News Ticker
  • Boleh Dikonsumsi Harian, Ini Aturan BPOM dan Dokter Gizi Soal Penggunaan Susu Kental Manis
  • Cegah Risiko Cyberbullying Hingga Eksploitasi, Pemkab Bojonegoro Sosialisasi PP Tunas dan Program Perisai Anak
  • 23 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 23 Oktober 2026
  • Upacara Peringatan HSN 2026 Pemkab Bojonegoro Digelar di Alun-Alun, Bupati Wahono Bacakan Amanat Menag
  • Mitos Cabut Gigi Atas Bikin Buta: Penjelasan Medis dan Anatomi Organ
  • 10 Ribu KUpon Kuliner Gratis untuk Warga Disediakan di Bojonegoro Bahagia Car Free Night
  • 22 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Kecelakaan di Kapas, Bojonegoro, Seorang Pengendara Motor Meninggal Dunia
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 22 Oktober 2026
  • Nantikan Pertunjukan Sandur pada Bojonegoro Bahagia Car Free Night di Alun-Alun
  • Dukung Atlet Muda, Kapolres Bojonegoro Lepas Kontingen PBV BOMA Berlaga di Kejurprov U-19 Jombang
  • BNC Ditiadakan, Pemkab Gelar Bojonegoro Bahagia Car Free Night dan Panggung Seni
  • Kecelakaan di Balen, Bojonegoro, Truk Muat Mesin Kombi Tabrak Mobil Penumpang
  • Bupati Blora Berangkatkan Kontingen Atlet Porprov Jateng 2026, Targetkan 6 Besar dan Janjikan Bonus bagi Peraih Medali
  • Kirim 237 Atlet di 37 Cabor, Blora Siap Berlaga di Porprov Jateng 2026
  • Perkuat Pelestarian Lingkungan, Pemprov Jatim Luncurkan Rencana Induk Keanekaragaman Hayati 2026–2030
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Pembuatan Sumur Resapan Hadapi Kekeringan dan Panas Ekstrem
  • Ketuk Pintu Langit Mohon Turun Hujan, Pemkab dan Umat Islam Bojonegoro Gelar Salat Istisqa
  • 21 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 21 Oktober 2026
  • Perkuat Pengawasan Distribusi BBM, Polres Bojonegoro Gelar Audiensi Bersama Pertamina dan Pengelola SPBU
  • Upacara Peringatan HJB ke-349 Berlangsung Khidmat dan Semarak di Alun-Alun Bojonegoro
  • Kontingen Jatim Sabet Gelar Juara Umum FIKSI Nasional 2026
Polisi Masih Belum Bisa Pastikan Motif Meninggalnya Warga Margomulyo, Bojonegoro

Penemuan Mayat

Polisi Masih Belum Bisa Pastikan Motif Meninggalnya Warga Margomulyo, Bojonegoro

Bojonegoro - Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, masih belum bisa pastikan motif meninggalnya Jinar (79), warga Dusun Piji, Desa Sumberjo RT 001 RW 007, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
 
Korban ditemukan meninggal bersimbah darah dengan luka diduga bekas sayatan benda tajam di bagian leher dan perut, di pematang ladang di pinggir hutan turut Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Jumat pagi (17/10/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.
 
 
Dari hasil autopsi tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, ada indikasi korban bunuh diri. Namun hal tersebut masih dugaan awal dan belum merupakan kesimpulan.
 
Saat ini polisi masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap motif sebenarnya meninggalnya korban tersebut.
 
 

Mayat Jinar (79), warga Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, saat hendak dibawa pulang dari RSUD Bojonegoro. (Aset: Istimewa)

 
Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adjie Sudarmono SH menjelaskan bahwa saat hasil autopsi tim dokter RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro diindikasikan korban bunuh diri.
 
“Hasil autopsinya, dari hasil lukanya itu ada indikasi bunuh diri. Lukanya itu ada di leher dan di perut. Di leher itu ada indikasi mencoba bunuh diri kalau dilihat dari sayatannya. Tapi masih belum pasti ya. Masih kita dalami.” tutur Kasat Reskrim AKP Bayu Adjie Sudarmono SH. Sabtu (18/10/2025).
 
 
Kasat Reskrim menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih terus mendalami perkara tersebut.
 
Menurutnya, dari keterangan sejumlah tetangga dan pihak keluarga, almarhum ini yang pertama tidak punya musuh. Yang kedua tidak punya utang. Yang ketiga pada saat kejadian tidak ada barang-barang yang diambil.
 
“Mungikin ada masalah pribadi dengan dirinya sendiri. Tapi ini masih dugaan awal cuma masih kita dalami terus. Baik penyelidikan manual maupun penyelidikan elektronik juga tetap kita laksanakan. Kalau ada indikasi bunuh diri masih masuk lah, kalau dilihat dari background-nya.” tutur Kasat Reskrim.
 
 
 
Kasat menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah TKP, di lokasi kejadian ditemukan senjata tajam berupa sabit (arit) yang memang setiap hari dipergunakan oleh korban saat beraktivitas di sawah atau ladang miliknya
 
“Itu memang sabit itu digunakan sehari-hari oleh korban hari untuk ke ladang. Jadi memang kegiatan sehari-harihari korban ini ke ladang. Jadi masih kita dalami motif atau penyebab kematian korban,” tuturnya.
 
Kasat mengungkapkan bahwa pada tubuh korban ditemukan dua luka sayatan yaitu di leher dan di perut. Menurutnya, berdasarkan hasil asumsi dokter, kalau dari versi bunuh diri, korban mencoba melukai perutnya, tapi kesakitan. sehingga korban kemudian melukai lehernya.
 
“Tapi sekali lagi belum bisa kita simpulkan ya, karena dari hasil autopsi belum bisa menjelaskan ini bunuh diri atau dibunuh. Hasil autopsi kan menjelaskan penyebab kematian. Kalau analisa dokter dengan luka-lukanya, ada kemungkinan dia melukai dirinya sendiri,” tutur Kasat Reskrim.
 
 
Masih menurut Kasat Reskrim bahwa pihak keluarga dengan ikhlas dan legowo menerima meninggalnya korban, dan tidak menuntut pada pihak mana pun.
 
“Dari keluarganya yang pertama tidak nuntut, yang kedua sudah legowo (ikhlas). Jenazah korban telah kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutur Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adjie Sudarmono SH.
 
 
 
 
Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat laki-laki ditemukan tergeletak di pematang ladang di pinggir hutan turut Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Jumat pagi (17/10/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.
 
Mayat tersebut diketahui bernama Jinar (79), warga Dusun Piji, Desa Sumberjo RT 001 RW 007, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.
 
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh anak korban yang bernama Juremi (47) yang saat itu hendak mengantar sarapan untuk korban, dalam kondisi tergeletak di pematang ladang, bersimbah darah dengan luka diduga bekas sayatan benda tajam di bagian leher.
 
 
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), selanjutnya mayat tersebut dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
 
Hingga saat ini, polisi masih belum bisa memastikan motif kematian korban, namun dari keterangan para saksi dan hasil autopsi, korban diindikasikan meninggal akibat bunuh diri. (red/imm)
 
 
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Banner Ucapan HJB ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Bojonegoro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro pada Jumat (16/10/2026). Perhelatan dibuka ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

Hiburan

Film Digger,  Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Film Digger, Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Bojonegoro Sutradara kenamaan Alejandro Gonz lez I rritu kembali menggebrak dunia perfilman lewat karya terbarunya berjudul Digger. Mengusung genre komedi ...

1792728753.928 at start, 1792728754.6674 at end, 0.7393970489502 sec elapsed