PMI Bojonegoro Gandeng Australia Red Cross Perkuat Pelayanan Bencana di DAS Bengawan Solo
Senin, 13 Juli 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro berkolaborasi dengan Australia Red Cross menggelar Pelatihan Pemetaan Risiko di aula UDD PMI Kabupaten Bojonegoro pada Minggu (12/07/2026). Langkah sinergis ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat sistem pelayanan kebencanaan yang berbasis masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.
Agenda strategis dalam bidang kemanusiaan ini turut dihadiri dan mendapat dukungan penuh dari Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah. Pemerintah daerah memandang kegiatan edukasi kebencanaan seperti ini sangat krusial demi membentuk ketahanan masyarakat desa dalam menghadapi potensi luapan sungai.
Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati menguraikan bahwa pelatihan ini menyasar anggota Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) sebagai ujung tombak kerelawanan di tingkat tapak. Melalui pembekalan ini, kapasitas personel SIBAT diharapkan meningkat pesat dalam memetakan titik rawan di wilayah masing-masing.
"Semoga dengan pelatihan ini nantinya seluruh Peserta bisa mengimplementasikan di masyarakat khususnya Desa Sumbang Timun dan Mulyorejo,” terangnya.
Menanggapi inisiatif dari PMI dan mitranya, Wakil Bupati Nurul Azizah dalam sambutannya menaruh harapan besar pada hasil akhir pelatihan ini. Ia meminta para peserta SIBAT segera mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh demi membantu jajaran pemerintah desa melakukan langkah-langkah mitigasi kebencanaan secara mandiri.
“Saya menyambut baik atas pelatihan dan program SIAP SIAGA. Ini langkah strategis dalam upaya untuk membantu memaksimalkan tugas pemerintah untuk mengantisipasi timbulnya bencana maupun mengurangi risiko akibat dari datangnya sebuah bencana,” katanya.
Menurut Nurul Azizah, kesadaran bersama dan kesiapsiagaan yang terencana dengan baik menjadi modal utama bagi daerah. Keterlibatan aktif dari seluruh elemen warga desa terbukti menjadi kunci krusial dalam menekan dampak merugikan dari setiap bencana yang melanda wilayah pemukiman.






































