News Ticker
  • Pekerja PEPC Bersama Masyarakat, Lakukan Aksi Pelestarian Lingkungan di Bojonegoro
  • Bupati Ajak SKK Migas Jabanusa Dukung Pembangunan Blora
  • Guncangan Gempa di Malang Dirasakan Warga Bojonegoro
  • Jelang Ramadan, Petani Blewah di Desa Kadungrejo, Baureno, Bojonegoro, Raup Berkah
  • Peringati Hari Kartini, Pelukis Perempuan Bojonegoro Gelar Pameran Lukisan
  • Komunitas Difabel Blora Segera Punya Kantor Sekretariat
  • Kejaksaan Negeri Bojonegoro Beri Pembinaan Hukum pada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan
  • Sekjen Kementerian Agama RI Hadiri Launching Kartu Blora Mengaji
  • Kapolres Bojonegoro Ajak Muslimat dan Fatayat NU Bersinergi Tanggulangi Paham Radikalisme dan Intoleran
  • Kapolres Launching Program Orang Tua Asuh bagi Pelajar dan Mahasiswa Papua di Bojonegoro
  • 5 Kegiatan Bareng Orang Tua Ini Bantu Si Kecil Jalani Puasa Secara Maksimal
  • Inilah Pejabat dan Kepala Sekolah di Lingkup Pemkab Bojonegoro yang Baru Dilantik Bupati
  • Bupati Bojonegoro Lantik 2 Pejabat Administrator dan 131 Kepala Sekolah yang Baru Dimutasi
  • Bupati Bojonegoro Laksanakan Groundbreaking Pembangunan Jembatan Kanor-Rengel
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, 3 Rumah di Bojonegoro Kota, Terbakar, Kerugian Rp 505 Juta
  • EMCL Beri Pelatihan Relawan Keselamatan Jalur Pipa di Bojonegoro dan Tuban
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek Pengelolaan Bantuan Keuangan Kepada Desa
  • Terkait Larangan Mudik, Bupati Blora Akan Koordinasi dengan Gubernur Jateng
  • Kementerian Pertanian Lakukan Riset Pengembangan Padi Lahan Sawah Tadah Hujan di Blora
  • Komisaris Utama Pertamina, Ahok, Lakukan Kunjungan Kerja ke Proyek JTB di Bojonegoro
  • Kapolres Bojonegoro Beri Bantuan pada Istri Terduga Teroris di Temayang
  • Gedung Sekolah Dasar di Ngasem, Bojonegoro, Ambruk, Kerugian Capai Rp 150 Juta
  • Tips Praktis Menikmati Hiburan di Masa Pandemi
  • TPID Bojonegoro Gelar Pertemuan, Jaga Stabilitas Bahan Pokok Jelang Hari Besar Keagamaan

Virus Corona

Peran Media Massa di Tengah Pandemi Covid-19

COVID-19 pertama kali dilaporkan di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Sumber penularan 'pneumonia misterius" ini masih belum diketahui pasti, tetapi kasus pertama dikaitkan dengan pasar ikan di Wuhan.
Sejak 31 Desember 2019, kasus ini meningkat pesat, yang kemudian menyebar dengan cepat ke sejumlah negara dan teritori. Saat ini virus tersebut telah menyebar secara global dan dinyatakan sebagai pandemi global.
 
 
Ratusan ribu hingga jutaan orang dinyatakan positif mengidap virus ini. Bahkan tidak sedikit korban jiwa yang jatuh karena virus misterius ini. Penyebaran penyakit ini telah memberikan dampak luas secara sosial dan ekonomi. Selain itu masih banyak kontroversi seputar penyakit ini, termasuk dalam aspek penegakkan diagnosis, tata laksana, hingga pencegahan.
 
Awalnya, penyakit ini dinamakan sebagai 2019 novel coronavirus (2019-nCoV), kemudian WHO mengumumkan nama baru pada 11 Februari 2020, yaitu Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Sementara, Covid-19 pertama dilaporkan di Indonesia pada 2 Maret 2020.
 
Media telah mengikuti setiap perkembangan dari kejadian ini, dengan berbagai cerita, judul berita yang tak ada hentinya, dan pembaruan status terus menerus selama kurang lebih 3 bulan terakhir. Dapat dilihat ada beberap tantangan yang harus dihadapi wartawan atau jurnalis selama pandemi Covid-19, dan bagaimana peran media dalam mengendalikan isu yang ada.
 
