Pasar Murah, Upaya Pemprov Jatim Lindungi Daya Beli di Tengah Dinamika Gejolak Global
Senin, 13 April 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan pasar murah di berbagai titik strategis. Langkah ini diambil sebagai strategi perlindungan terhadap daya beli warga yang rentan terdampak oleh dinamika gejolak ekonomi global memicu kenaikan harga sejumlah komoditas pokok.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bentuk intervensi pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah. Menurutnya, akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau menjadi prioritas utama agar beban pengeluaran rumah tangga tidak semakin membengkak di tengah ketidakpastian pasar internasional.
"Pasar murah ini adalah instrumen penting bagi kami untuk memastikan masyarakat tetap bisa menjangkau kebutuhan dasar dengan harga yang masuk akal," ujar Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (10/06/2026).
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat guna menjamin ketersediaan stok pangan tetap aman. Skema ini diharapkan mampu meredam kepanikan pasar serta menstabilkan harga di tingkat pedagang eceran sehingga masyarakat tidak merasa tercekik oleh lonjakan harga mendadak.
"Kami berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi ekonomi yang menantang ini, karena perlindungan daya beli adalah kunci menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif," lanjutnya.
Kegiatan pasar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan primer seperti beras, minyak goreng, gula, hingga telur dengan harga di bawah rata-rata pasar. Inisiatif tersebut mendapatkan respons positif dari warga yang mengandalkan momentum ini untuk memenuhi kebutuhan harian mereka dengan lebih hemat. Pemerintah berharap program serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan selama masa fluktuasi harga masih berlangsung.
Oleh: Mohamad Tohir
Editor: Mohamad Tohir





































