Puncak Pink Moon Bulan April 2026: Cek Waktu dan Posisi Terbaik untuk Melihatnya
Rabu, 25 Maret 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Fenomena Pink Moon atau bulan purnama pada April 2026 akan mencapai puncaknya pada 1 April pukul 22.12 waktu EDT atau 2 April sekitar pukul 09.12 WIB.
Pada fase ini, Bulan berada tepat berseberangan dengan Matahari sehingga seluruh permukaannya tampak terang sepenuhnya dari Bumi.
Melansir laman Space pada Selasa (24/3/2025), fenomena ini dikenal sebagai “Pink Moon”. Meski namanya mengandung kata “pink” atau merah muda, Bulan tidak benar-benar berubah warna.
Istilah tersebut merujuk pada mekarnya bunga liar phlox berwarna merah muda yang tumbuh di Amerika Utara saat awal musim semi.
Untuk mengamati fenomena ini, masyarakat dapat mulai mengarahkan pandangan ke timur saat Matahari terbenam pada 1 April. Bulan akan perlahan muncul di cakrawala dengan warna yang cenderung kuning hingga oranye.
Warna tersebut muncul karena cahaya Bulan melewati lapisan atmosfer Bumi yang lebih tebal, sehingga mengalami hamburan.
Meski tidak termasuk supermoon, Pink Moon tetap dapat tampak lebih besar saat berada dekat horizon. Hal ini disebabkan oleh fenomena yang disebut ilusi bulan, yaitu efek visual yang membuat Bulan terlihat lebih besar ketika berada di dekat garis cakrawala dibandingkan saat tinggi di langit.
Pengamat disarankan memilih lokasi dengan pandangan terbuka ke arah timur untuk mendapatkan pengalaman optimal. Meski telah memasuki musim semi di beberapa wilayah, suhu malam hari masih dapat terasa dingin sehingga diperlukan persiapan yang memadai.
Di New York, fenomena ini terjadi pada 1 April pukul 22.12 waktu setempat (EDT). Sementara itu, di London, puncak bulan purnama terjadi pada 2 April pukul 03.12 BST.
Di kawasan Asia, waktu kejadian bergeser ke pagi hingga siang hari. Di Beijing, puncak terjadi pada pukul 10.12 CST, sedangkan di Tokyo pada pukul 11.12 JST. Adapun di Sydney, fenomena ini berlangsung pada pukul 13.12 AEDT.
Secara historis, bulan purnama April memiliki beragam penamaan di berbagai budaya. Selain Pink Moon, masyarakat Eropa kuno menyebutnya sebagai “Budding Moon” atau bulan tunas.
Suku Dakota di Amerika Utara menamainya sebagai “Bulan ketika sungai kembali dapat dilayari”, sementara masyarakat Algonquin menyebutnya “Breaking Ice Moon”.
Dalam tradisi Kristen, bulan purnama ini dikenal sebagai Paschal Moon, yaitu bulan purnama pertama setelah ekuinoks musim semi yang menjadi penentu waktu perayaan Paskah.
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir












































.md.jpg)






