News Ticker
  • Wabup Nurul Azizah Tegaskan Pentingnya Pelayanan Informasi Publik yang Responsif di Media Sosial OPD Bojonegoro
  • DLH Blora dan Pertamina EP Cepu Bangun Polinator Garden, Jaga Ekosistem Kupu Kupu Lokal
  • Wujudkan Kemandirian Pangan Pemkab Bojonegoro Luncurkan Beras Premium Merek Rojo Nogo
  • 30 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 30 Juni 2026
  • Polres Blora Amankan Maling Motor di Todanan, Beraksi Saat Rumah Korban Kosong
  • DMI Bojonegoro Gelar Musda Lima Tahunan, Evaluasi Kepengurusan dan Siapkan Regenerasi
  • Jaga Keandalan Jalur Rel, PT KAI Lakukan Perbaikan Geometri Perlintasan Sebidang Bayeman Baureno
  • Malu Anaknya Hamil di Luar Nikah, Ibu di Balen, Bojonegoro Nekat Aborsi Pakai Obat Tukak Lambung
  • Gubernur Khofifah Pastikan Pasokan Biosolar di Jawa Timur Aman
  • Cara Mudah Membedakan Batuk Flu Biasa dengan Gejala Awal TBC Menurut Praktisi Kesehatan
  • 29 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 29 Juni 2026
  • Film The Furious Sajikan Cerita Berbalut Seni Bela Diri Pemicu Adrenalin
  • Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro Senilai Rp78 M Mulai Dikerjakan Pekan Kedua Juli 2026
  • Menilik Tradisi Ngopi dari Sisi Medis, Khasiat Jangka Panjangnya, dan Sisi Gelap Kafein bagi Tubuh
  • 28 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 28 Juni 2026
  • Kenali Enam Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Bisa Merusak Organ Ginjal Menurut Ahli Urologi
  • Pantes Budal Volume 6 Sajikan Pertunjukan Seni Reog Malam Nanti
  • Rahmat Junaidi dari Inspektorat Bojonegoro Sabet Penghargaan ASN Inspiratif dan Berintegritas dari BKN
  • 27 Juni dalam Sejarah
  • Gagal Mendahului di Jalur Balen-Bojonegoro, Pengendara NMax Tewas Usai Adu Banteng dengan Truk
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 27 Juni 2026
HIV/AIDS, Masihkah Ditakuti?

HIV/AIDS, Masihkah Ditakuti?

*Oleh Dr Achmad Budi Karyono

PADA awal tahun 1980-an dunia dihebohkan oleh penyakit baru yang sangat mematikan dan sangat mudah menular. Mata rantai penularan memang banyak, tetapi sorotan tajam mengarah kepada penularan lewat hubungan seksual. Dan memang kasus yang dilaporkan pertama kali pada tahun 1981 adalah penularan karena hubungan seksual sesama jenis.

Disinilah gemparnya dunia dengan kedatangan penyakit ini, yang kebanyakan ‘dipelopori’ publik figur dunia pula. Sedangkan penemuan kasus pertama kali di Indonesia pada tahun 1987, seorang wisatawan mancanegara meninggal di Bali yang ternyata 2 tahun sebelumnya kedapatan mengidap AIDS. Maka gempar pulalah Indonesia, walau pada saat itu masih terkesan agak ditutupi dan terkesan tabu untuk diungkap terbuka.

Hari ini tanggal 1 Desember, dunia telah menetapkan sebagai Hari AIDS sedunia, sebagai pengingat kita semua agar harus selalu waspada terhadap penyakit yang satu ini. Penyakit berbahaya ini masih menjadi ‘siluman’, masih disembunyikan oleh pengidapnya. Mereka kurang atau bahkan tidak memahami sama sekali, bahwa dengan cara seperti itu akan membahayakan bagi dirinya dan sangat membahayakan bagi orang lain. Dalam hal ini juga sangat ‘mengancam’ para petugas kesehatan yang sedang memberi pertolongan dirinya.

Perlu diketahui juga bahwa kasus HIV/AIDS telah meningkat begitu tajam, sehingga tercatat negara kita tercinta menduduki peringkat 3 di Asia setelah Cina dan India, bahkan ‘mengalahkan’ Thailand. DKI Jakarta memiliki jumlah penderita HIV/ AIDS tertinggi di Indonesia, diikuti Jawa Timur, Papua, Jawa Barat, dan Bali.