Sudah terhitung kurang lebih empat bulan sejak wabah Covid-19 pertama kali dilaporkan. Jika kita membandingkan jumlah yang diketahui saat pertama kali virus ini muncul dengan jumlah yang diketahui sekarang, kasus ini memang luar biasa. Rentetan cerita baru terus bermunculan, membuat bingung siapapun yang mencoba mengikuti cerita ini. Sepenggal berita yang kita baca pagi ini, bisa saja sudah kadaluarsa di pagi selanjutnya karena banyaknya informasi yang terus masuk. Banyaknya informasi yang masuk ini juga yang membuat masyarakat sulit membangun kepercayaan karena banyak pandangan dan pendapat berbeda mengenai kasus-kasus virus ini.
 
Dengan keadaan yang sedemikian rupa ini, wartawan, jurnalis, dan organisasi (perusahaan) media memiliki peran penting dalam mengikuti perkembangan wabah dengan informasi yang dapat diandalkan dan memeriksa (melakukan klarifikasi) fakta dari informasi tersebut, agar tetap bisa dijadikan sumber terpercaya oleh masyarakat.
 
Salah satu bagian yang paling mudah bergerak dalam wabah ini adalah jumlah kasus yang terus meningkat setia harinya. Jumlah yang terus bertambah ini sudah jelas menarik perhatian publik, tetapi juga penting untuk mengomunikasikan cerita dibalik angka-angka tersebut, apa yang akan dilakukan negara untuk merespon penyakit ini dan apa yang dapat dilakukan individu, juga memastikan cerita ini memiliki informasi yang dapat ditindaklanjuti, agar masyarakat dapat percaya. Masyarakat akan merasa lebih lega dan nyaman saat informasi terkait isu ini jelas dan transparan.
 
 
Awalnya, wabah Covid-19 ini hanya berdampak pada bidang kesehatan dan sains saja. Namun, setelah penyebarannya terjadi secara global, penyakit baru ini mulai memengaruhi berbagai bidang lain, seperti pariwisata dan perjalanan, ekonomi dan bisnis, bahkan olahraga.
 
Adapun kasus dari dampak wabah ini antara lain pembatasan perjalanan yang diberlakukan sebagian besar negara guna menghindari penyebaran wabah, ketakutan akan pasar saham yang bisa saja turun kapan saja, sampai potensi pembatalan Olimpiada Tokyo 2020.
Kejadian-kejadian tidak terduga ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi jurnalis dan perusahaan media. Banyak jurnalis yang sekarang meliput, harus belajar tentang wabah Covid-19 ini, karena adanya potensi kesalahan informasi secara tidak sengaja yang berujung menyesatkan masyarakat luas.
 
Masalah yang sedang dihadapi banyak media saat ini adalah penyebaran informasi yang salah. Hal ini sering dan masih banyak terjadi; tidak hanya di bidang kesehatan dan sains, tetapi juga di bidang politik atau pun bidang-bidang lainnya. Banyak teori beredar tentang SARS-CoV-2, menyatakan bahwa virus ini merupakan rekayasa di laboratorium sebagai agen bioterorisme atau disebabkan oleh jaringan seluler 5G, padahal kenyataan lapangan belum atau bahkan tidak ada kaitannya dengan teori-teori tersebut.
Selain banyaknya teori-teori yang beredar, ada juga banyak oknum yang memanfaatkan momen ini untuk melakukan kecurangan, seperti mempromosikan obat Covid-19 palsu dengan harga tertentu atau menjual sanitizer dan masker dengan harga berkali-kali lipat lebih mahal dari harga normal.
 
Tantangan lain yang harus dihadapi adalah menghindari stigma. Di awal penyebaran wabah Covid-19, sebelum penyakit ini resmi diberi nama tersebut, tidak sedikit pihak yang menyebut virus ini sebagai 'virus Wuhan’. Secara tidak langsung, kata-kata ini memiliki kecenderungan menstigmasi individu yang berada di wilayah tersebut. Yang lebih parahnya lagi, hal ini bisa memengaruhi hubungan dengan orang-orang dari etnis tersebut, bahkan dapat memicu ketakutan dan xenophobia. (red, xenophobia adalah ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain atau orang yang dianggap asing. sumber: wikipedia)
 
Tumbuhnya stigma dalam masyarakat dapat memperburuk keadaan, terutama pada pengendalian wabah. Individu dari wilayah tersebut akan menyembunyikan penyakit atau gejala terkait penyakit tersebut untuk menghindari diskriminasi atau mencegah layanan kesehatan. Padahal saat-saat seperti ini bukanlah waktunya untuk menyebar rumor dan stigma, tetapi menumbuhkan solidaritas.
 
