Pemkab Bojonegoro Dorong Kemandirian Data dan Keunggulan Desa Lewat Program Desa CANTIK
Kamis, 16 April 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat basis pengambilan kebijakan mulai dari tingkat akar rumput melalui peresmian program Desa Cinta Statistik (CANTIK) pada Rabu (15/04/2026). Langkah ini diambil sebagai strategi untuk meningkatkan literasi data di tingkat desa sekaligus memetakan potensi lokal agar mampu bersaing menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menekankan pentingnya setiap wilayah memiliki identitas keunggulan yang kuat. Hal ini selaras dengan instruksi Bupati Setyo Wahono yang menginginkan setiap kecamatan menonjolkan produk atau potensi spesifiknya, seperti yang telah ditunjukkan oleh Desa Rendeng dengan kerajinan gerabah, Desa Pakuwon dalam pengelolaan air bersih, serta Desa Sonorejo melalui sektor pariwisata.
"Terima kasih kepada desa untuk memulai keunggulan setiap kecamatan agar punya produk sesuai arahan Bapak Bupati. Saat ini sudah ada tiga desa, maka 25 kecamatan lainnya unggulannya apa. Saat ini mulai Desa CANTIK, ke depan mengikuti keunggulan-keunggulan dari masing-masing kecamatan," jelasnya saat memberikan arahan di Ruang Angling Dharma.
Pengembangan potensi desa ini dipandang krusial di tengah dinamika politik internasional dan isu strategis dunia yang fluktuatif. Dengan memiliki basis data yang kuat dan keunggulan produk yang jelas, desa-desa di Bojonegoro diharapkan memiliki daya tahan ekonomi yang lebih tangguh.
Hingga tahun 2026, tercatat sudah ada 16 desa yang masuk dalam program pembinaan statistik intensif. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro Syawaluddin Siregar menegaskan bahwa keberadaan desa sebagai produsen data dasar merupakan fondasi utama agar kebijakan di tingkat kabupaten dapat tepat sasaran dan berbasis bukti.
"Desa CANTIK bukanlah beban administrasi desa, melainkan investasi jangka panjang. Mari kita ubah narasi 'Desa sebagai Objek Pendataan' menjadi 'Desa sebagai Subjek Pengelola Data'. Karena yang memahami desa ialah warga desa itu sendiri," katanya.
Program ini mengedepankan standarisasi metadata dan integrasi teknologi informasi guna memastikan data yang dihasilkan bukan sekadar angka, melainkan informasi berkualitas. Sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen tersebut, pemerintah turut memberikan penghargaan kepada agen statistik desa yang menjadi ujung tombak dalam proses pengelolaan data di wilayah masing-masing.
"Maka, di 2026 ada Desa Rendeng Kecamatan Malo, Desa Pakuwon Kecamatan Sumberejo, Desa Sonorejo Kecamatan Padangan resmi jadi Desa ke-14, 15, 16 yang akan menyandang status Desa Cinta Statistik Kabupaten Bojonegoro," tandasnya.(red/toh)





































