TPA Banjarsari Bojonegoro Kembangkan Drum Komposter Guna Tekan Volume Sampah Rumah Tangga
Sabtu, 11 April 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Tempat Pemrosesan Akhir sampah Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, mulai mengembangkan inovasi pembuatan drum komposter sebagai solusi penanganan sampah organik. Alat sederhana namun efektif ini dirancang untuk mengolah limbah sisa makanan langsung dari skala rumah tangga guna menekan volume sampah yang masuk ke pembuangan akhir.
Salah satu pengelola TPA Banjarsari, Yono, menjelaskan bahwa pembuatan drum komposter ini awalnya muncul sebagai ide untuk menjawab tingginya persentase sampah organik rumah tangga yang sebenarnya dapat diselesaikan sebelum sampai ke TPA.
"Saat ini, produksi alat tersebut masih difokuskan untuk memenuhi permintaan sekolah-sekolah sebagai sarana kegiatan praktikum siswa," kata Yono, Sabtu (11/04/2026).
Berdasarkan data dari laman Satu Data Bojonegoro, beban pengelolaan sampah di daerah ini memang terus mengalami tren kenaikan. Pada tahun 2024, sampah yang terkelola mencapai 45.997,80 ton, sementara pada tahun 2025 angka tersebut meningkat menjadi 47.380,36 ton per tahun. Melalui keberadaan drum komposter, masyarakat diharapkan mulai teredukasi bahwa sampah dapur memiliki nilai manfaat dan tidak sekadar menjadi tumpukan berbau.
Secara teknis, desain alat ini cukup sederhana sehingga bisa diproduksi secara mandiri oleh warga di rumah masing-masing. Drum plastik bekas dimodifikasi dengan sistem lubang udara atau aerasi serta dilengkapi keran pada bagian bawah untuk memanen hasil olahan berupa pupuk organik cair. Yono menyebutkan bahwa inovasi ini sangat cocok bagi warga perkotaan atau permukiman padat yang memiliki keterbatasan lahan untuk membuat lubang sampah konvensional.
"Nilai manfaatnya dapat menghasilkan pupuk yang bisa digunakan untuk tanaman hias atau sayuran di pekarangan rumah. Untuk pupuk cair tinggal membuka keran yang di bawah," ujar Yono.
Langkah ini dipandang strategis karena jika setiap tingkat rukun tetangga mulai konsisten menerapkan metode tersebut, beban sampah di TPA Banjarsari diprediksi akan menurun secara signifikan. Selain menghasilkan pupuk, penggunaan drum komposter juga membantu mengurangi emisi gas metana yang biasanya dihasilkan dari pembusukan sampah organik di tempat pembuangan.
Meski saat ini pendampingan masih banyak menyasar lingkungan pendidikan, para pengunjung yang datang ke TPA Banjarsari juga dipersilakan untuk belajar merakit alat tersebut secara langsung. Pemerintah daerah berharap pola pikir masyarakat dapat berubah dari sekadar membuang sampah menjadi mengelola sampah, demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Kabupaten Bojonegoro.































.md.jpg)






