Disdagkop UM Bojonegoro Sarankan UMKM Sesiakan Harga dan Volume Jualan Imbas Harga Plastik Naik
Minggu, 12 April 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Kenaikan harga plastik termasuk tas kresek belakangan ini mulai memberikan dampak serius bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di Bojonegoro, sejumlah pedagang UMKM merasa khawatir terhadap keberlangsungan usaha mereka mengingat plastik merupakan komponen penting dalam pengemasan produk dagangan mereka.
Menanggapi fenomena tersebut, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) memberikan sejumlah arahan bagi para pelaku usaha agar tetap bisa bertahan di tengah tekanan biaya produksi yang meningkat.
Kepala Bidang Usaha Mikro Disdagkop dan UM Kabupaten Bojonegoro, Kristine, menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik ini memang tidak dapat dihindari karena dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Menurutnya, pelaku usaha mikro perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga margin keuntungan tanpa harus kehilangan pelanggan.
“Kenaikan harga plastik ini memang menjadi beban tambahan bagi pelaku UMKM. Kami menyarankan para pelaku usaha mikro untuk melakukan penyesuaian, baik dari sisi harga jual maupun volume produk yang ditawarkan,” ujar Kristine.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kreativitas dalam pengemasan juga bisa menjadi solusi alternatif. Penggunaan bahan kemasan lain yang lebih ekonomis atau ramah lingkungan dapat dipertimbangkan jika memungkinkan secara teknis produksi.
“Pelaku usaha bisa mencoba inovasi dalam pengemasan atau jika memang terpaksa, melakukan penyesuaian harga jual secara wajar agar usaha tetap berjalan,” tambahnya.
Kenaikan harga plastik di pasaran dilaporkan mencapai angka yang cukup signifikan, bahkan pada beberapa jenis plastik kenaikannya menyentuh hingga 100 persen. Hal ini dirasakan langsung oleh pedagang kecil seperti penjual makanan siap saji, pedagang kaki lima dan juga pedagang sayur yang sangat bergantung pada plastik sebagai pembungkus utama.
Salah satu pedagang sayur, Munawar, mengaku kenaikan berdampak pada pola dagangannya. Sekarang dia tidak asal-asalan dalam membungkus belanjaan pembelinya. Dia menawarkan terlebih dahulu sembari menyampaikan informasi bernada keluhan bahwa plastik sekarang mahal. Dia juga mengimbau pelanggannya membawa pembungkus sendiri dari rumah.
“Ya terasa mahal sekarang. Harus pintar ngelola agar tidak banyak buang plastik. Biasanya ada yang bawa bungkus belanja sendiri, tapi banyak yang nggak,” kata Munawar.
Dengan kondisi tersebut, pelaku UMKM diharapkan tetap bisa bertahan dengan melakukan inovasi dan penyesuaian, sehingga usaha mereka tetap berjalan di tengah tekanan biaya produksi yang meningkat. Disdagkop UM akan terus memantau perkembangan harga di pasar serta memberikan pendampingan bagi para pelaku usaha agar mampu menghadapi tantangan ekonomi ini.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir





































