Pemkab Bojonegoro Alokasikan Rp11,03 Miliar untuk Lima Program Beasiswa Mahasiswa
Jumat, 10 Juli 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program beasiswa bagi mahasiswa. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam kegiatan pembinaan penerima beasiswa daerah yang berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, kemarin Kamis (9/7), dan diikuti ratusan mahasiswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, menyampaikan bahwa pada Tahun Anggaran 2026 pemerintah daerah menyiapkan lima skema beasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses masyarakat ke jenjang pendidikan tinggi.
Lima program tersebut terdiri atas beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang menyasar 212 penerima, beasiswa pondok pesantren untuk 27 mahasiswa, beasiswa penyelesaian tugas akhir bagi 50 mahasiswa, beasiswa scientist yang diberikan kepada 334 mahasiswa, serta program 10 Sarjana Per Desa yang mencakup 2.209 mahasiswa.
"Di Bojonegoro terdapat empat jenis beasiswa utama ditambah satu program lanjutan, sehingga secara keseluruhan ada lima program beasiswa yang dijalankan pemerintah daerah," ujar Anwar.
Ia menjelaskan, pada awal Juli 2026 Pemkab Bojonegoro telah menyalurkan beasiswa tahap pertama kepada 162 mahasiswa. Sementara itu, pencairan tahap kedua telah diterima oleh 2.670 mahasiswa.
Anwar menuturkan, terdapat perbedaan mekanisme pembayaran untuk beasiswa keluarga miskin dengan program beasiswa lainnya. Untuk penerima selain kategori keluarga miskin, pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester sebelumnya dialihkan ke semester berjalan. Kebijakan tersebut diambil karena adanya perbedaan antara siklus tahun anggaran pemerintah dan kalender akademik perguruan tinggi.
"Untuk selain penerima beasiswa keluarga miskin, pembayaran UKT semester sebelumnya kami alihkan ke semester ini karena tahun anggaran pemerintah tidak sama dengan tahun akademik di perguruan tinggi," jelasnya.
Secara keseluruhan, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,03 miliar untuk mendukung lima program beasiswa tersebut. Dana itu diperuntukkan bagi 2.832 mahasiswa asal Bojonegoro yang memenuhi persyaratan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan bahwa program beasiswa merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata lama sekolah masyarakat Bojonegoro masih berada pada angka 7,8 tahun atau setara lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Menurutnya, kondisi tersebut masih perlu ditingkatkan. Pemerintah daerah menargetkan masyarakat minimal menyelesaikan pendidikan hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), bahkan Bupati Bojonegoro memiliki target yang lebih tinggi, yakni masyarakat setidaknya mengenyam pendidikan hingga Diploma 1 (D1).
Nurul juga menjelaskan bahwa pencairan beasiswa tahun ini mengalami penyesuaian waktu karena adanya perubahan regulasi serta penyesuaian pada APBD induk. Kondisi tersebut mengharuskan pemerintah melakukan proses verifikasi ulang agar penerima beasiswa benar-benar memenuhi ketentuan yang berlaku.
"Beberapa regulasi mengalami perubahan sehingga persyaratan penerima juga harus disesuaikan. Oleh karena itu, proses verifikasi dilakukan agar bantuan beasiswa benar-benar diterima oleh mahasiswa yang berhak," tegasnya.
Ia berharap program beasiswa ini tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan Bojonegoro melalui lahirnya generasi yang lebih terdidik, kompeten, serta memiliki daya saing yang tinggi di masa depan.






































