19 Mei dalam Sejarah
Selasa, 19 Mei 2026 08:00 WIBOleh Tim Redaksi
Hari Korps Pelaut Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) diperingati setiap tanggal 19 Mei di Indonesia. Momentum ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian para prajurit matra laut dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan nusantara serta memperkuat kekuatan maritim nasional dari masa ke masa.
Selain catatan dari dalam negeri, tanggal ini juga merekam peristiwa kelam dalam sejarah monarki Inggris pada 19 Mei 1536 ketika Anne Boleyn, istri kedua Raja Henry VIII, dieksekusi mati di Menara London atas tuduhan pengkhianatan dan perzinaan, sebuah peristiwa yang mengubah arah sejarah politik dan agama di Inggris.
Bergeser ke benua Amerika, dunia sastra berduka pada 19 Mei 1864 atas wafatnya Nathaniel Hawthorne, salah satu novelis legendaris asal Amerika Serikat yang terkenal lewat karya klasiknya berjudul The Scarlet Letter, sebuah novel yang mengupas tuntas realitas sosial dan moralitas masyarakat puritan.
Di bidang politik internasional, wilayah Timur Tengah mencatat momen penting pada 19 Mei 1916 melalui penandatanganan Perjanjian Sykes-Picot secara rahasia antara Inggris dan Prancis yang disetujui oleh Kekaisaran Rusia, sebuah kesepakatan yang membagi-bagi wilayah kekuasaan di Ottoman Arab pasca-Perang Dunia I dan memicu konflik berkepanjangan di kemudian hari.
Sementara itu dari Asia Tenggara, tokoh revolusioner sekaligus Presiden pertama Vietnam Utara, Ho Chi Minh, lahir pada 19 Mei 1890, di mana figur ini nantinya menjadi simbol perlawanan nasionalisme Vietnam dalam memperjuangkan kemerdekaan dari kolonialisme Prancis dan keterlibatan Amerika Serikat.
Melalui berbagai torehan peristiwa sejarah yang terjadi di berbagai belahan dunia tersebut, tanggal 19 Mei merekam dinamika perkembangan militer, pergolakan politik monarki, lahirnya tokoh besar, hingga perjanjian internasional yang membentuk peta geopolitik modern.
Editor: Mohamad Tohir






































