Penguatan Literasi Sejak Dini, Pemkab Bojonegoro Gelar Lomba Bertutur Cerita Lokal untuk Siswa SD dan MI
Rabu, 20 Mei 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Upaya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal sekaligus mendongkrak minat baca anak-anak terus digencarkan di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Melalui skema kompetisi yang edukatif, langkah ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, melainkan juga memiliki kedekatan emosional dengan sejarah dan kebudayaan tanah kelahiran mereka. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro kini resmi membuka pendaftaran ajang Lomba Bertutur Tahun 2026 yang menyasar para pelajar di tingkat Sekolah Dasar serta Madrasah Ibtidaiyah.
Ajang unjuk bakat yang menitikberatkan pada pembawaan kisah-kisah rakyat asli Bojonegoro ini diselenggarakan secara gratis bagi seluruh peserta. Guna memotivasi kreativitas para siswa, pemerintah daerah juga telah menyediakan apresiasi berupa trofi, piagam penghargaan resmi, serta dana pembinaan bagi para pemenang yang dinilai mampu menyajikan penampilan bertutur paling memikat. Keterlibatan aktif pihak sekolah dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program ini dalam menyebarluaskan kecintaan terhadap literasi daerah secara masif.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro Erick Firdaus menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini melampaui batas kompetisi fisik semata. Erick memandang program ini sebagai sarana taktis dalam menanamkan kebanggaan kultural pada anak-anak.
"Kabupaten Bojonegoro kaya akan cerita rakyat, sejarah, dan tradisi lokal yang penuh dengan pesan moral. Melalui Lomba Bertutur ini, kami ingin mewadahi bakat adik-adik SD/MI agar mereka berani tampil, mengasah kemampuan literasi, sekaligus menjadi agen yang melestarikan kebudayaan lokal Bojonegoro sejak usia dini," ujarnya.
Untuk memastikan kesetaraan dan kualitas perlombaan, pihak panitia menetapkan beberapa regulasi penting yang harus dipatuhi oleh setiap pendaftar. Kriteria utama kepesertaan mewajibkan peserta merupakan siswa atau siswi yang tercatat aktif duduk di kelas tiga pada Tahun Ajaran 2025/2026. Selain itu, setiap instansi pendidikan dibatasi hanya boleh mengirimkan perwakilan maksimal dua orang anak, dengan materi pembicaraan yang mutlak bersumber dari khazanah lokal Bojonegoro. Persyaratan penunjang lainnya adalah sekolah yang bersangkutan wajib memiliki sarana literasi internal, baik berupa gedung perpustakaan maupun fasilitas pojok baca.
Mekanisme penyaringan peserta sengaja dirancang secara hibrida, di mana fase penyisihan awal memanfaatkan platform digital guna mempermudah aksesibilitas sekolah-sekolah yang berada di wilayah pelosok daerah.
"Pendaftaran dan pengiriman video penampilan peserta sudah dibuka mulai tanggal 13 hingga 31 Mei 2026. Setelah itu, tim juri akan melakukan Seleksi Tahap I pada 1–6 Juni, dan kami akan mengumumkan 10 besar finalis pada 8 Juni 2026. Babak final serta penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada 18 Juni 2026," urainya.
Proses pendaftaran dokumen peserta dapat diakses oleh pihak sekolah melalui pranala daring resmi di bit.ly/RegistrasiLombaBertutur2026, sedangkan berkas panduan mengenai regulasi perlombaan secara komprehensif dapat diunduh pada tautan bit.ly/JUKNISLOMBABERTUTUR2026. Bagi pihak pengelola sekolah maupun wali murid yang membutuhkan koordinasi lanjutan, panitia juga menyediakan saluran komunikasi khusus yang tercantum pada infografis publikasi resmi. Melalui keterpaduan program ini, diharapkan muncul momentum baru dalam menggerakkan ekosistem literasi yang inklusif di lingkungan keluarga dan sekolah.
Erick mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyukseskan program ini demi masa depan anak-anak daerah.
"Mari bersama-sama kita dukung anak-anak kita. Salurkan bakat bercerita mereka, dan mari lestarikan budaya lokal Bojonegoro melalui gerakan literasi yang menyenangkan," pungkasnya.






































