Menko Pangan Zulkifli Hasan Datangi Bojonegoro, Pastikan Ketersediaan Stok dan Percepatan MBG
Sabtu, 11 April 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bojonegoro guna memantau langsung kondisi ketahanan pangan daerah serta memastikan kelancaran program strategis nasional, Jumat (10/04/2026). Dalam agenda tersebut, Menko Pangan mengunjungi sejumlah lokasi, termasuk lembaga pendidikan berbasis keagamaan untuk mendorong percepatan program Makan Bergizi Gratis bagi para siswa dan santri.
Salah satu titik kunjungan utama adalah Pondok Pesantren Al-Rosyid di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, di mana rombongan kementerian disambut oleh KH Alamul Huda dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah.
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa dirinya membawa amanat khusus dari Presiden Republik Indonesia untuk menjamin stabilitas pangan nasional, ketersediaan pupuk bagi petani, hingga pemantauan harga gabah yang telah ditetapkan pada angka enam ribu lima ratus rupiah.
Selain urusan ketersediaan stok, ia menekankan pentingnya akselerasi program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah berbasis keagamaan. Selain itu, pemerintah pusat juga tengah mengusung program Koperasi Desa Merah Putih yang diprioritaskan bagi para petani, peternak, dan nelayan sebagai motor penggerak ekonomi baru di tingkat desa.
“Inilah yang ingin diperjuangkan okeh Presiden Prabowo. Memastikan programnya berjalan dengan baik karena untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Saya juga diminta untuk harga sembako tidak naik bahkan diminta harganya turun. Karena itu kami terjun keliling untuk memastikannya,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah nyata sebagai tindak lanjut kebijakan pusat, mulai dari penghematan energi hingga efisiensi anggaran. Terkait penguatan ekonomi desa, Nurul melaporkan bahwa pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Bojonegoro telah menjangkau empat ratus dua belas desa dari total empat ratus sembilan belas desa yang ada.
Pemerintah daerah juga aktif melaksanakan pasar murah serta pengawasan distribusi elpiji untuk menjaga daya beli masyarakat. Dalam menghadapi tantangan alam, Nurul Azizah menyebutkan bahwa mitigasi musim kemarau panjang menjadi prioritas utama agar sektor pertanian tetap produktif.
“Mitigasi terhadap musim kemarau panjang akan mengusahakan para petani, bersama pak Irjen akan adanya solusi bantuan perpipaan masalah air dan pupuk,” tambah Wabup Nurul.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Rosyid, K.H. Alamul Huda, menyatakan rasa bangga atas kunjungan tersebut karena santri merupakan bagian penting dari persiapan menuju Generasi Emas 2045. Ia mengakui bahwa pihak pesantren telah merasakan manfaat dari program pusat, khususnya melalui pemberian makanan bergizi untuk para santri.
“Kami berusaha dan berdoa untuk mengabdi dan berjuang untuk negeri. Kami juga merupakan penerima manfaat program pemerintah pusat yaitu MBG. Generasi Emas ini yang diharapkan akan muncul penerus sebagai presiden, menteri maupun kepala daerah,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan agenda di Desa Ngumpakdalem, rombongan melanjutkan kunjungan menuju Pondok Pesantren Al-Aziz di Desa Sumbertlaseh yang juga dimeriahkan dengan penyelenggaraan bazar pasar murah bagi warga sekitar.(red/toh)































.md.jpg)






