News Ticker
  • Sasar 17 Kecamatan, Pemkab Bojonegoro Dukung Pelaksanaan Survei Seismik 2D Lamturo Demi Temukan Cadangan Migas Baru
  • Bojonegoro Urutan Ke-6 Kasus Perkawinan Anak di Jatim, DPRD Jatim dan Pemkab Dorong Penguatan Satgas PPKPA Hingga Desa
  • Cegah Nyeri Perut, Dokter Gizi Ingatkan Batas Toleransi Telat Makan dan Bahaya Asam Lambung
  • Mandiri Pakan Hingga Olah Kulit Kambing, Kelompok Ternak Srono Makmur Bojonegoro Masuk Penilaian Tingkat Jatim
  • Dukung Indonesia Emas 2045, Gubernur Khofifah Sampaikan Raperda Kepemudaan dan Keolahragaan Jatim
  • Kecelakaan Beruntun Tiga Kendaraan di Balenrejo Bojonegoro, Satu Luka Ringan
  • 31 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 31 Agustus 2026
  • Ulasan Film: Seni Merayu Tuhan — Saat Beragama Tak Lagi Soal Egoisme Mayoritas
  • Usung Tema Pesona Budaya Nusantara, 46 Kontingen dan 6 Tim Eksibisi Meriahkan Pawai Pembangunan Blora 2026
  • Waspadai Dampak Telat Makan, Dokter Gizi Ingatkan Batas Toleransi dan Risiko Asam Lambung
  • Diserbu 1.500 Pencari Kerja, Dinperinaker Bojonegoro Gelar Bejo Career Day 2026
  • 30 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 30 Agustus 2026
  • Tingkatkan Kedisiplinan Generasi Muda, 94 Peleton Pramuka Bojonegoro Ikuti Lomba Baris-Berbaris
  • Dua Kelompok Ternak Asal Bojonegoro Masuk Penilaian Agribisnis Peternakan Tingkat Jatim 2026
  • Waspadai Kerusakan Ginjal, Dokter Urologi Ingatkan Risiko Obat Herbal Hingga Vitamin C Berlebihan
  • Tingkatkan Keselamatan Pengguna Jalan, Dishub Bojonegoro Realisasikan Pemasangan Warning Light di 13 Titik
  • Dorong Program Prioritas Daerah, TP PKK Bojonegoro Tinjau Potensi Mandiri Warga Gedongarum Kanor
  • 28 Agustus dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 28 Agustus 2026
  • Siswa-Siswi SD di Bojonegoro Gelar Aksi Peduli Lingkungan
  • Tingkatkan Kapasitas Irigasi Pertanian, Dinas PU SDA Bojonegoro Rehabilitasi Embung Rowoglandang di Tambakrejo
  • Konsumsi Kopi Americano Pagi Hari Tak Efektif Pangkas Berat Badan Tanpa Defisit Kalori
Modin Desa Tak Perlu Takut Menangani Jenazah ODHA

Kasus HIV/AIDS di Bojonegoro (Bagian-4)

Modin Desa Tak Perlu Takut Menangani Jenazah ODHA

Oleh Mulyanto

Kota - Kasus penolakan terhadap jenazah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) kerap terjadi di masyarakat. Mereka tidak berani melakukan proses pemulasaran jenazah ODHA karena khawatir tertular penyakit tersebut.

Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro dr Wenny Diah, menyampaikan, penolakan masyarakat terhadap jenazah ODHA sebenarnya hanya karena kurangnya pengetahuan terkait HIV/AIDS. Potensi penularan tetap ada, hanya saja itu bukan infeksinya HIV/AIDS. Ketika jenazah ODHA itu didiamkan selama empat jam, virusnya akan mati sendiri.

"Ada dua kecamatan yang paling banyak penderita HIV/AIDS-nya, yaitu Dander dan Kalitidu. Di wilayah tersebut, Dinkes sudah melakukan sosialisasi dan pelatihan bagaimana mengurus jenazah ODHA yang benar," ujar Wenny kepada beritabojonegoro.com, beberapa waktu lalu.

Dia menyebutkan, para modin desa sebagai tokoh pertama dalam setiap pemulasaraan jenazah harus banyak dilibatkan. Karena itu mereka perlu juga dibekali pengetahuan tentang HIV/AIDS dan dilatih bagaimana menangani jenazah ODHA, mulai dari memandikan, mengangkat, mengafani, menguburkannya, hingga tindakan pasca penguburan.

"Dinkes telah melatih sekitar 175 modin desa di wilayah Bojonegoro, khususnya kecamatan yang rawan HIV/AIDS. Agar mereka paham bagaimana cara memandikan jenazah ODHA yang benar dan aman," imbuhnya.

Disampaikan pula, penanganan jenazah ODHA tidak mesti menggunakan standar prosedur rumah sakit. Sebab, perlu juga disesuaikan dengan kemampuan masyarakat setempat. Prinsipnya adalah menitikberatkan terpenuhinya alat pelindung diri bagi tenaga pemulasaran jenazah ODHA.

Alat pelindung diri yang dibutuhkan sebenarnya mudah didapat di pasaran dan terjangkau dari segi harga. Alat pelindung itu meliputi sarung tangan, celemek plastik, penutup kepala, penutup hidung atau masker, kacamata, serta sepatu bot.

Selain alat pelindung, yang perlu diperhatikan dalam merawat jenazah ODHA adalah pembuangan air limbah bekas untuk memandikan jenazah. Bekas air itu pembuangannya harus dilokalisir sedemikian rupa dalam satu tempat lalu ditimbun. Jangan dibuang secara sembarangan.

Setelah proses pemulasaraan jenazah selesai, semua peralatan bekas pemulasaran harus dicuci dengan larutan klorin. Termasuk juga tangan, kaki, dan baju petugas rawat jenazah. Begitu pula kain yang dipakai sebagai telasar atau tutup jenazah. (mol/tap)

 

*) Foto dari ngawikab.go.id

Banner Ucapan HUT RI-ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1788174269.8331 at start, 1788174270.8577 at end, 1.0246069431305 sec elapsed