200 Mahasiswa Universitas Airlangga Gelar KKN di Bojonegoro, Fokus Mengabdi di Kanor dan Sumberrejo
Selasa, 14 Juli 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Gelombang pengabdian masyarakat dari kalangan akademisi kembali mengalir ke wilayah Kabupaten Bojonegoro dengan hadirnya ratusan insan kampus dari Surabaya. Sebanyak 200 mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) secara resmi memulai pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) yang tersebar di 20 desa di wilayah Kecamatan Kanor dan Kecamatan Sumberrejo, setelah secara resmi diterima langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono di Ruang Angling Dharma gedung Pemkab Bojonegoro pada Senin (13/07/2026).
Prosesi penerimaan rombongan mahasiswa tersebut turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Syahrur Marta Dwi Susilo beserta jajaran dosen pembimbing lapangan, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait, Camat Kanor, Camat Sumberrejo, serta para tamu undangan dari unsur birokrasi setempat.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen berkelanjutan dari Universitas Airlangga yang kembali menetapkan wilayah Bojonegoro sebagai lokus pengabdian. Pola kemitraan semacam ini dinilai sangat vital dalam mempertemukan perspektif teoretis kampus dengan kebutuhan riil masyarakat desa guna memicu lahirnya model pembangunan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
"Saya yakin kehadiran mahasiswa akan memberikan nilai tambah bagi desa," ujar Bupati.
Setyo Wahono memaparkan bahwa Kabupaten Bojonegoro saat ini tengah gencar memacu berbagai sektor prioritas, mulai dari ketahanan pangan pertanian, optimalisasi layanan kesehatan, produktivitas peternakan, hingga penguatan ekonomi berbasis komunitas. Sektor-sektor strategis tersebut dapat dijadikan laboratorium sosial bagi para mahasiswa untuk menuangkan ide segar serta melakukan pendampingan terukur selama berada di tengah-tengah warga.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro Dilli Triwibowo menguraikan peta sebaran mahasiswa KKN di wilayahnya sepanjang periode Juli hingga Agustus 2026. Tercatat ada enam perguruan tinggi papan atas yang menempatkan mahasiswanya di Bojonegoro dengan total akumulasi mencapai 4.293 personel, di mana kehadiran 200 mahasiswa Unair ini melengkapi jumlah masif yang sebelumnya telah menyentuh angka 4.093 orang.
Besarnya atensi dunia akademik eksternal ini dipandang BRIDA sebagai sebuah momentum emas bagi akselerasi pembangunan daerah melalui transfer ilmu pengetahuan secara langsung. Pihak pemkab juga memanfaatkan forum penyambutan ini untuk mengenalkan rupa-rupa produk unggulan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Bojonegoro agar dapat dipelajari keunggulannya oleh para mahasiswa.
“Mahasiswa dapat menjadi duta promosi yang mengenalkan produk-produk unggulan Bojonegoro kepada masyarakat di daerah asalnya,” katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Syahrur Marta Dwi Susilo memastikan seluruh delegasi mahasiswa yang diterjunkan telah melewati fase pembekalan internal yang ketat sebelum turun ke lapangan. Guna menjaga kualitas luaran program kerja, pihak kampus juga menyiagakan 10 dosen pembimbing yang akan mengawal secara melekat performa mahasiswa di 20 titik desa sasaran selama sebulan penuh.
"Konsep Belajar Bersama Komunitas menempatkan masyarakat sebagai mitra yang aktif dalam proses pembangunan. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk mengimplementasikan ilmu yang dimiliki, tetapi juga belajar dari nilai-nilai, pengalaman, dan kearifan lokal masyarakat. Kami berharap seluruh program yang dijalankan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan di Kabupaten Bojonegoro," pungkasnya.






































