Strategi Jitu Mengelola Bisnis Fashion Keluarga Agar Tetap Eksis dan Harmonis
Kamis, 26 Februari 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Menjalankan bisnis di industri fashion memiliki tantangan tersendiri, terlebih jika bisnis tersebut dikelola bersama keluarga. Persinggungan antara profesionalisme pekerjaan dan kedekatan emosional sering kali menjadi pisau bermata dua bagi kelangsungan usaha. Mengutip ulasan dari Bisnis Muda, mengelola bisnis fashion keluarga memerlukan strategi khusus agar tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga tetap menjaga keharmonisan antaranggota keluarga.
Dalam industri fashion yang bergerak sangat cepat, bisnis keluarga sering kali terbentur pada perbedaan visi antar-generasi. Generasi senior mungkin cenderung mempertahankan idealisme desain klasik, sementara generasi muda ingin melakukan digitalisasi dan mengikuti tren kekinian. Tanpa pengelolaan yang tepat, perbedaan ini bisa memicu konflik internal.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, berikut adalah beberapa langkah strategis yang bisa diterapkan:
- Pemisahan peran yang jelas: Ini berarti bahwa setiap anggota keluarga harus memiliki tugas dan tanggung jawab yang spesifik dan jelas dalam bisnis. Dengan demikian, tidak ada tumpang tindih atau kebingungan tentang siapa yang bertanggung jawab atas apa.
- Komunikasi profesional: Ini berarti bahwa diskusi dan pengambilan keputusan dalam bisnis harus dilakukan secara profesional dan objektif, tanpa dipengaruhi oleh emosi atau hubungan keluarga.
- Terbuka terhadap inovasi dan digitalisasi: Ini berarti bahwa bisnis harus siap untuk mengadopsi teknologi dan inovasi baru untuk meningkatkan efisiensi, jangkauan pasar, dan kualitas produk.
- Melibatkan pihak profesional luar: Ini berarti bahwa bisnis dapat memanfaatkan keahlian dan perspektif dari pihak luar, seperti konsultan atau karyawan profesional, untuk membantu meningkatkan kinerja bisnis.
- Rencana suksesi yang matang: Ini berarti bahwa bisnis harus memiliki rencana yang jelas tentang bagaimana generasi penerus akan memimpin bisnis di masa depan, termasuk pelatihan, pengembangan, dan transisi kepemimpinan.
Dengan menerapkan strategi-strategi tersebut, bisnis keluarga dapat mengatasi hambatan dan meningkatkan peluang untuk sukses dan berkelanjutan.
Bisnis fashion keluarga memiliki kekuatan pada nilai kepercayaan dan loyalitas yang tinggi. Namun, profesionalisme tetap menjadi fondasi utama. Dengan manajemen yang transparan dan adaptif terhadap tren, bisnis keluarga dapat bertransformasi menjadi brand fashion yang tangguh dan lintas generasi.
































.md.jpg)






