Pemkab Bojonegoro Salurkan Bansos Total Rp 8,32 M untuk Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting
Selasa, 14 April 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyalurkan bantuan sosial penanganan kemiskinan ekstrem dan bantuan sosial stunting di Kecamatan Gayam pada Senin (13/04/2026). Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dengan total anggaran yang dikucurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat mencapai Rp 8,32 miliar.
Dalam sambutannya, Nurul Azizah mengatakan bahwa penyaluran ke Keluarga Penerima Manfaat ini merujuk pada Data Tunggal Nasional dan Ekonomi Nasional sebanyak 57 ribu KK se-Kabupaten Bojonegoro. Dari data tersebut, dalam lima tahun ada kebijakan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, termasuk di dalamnya ada program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri atau Gayatri.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Nurul sekaligus memantau perkembangan Gayatri, sosialisasi tentang kewajiban sekolah bagi putra-putri daerah, serta mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak dalam pelayanan Cek Kesehatan Gratis.
"Karena CKG bukan hanya cek gula darah, tensi, kolesterol ataupun asam urat, tapi juga ada cek jantung, paru², pemeriksaan IVA. Dan semuanya gratis. Total layanan ada 20 pemeriksaan," ujarnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan ada peningkatan di sektor kesehatan, pertanian, pendidikan, pembangunan, serta usaha untuk kemandirian seperti program Gayatri dan Domba Kesejahteraan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Agus Susetyo menjelaskan bahwa penyaluran bantuan secara simbolis ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting yang dilaksanakan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan dengan berbasis pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Dengan adanya pemutakhiran data tersebut, penyaluran bantuan sosial diharapkan bisa tepat sasaran dan transparan guna mendapatkan penerima yang valid dan akurat.
"Setelah dilakukan pemadanan dengan DTSEN Triwulan I Tahun 2026, jumlah penerima yang layak ditetapkan sebanyak 8.973 Keluarga Penerima Manfaat," jelasnya.
Agus menambahkan bahwa untuk data anak stunting dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro per 26 Januari 2026 tercatat sebanyak 1.186 anak. Dari hasil pemadanan dengan data Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan, terdapat 102 penerima manfaat yang layak ditetapkan sebagai penerima bantuan sosial stunting tahun 2026.
Rincian bantuan sosial kemiskinan ekstrem menyasar 8.973 penerima dengan besaran 900 ribu rupiah per keluarga, sehingga total anggaran mencapai 8,07 miliar rupiah. Sedangkan untuk bantuan sosial stunting menyasar 102 penerima dengan total bantuan 2,4 juta rupiah per keluarga yang disalurkan dalam empat tahap, dengan total anggaran 244,8 juta rupiah. Khusus untuk pelaksanaan penyaluran simbolis di Kecamatan Gayam, terdapat 153 penerima bantuan kemiskinan ekstrem dan 5 penerima bantuan stunting.(red/toh)





































