GOW Bojonegoro Perkuat Sinergi, Perempuan Jadi Motor Penggerak Pendidikan dan Ketahanan Pangan
Selasa, 07 April 2026 11:30 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Peran strategis kaum perempuan dalam mengakselerasi pembangunan daerah kembali menjadi sorotan utama dalam pertemuan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bojonegoro. Bertempat di Pendopo Malowopati pada Senin (6/4/2026), kolaborasi lintas organisasi ini menegaskan bahwa perempuan bukan sekadar pendamping, melainkan pilar utama dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, hingga pendidikan di Kota Ledre.
Pembina GOW Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, memberikan penekanan khusus pada penuntasan isu pendidikan. Ia mengungkapkan data krusial bahwa pada tahun 2026, tercatat masih ada 5.610 anak usia sekolah di Bojonegoro yang belum mengenyam bangku sekolah. Hal ini menjadi rapor merah yang harus segera dibenahi melalui kerja kolektif.
“Target Bapak Bupati di tahun 2026 ini semua anak harus sekolah. Karena itu, para calon kepala sekolah diberikan target kinerja untuk memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dari pendidikan,” tegas Nurul Azizah yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Bojonegoro.
Selain sektor pendidikan, Nurul juga menyoroti ancaman krisis yang membayangi stabilitas domestik. Merujuk data BMKG, wilayah Bojonegoro diprediksi menghadapi kemarau panjang mulai akhir April hingga Oktober 2026. Situasi ini kian kompleks dengan tren kenaikan harga BBM dunia yang berpotensi menggerus daya beli masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah mulai menggalakkan gerakan efisiensi energi dan kemandirian pangan dari lingkup terkecil. Salah satu kebijakan yang ditekankan adalah imbauan bagi ASN untuk menggunakan sepeda setiap hari Senin pada jarak tertentu. Selain itu, optimalisasi lahan pekarangan dengan menanam cabai dan sayuran menjadi instruksi langsung guna menjaga ketahanan pangan keluarga.
Senada dengan hal tersebut, Ketua GOW Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyebut momentum ini sebagai penguatan nilai perjuangan dan spiritualitas antarperempuan. Baginya, GOW yang kini menaungi 47 organisasi wanita harus menjadi wadah inklusif agar perempuan Bojonegoro lebih berdaya dan mandiri.
“Perempuan bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak dan penentu arah pembangunan,” ujar Cantika di hadapan para pengurus organisasi.
Cantika juga menggarisbawahi tiga poin utama dalam gerak langkah GOW ke depan, yakni penguatan solidaritas, peningkatan kapasitas diri, serta pemberian dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada seberapa kuat jaringan antarperempuan terjalin.
“Tidak ada perempuan hebat yang berjalan sendiri. Kita harus saling menguatkan, terus belajar baik hard skill maupun soft skill, serta memastikan setiap peran yang dijalankan membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan,” pungkasnya.
Melalui konsolidasi ini, organisasi-organisasi wanita di Bojonegoro diharapkan semakin solid dalam mendukung program prioritas pemerintah, demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan di tengah tantangan global dan iklim yang kian dinamis.(red/toh)












































.md.jpg)






