

Infotorial

Program Pengembangan Masyarakat ExxonMobil Cepu Limited

Program Pengembangan Masyarakat ExxonMobil Cepu Limited

Banyu Kanggo Urip Banyune Resik, Uripe Apik AIR BERSIH merupakan kebutuhan dasar bagi kita. Seluruh aspek kehidupan ditunjang dengan keberadaan ...

Berita Foto

Foto Proses Evakuasi Korban Tertimbun Longsoran Galian Sumur di Sumberrejo Bojonegoro

Berita Foto

Foto Proses Evakuasi Korban Tertimbun Longsoran Galian Sumur di Sumberrejo Bojonegoro

Bojonegoro - Diberitakan sebelumnya, Tim SAR Gabungan Kabupaten Bojonegoro, masih terus berupaya melakukan evakuasi terhadap korban Saki (48) warga Dusun ...

Feature

Tradisi Nyadran di Desa Napis Tambakrejo Bojonegoro, Kearifan Lokal yang Masih Dilestarikan

Tradisi Nyadran di Desa Napis Tambakrejo Bojonegoro, Kearifan Lokal yang Masih Dilestarikan

Bojonegoro - Sebagian masyarakat Desa Napis Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro pada Jumat (07/02/2020) pagi, menggelar tradisi Nyadran atau Manganan, dengan ...

Religi

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

Oase Ramadan

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

KARENA pelaksanaan salat idulfitri berjamaah di tanah lapang atau di masjid rentan mengorbankan kepentingan yang lebih utama, yaitu memutus rantai ...

Pelesir

Pemerintah Desa Kunci Dander, Bojonegoro, Mulai Kembangkan Potensi Wisata Alam Gua Macan

Wisata

Pemerintah Desa Kunci Dander, Bojonegoro, Mulai Kembangkan Potensi Wisata Alam Gua Macan

Bojonegoro Pemerintah Desa Kunci Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai melakukan upaya pengembangan potensi wisata alam di desa tersebut, ...

Hiburan

Cak Nun bersama Kyai Kanjeng Meriahkan Full Moon Festival di Negeri Atas Angin Bojonegoro

Full Moon Festival #2

Cak Nun bersama Kyai Kanjeng Meriahkan Full Moon Festival di Negeri Atas Angin Bojonegoro

Bojonegoro - Full Moon Festival kembali digelar untuk yang kedua kalinya, Selasa (10/03/2020) malam, di puncak di Negeri Atas Angin ...

Statistik

Hari ini

141 kunjungan

201 halaman dibuka

22 pengunjung online

Bulan ini

22.987 kunjungan

31.115 halaman dibuka

Tahun ini

2.545.908 kunjungan

3.661.191 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 600.780

Indonesia: 13.953

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1596571146.7471 at start, 1596571146.9351 at end, 0.1880419254303 sec elapsed