Peran sumber media terpercaya bukan hanya untuk mengabaikan tetapi juga menyangkal informasi yang salah. Hal ini dapat dilakukan dengan memikirkan apa atau siapa yang mungkin dipercayai audiens, seperti pakar terpercaya, menunjukkan empati kepada mereka yang terkena dampak, atau menggunakan bahasa yang sesuai dalam menyampaikan isu.
Bahasa yang tepat sangat diperlukan untuk melawan stigma. Virus tidak membedakan antara kebangsaan atau hal lain, jadi tidak ada alasan bagi jurnalis untuk menulis stigma yang bisa merugikan pihak tertentu. Daripada membuat berita yang akan membangun stigma dan akhirnya merugikan pihak tertentu, akan lebih baik bagi para jurnalis untuk menawarkan informasi praktis kepada audiens, seperti nomor telepon lokal yang relevan untuk layanan kesehatan atau saran tentang mencuci tangan dan langkah lain untuk menghindarkan diri agar tidak terjangkit penyakit.
 
 
 
 
 
Media massa jelas memiliki peran besar dan beragam dengan kondisi masyarakat yang tengah berada di situasi seperti ini. Apa yang disampaikan media massa sudah pasti berpedoman pada kaidah jurnalistik yang berlaku juga sesuai dengan prinsip jurnalisme. Namun, media juga memiliki peran penting dalam memberikan sesuatu yang penting dan patut dipikirkan oleh masyarakat.
Media bukan mempengaruhi pikiran masyarakat tetapi memberikan isu yang harus dipikirkan. Dengan begitu, masyarakat akan menilai bahwa apa yang dianggap penting oleh media adalah hal yang juga harus dipikirkan atau setidaknya memengaruhi persepsi masyarakat terkait isu tersebut.
Hal ini sesuai dengan Agenda Setting Theory yang menggambarkan pengaruh media, di mana inti teori ini adalah pembentukan kepedulian dan perhatian masyarakat terkait isu yang ditampilkan.
 
Dalam Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, pada pasal 1 disebutkan bahwa pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya, dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.
 
Sementara pada Pasal 3 disebutkan bahwa pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial, serta pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi.
 
Sedangkan dalam pasal 6 disebutkan bahwa pers nasional melaksanakan peranannya untuk: memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui; menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan; mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
 
 
 
Media massa memiliki beragam peran dan fungsi dalam berbagai aspek kehidupan yang merupakan bentuk alat komunikasi massa yang didefinisikan sebagai proses menyampaikan dan bertukar informasi kepada khalayak secara luas dan beragam, dalam upaya mempengaruhi dengan berbagai cara.
Hingga saat ini, media massa menjadi kebutuhan dalam kehidupan manusia. Informasi dari isu yang sedang ramai dibicarakan bisa didapatkan di sini dengan mudah, khususnya melalui media siber; hanya perlu mengetik kata kunci tentang suatu isu, dalam waktu beberapa detik beragam informasi akan ditampilkan.
 
Peran dan fungsi media massa ini juga berlaku pada isu yang sedang dan masih ramai dibicarakan ini, yaitu Covid-19. Tanpa adanya media massa, masyarakat tidak akan pernah tahu seberapa menakutkan wabah baru yang misterius ini, masyarakat tidak akan pernah tahu perkembangan dari kasus diberbagai negara di dunia, masyarakat tidak akan pernah tahu upaya penanggulangan atau cara untuk sekadar menjauhkan diri agar tidak tertular. Tanpa adanya media massa, dari mana masyarakat akan tahu berapa puluh ribu kasus yang bertambah, berapa juta kasus yang masuk, berapa ratus ribu orang yang telah sembuh, atau bahkan berapa ratus ribu orang yang meninggal karena wabah ini.
 
Dengan ini, media massa punya peran besar dan beragam bagi masyarakat. wartawan, jurnalis, dan perusahaan media, harus memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya dan dengan bijaksana. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat lalu menyebarkan berita yang dapat dipertanggungjawabkan, sesuai fakta dan tidak menyesatkan. Masyarakat yang menggunakan juga diharuskan tetap berhati-hati dalam memilih berita dengan tidak mudah percaya pada berita yang belum tentu benar faktanya dan dengan memberikan tanggapan positif pada setiap isu yang dibicarakan. (*/imm)
 
 
*) Penulis: Mahasiswi D3 Hubungan Masyarakat, UNS Surakarta
 
Ilustrasi: Coronavirus Infographic (sumber: freepik)
 
 
Berita Terkait

Videotorial

Video: Kapolres Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Videotorial

Video: Kapolres Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia SIK MM MH, beserta staf dan jajaran sampaikan ucapan Selamat Hari Natal 2020 dan ...