Hingga 31 Desember 2011, kasus HIV di Indonesia mencapai sekitar 75.000 kasus dan kasus AIDS sebesar lebih dari 30.000 kasus. Total kasus HIV AIDS di Indonesia adalah 105.000 kasus lebih. Bila dahulu faktor risiko pengguna narkoba suntik merupakan cara penularan tertinggi infeksi HIV di Indonesia, maka saat ini kelompok heteroseksual memiliki jumlah terbanyak.

Itupun merupakan angka yang tercatat, padahal pada realitasnya kasus terpendam seperti ini mengikuti pola fenomena gunung es, artinya kasus tersembunyi yang tidak terlaporkan lebih banyak. Betapa ngeri kalau kita memahami penyebaran penyakit ini, yang seakan aktif bergerilya mencari mangsa disekitar kita yang terkadang tanpa kita sadari pula.

Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi  yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip. Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (disingkat HIV)  yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa dilibas habis atau disembuhkan.

AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV adalah virus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, dikelenjar getah bening. HIV merusak sel kekebalan secara langsung dan tidak langsung, padahal sel kekebalan dibutuhkan agar sistem ketahanan tubuh dapat berfungsi baik.

Bila HIV telah membunuh sel kekebalan sampai jumlahnya menyusut hingga kurang dari jumlah minimal, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel kekebalan di dalam darah serta adanya infeksi tertentu.

Tanpa terapi antiretrovirus, rata-rata lamanya perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS ialah sembilan sampai sepuluh tahun, dan rata-rata waktu hidup setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan. Namun, laju perkembangan penyakit ini pada setiap orang sangat bervariasi, yaitu dari dua minggu sampai 20 tahun.

Banyak faktor yang memengaruhinya, di antaranya ialah kekuatan tubuh untuk bertahan melawan HIV (seperti fungsi kekebalan tubuh) dari orang yang terinfeksi. Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang lebih lemah daripada orang yang lebih muda, sehingga lebih berisiko mengalami perkembangan penyakit yang pesat. Akses yang kurang terhadap perawatan kesehatan dan adanya infeksi lainnya seperti tuberkulosis, juga dapat mempercepat perkembangan penyakit ini. Warisan genetik orang yang terinfeksi juga memainkan peran penting. Sejumlah orang kebal secara alami terhadap beberapa varian HIV.

HIV memiliki beberapa variasi genetik dan berbagai bentuk yang berbeda, yang akan menyebabkan laju perkembangan penyakit klinis yang berbeda-beda pula. Terapi antiretrovirus yang sangat aktif akan dapat memperpanjang rata-rata waktu berkembangannya AIDS, serta rata-rata waktu kemampuan penderita bertahan hidup. Bukan merupakan terapi yang tuntas.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (selaput lendir) atau kulit yang terluka, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan presemial, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (dengan cara apapun), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Dengan mengetahui gambaran penyakit diatas, tentu bisa melakukan pencegahan. Antara lain dengan menghindari hubungan seksual bebas yang tidak selayaknya, menghindari peralatan tajam yang terkontaminasi, menjauhi berpindahnya cairan tubuh penderita.

Darah yang akan ditransfusikan, telah diskrining dan sudah bebas dari HIV sejak awal tahun 1990an. Sehingga saat ini para pasien yang membutuhkan darah sudah tidak perlu meragukan lagi kualitas darah serta terbebas dari kontaminasi HIV dan beberapa penyakit menular lain.

Peralatan tajam yang digunakan kalangan medis, sudah menggunakan disposible, sekali pakai. Dan petugas medis sendiri juga selalu menerapkan cara untuk melindungi diri dari kontaminasi orang yang dirawat. Jadi hal sterilitas pada kalangan medis sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi. Namun apakah penggunaan benda tajam diluar medis juga sudah seperti itu, kita harus lebih waspada.

Identifikasi pada penderita sudah kita lakukan. Kita sudah tidak usah kaget kalau akhir akhir ini kalangan medis merawat di poli penderita HIV sebanyak lebih dari 20 orang sehari dengan 3 kali perminggu. Belum ada obat yang benar benar khusus untuk HIV. Ngeri, tetapi itulah kenyataan saat ini. Oleh karena itu marilah kita melindungi diri dengan menerapkan pola hidup sehat, menjauhi jalan mudah yang menjadi penularan HIV, serta meningkatkan kewaspadaan diri.

Dan yang paling penting dengan Meningkatkan Iman dan Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita akan terbentengi dari HIV / AIDS. Semoga kita selalu sehat. (*)


*) Penulis adalah Sie Pengabdian Masyarakat IDI Cabang Bojonegoro

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1782797590.0668 at start, 1782797590.8654 at end, 0.79862713813782 sec elapsed