Gandeng Akademisi dan Periset, Pemkab Bojonegoro Perkuat Kebijakan Berbasis Data dan Antisipasi Dampak Kemarau
Sabtu, 11 April 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Wadah bagi para pakar dan peneliti lintas disiplin ilmu yang tergabung dalam Inspirasi Akademisi dan Periset Bojonegoro atau INSPIRA RISBO resmi dilantik di Andrawati Ballroom Aston Bojonegoro pada Jumat (09/04/2026). Organisasi ini berkomitmen menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mengawal proses pembangunan melalui kebijakan yang berlandaskan pada data serta riset ilmiah yang akurat.
Ketua Umum INSPIRA RISBO, Dr. Ima Isnaini T, menjelaskan bahwa kehadiran organisasi ini bertujuan menjembatani dunia akademik dengan praktisi kebijakan di pemerintahan. Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud kontribusi nyata putra daerah untuk memfasilitasi hilirisasi riset agar tidak hanya berhenti dalam bentuk dokumen di kampus saja.
"Ini wujud kontribusi nyata kami sebagai putra daerah. Kami memiliki mandat untuk memfasilitasi hilirisasi riset agar hasil-hasil penelitian dari laboratorium dan kampus tidak hanya berhenti di kertas, tetapi berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Bojonegoro," tegasnya.
Potensi daerah ini bahkan telah menarik perhatian internasional sebagaimana disampaikan Ketua Pembina INSPIRA RISBO, Prof. Dr. Sri Budi Cantika Yuli Wahono. Ia menyebutkan bahwa riset mengenai Bojonegoro telah dipaparkan hingga ke Jepang dan Polandia, serta ke depan akan diperkuat melalui program internasional seperti digitalisasi koperasi perempuan dan pengembangan UMKM batik bersama mitra dari mancanegara.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyambut baik terbentuknya wadah ini dan berharap para periset segera memberikan masukan konkret terkait sejumlah agenda strategis daerah. Tantangan utama yang menjadi sorotan adalah penanganan angka kemiskinan, masalah anak tidak sekolah, hingga mitigasi risiko sektor pertanian dalam menghadapi ancaman kemarau panjang tahun ini.
"Pemerintah memerlukan masukan konkret dari para periset, terutama dalam menuntaskan angka kemiskinan, penanganan anak tidak sekolah, hingga mitigasi risiko sektor pertanian menghadapi ancaman kemarau panjang tahun 2026 ini," ungkap Nurul Azizah.
Terkait tantangan kemarau panjang, Wakil Bupati memaparkan bahwa fenomena alam tersebut diprediksi dapat menurunkan produktivitas padi daerah hingga lima puluh ribu ton. Meski terdapat koreksi dari capaian sebelumnya yang menyentuh angka delapan ratus enam puluh empat ribu ton, ia meyakini Bojonegoro tetap akan bertahan sebagai penghasil padi terbesar nomor dua di Jawa Timur.
"Kita harus realistis menghadapi tantangan alam ini, namun tidak boleh pesimistis. Meskipun ada potensi penurunan produksi, Bojonegoro diprediksi tetap akan mempertahankan posisinya sebagai penghasil padi terbesar nomor dua di Jawa Timur," ujarnya.
Pemerintah daerah juga mendorong petani untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen mereka dengan tidak terburu-buru menjual dalam sistem tebasan di lahan. Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian telah menyiapkan langkah teknis mulai dari percepatan masa tanam, optimalisasi infrastruktur air melalui pompa, hingga penggunaan varietas padi berumur pendek guna menjaga kestabilan lumbung pangan daerah.
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