Berita Video

Heboh Seekor Buaya Muncul di Tengah Sawah di Temayang, Bojonegoro

Berita Video

Heboh Seekor Buaya Muncul di Tengah Sawah di Temayang, Bojonegoro

Bojonegoro - Seekor buaya air tawar (crocodylus novaeguinae) ditemukan di tengah sawah Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ...

Teras

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Peristiwa Orang Tersengat Listrik

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Bojonegoro - Berdasarkan data yang di himpun media ini, bahwa sejak Januari 2020 hingga Rabu (14/10/2020) hari ini, di Kabupaen ...

Opini

Tuberkulosis, Sang Monster yang Mematikan

Opini

Tuberkulosis, Sang Monster yang Mematikan

SAYA kali ini mencoba membahas penyakit TBC. Apakah nanti COVID-19 ini akan menjadi penyakit TBC yang sudah ratusan tahun kita ...

Quote

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

Quote Islami

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

KONDISI mewabahnya virus Corona (Covid-19) dalam bulan Ramadan ini tidak mengalami penurunan, bahkan semakin meningkat, maka untuk mencegah bahkan memutus ...

Sosok

Pameran Foto: Jejak Karya Almarhum Budi 'Uglu' Sugiharto

Pameran Foto: Jejak Karya Almarhum Budi 'Uglu' Sugiharto

Surabaya - Budi Sugiharto yang akrab disapa Uglu, pada Selasa (16/03/2021) sekitar pukul 06.00 WIB, tutup usia. Fotografer sekaligus wartawan ...

Eksis

Komunitas Difabel Blora Segera Punya Kantor Sekretariat

Komunitas Difabel Blora Segera Punya Kantor Sekretariat

Blora - Setelah belasan tahun numpang di rumah salah satu anggota, Komunitas Difabel Blora Mustika (DBM) akan segera memiliki kantor ...

Infotorial

5 Kegiatan Bareng Orang Tua Ini Bantu Si Kecil Jalani Puasa Secara Maksimal

5 Kegiatan Bareng Orang Tua Ini Bantu Si Kecil Jalani Puasa Secara Maksimal

BAGI setiap orang tua, keistimewaan untuk dapat menyelesaikan tanggung jawab kantor tanpa perlu berat hati meninggalkan si kecil di rumah ...

Berita Foto

Foto: Goa Janggut di Kawasan Hutan Ngorogunung, Bubulan, Bojonegoro

Berita Foto

Foto: Goa Janggut di Kawasan Hutan Ngorogunung, Bubulan, Bojonegoro

Bojonegoro - Goa Janggut memang masih belum banyak dikenal orang. Namun goa ini menyimpan keindahan berupa stalaktit dan stalagmit berusia ...

Feature

Desa Ngunut, Dander, Bojonegoro, Berupaya Kembangkan Agrowisata Jeruk Keprok

Desa Ngunut, Dander, Bojonegoro, Berupaya Kembangkan Agrowisata Jeruk Keprok

Bojonegoro - Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, selama ini dikenal karena memiliki objek wisata air Grogoland. Namun kini, sejumlah ...

Religi

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

Oase Ramadan

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

KARENA pelaksanaan salat idulfitri berjamaah di tanah lapang atau di masjid rentan mengorbankan kepentingan yang lebih utama, yaitu memutus rantai ...

Pelesir

Melihat Keindahan Goa Janggut di Kawasan Hutan Ngorogunung, Bubulan, Bojonegoro

Wisata Alam

Melihat Keindahan Goa Janggut di Kawasan Hutan Ngorogunung, Bubulan, Bojonegoro

Bojonegoro - Goa Janggut, merupakan goa yang berada di kawasan hutan lindung milik Perhutani, tepatnya di RPH Ngorogunung, BKPH Cilebung, ...

Hiburan

Peringati Hari Kartini, Pelukis Perempuan Bojonegoro Gelar Pameran Lukisan

Peringati Hari Kartini, Pelukis Perempuan Bojonegoro Gelar Pameran Lukisan

Bojonegoro - Sebanyak 50 lukisan hasil karya seni 16 pelukis perempuan Bojonegoro dan 5 pelukis perempuan dari Solo, Surabaya, dan ...

Statistik

Hari ini

1.598 kunjungan

2.168 halaman dibuka

125 pengunjung online

Bulan ini

35.222 kunjungan

51.901 halaman dibuka

Tahun ini

378.460 kunjungan

533.656 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 1.513.774

Indonesia: 36.497

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1618054909.7099 at start, 1618054909.8432 at end, 0.13329696655273 sec elapsed