Keseruan Final Lomba Senam PGRI Bojonegoro, Momentum Perkuat Solidaritas Guru Perempuan
Sabtu, 23 Mei 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Suasana Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro tampak semarak pada Sabtu (23/05/2026) pagi. Puluhan tenaga pendidik berkumpul untuk bersaing dalam babak final Lomba Senam PGRI Kabupaten Bojonegoro yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Kartini serta Hari Pendidikan Nasional 2026.
Perhelatan yang membawa tema Perempuan Berdaya, Guru Berkarya, Indonesia Maju ini diikuti oleh perwakilan tim dari sembilan cabang, antara lain Cabang Sugihwaras, Kedewan, Balen, Temayang, Kedungadem, Sukosewu, Sekar, Tambakrejo, hingga Cabang Bojonegoro.
Ketua PGRI Kabupaten Bojonegoro, Muh Kuzaini, menyebutkan bahwa keterlibatan kaum perempuan merupakan pilar penting organisasi yang terus didorong untuk aktif memberikan kontribusi nyata, termasuk lewat kegiatan kebugaran ini.
"Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk berkoordinasi, menjalin silaturahmi, serta meningkatkan solidaritas antaranggota. Hari ini tim terbaik yang tampil, dan siapapun yang hadir di final hari ini, semuanya adalah juara," ujar Muh Kuzaini.
Ia juga menegaskan komitmen pengurus daerah untuk terus menjalankan berbagai program kerja yang berfokus pada pengembangan dan peningkatan kapasitas para anggotanya di masa depan.
Pada kesempatan yang sama, Ibunda Guru PGRI Bojonegoro, Cantika Wahono, menekankan pentingnya posisi guru dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas. Ia melihat kompetisi ini sebagai wadah untuk memupuk kedisiplinan dan menjaga kesehatan bersama.
"Semuanya sangat bersemangat mulai dari awal hingga babak final hari ini, yang ditunjukkan melalui kekompakan dan totalitas yang luar biasa," puji Cantika Wahono.
Dirinya turut mengapresiasi terobosan dari Bidang Pemberdayaan Perempuan PGRI Kabupaten Bojonegoro yang membuktikan bahwa guru wanita memiliki peran strategis sebagai penggerak aktif di lingkungan sosial mereka.
"Selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan peserta. Yang terpenting adalah semangat sportivitas dan kebahagiaan dalam kebersamaan," imbuhnya.
Sebelum menutup arahannya, Cantika mengingatkan para guru agar selalu tulus dalam mengajar, tidak lelah memperbarui wawasan, menjaga kebugaran fisik, serta terus membagikan energi positif bagi lingkungan sekitar.
"Selamat berlomba dan tetap bahagia," pungkasnya.
Melalui ajang ini, kekompakan antar pengurus dan anggota diharapkan dapat terus terjaga demi kemajuan mutu pendidikan di wilayah Bojonegoro.






































