Gandeng Pakar UNAIR, Pemkab Bojonegoro Gelar Sarasehan Edukasi Protein Hewani
Rabu, 08 Juli 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus memperluas jaringan kolaborasi strategis guna mempercepat penurunan angka stunting di daerah. Salah satu langkah konkretnya diwujudkan lewat gelaran sarasehan bertajuk "Membangun Generasi Unggul Dimulai dari Keluarga dengan Konsumsi Protein Asal Hewan untuk Mencegah Stunting". Agenda ini digulirkan bersama Program Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Selasa (07/07/2026) kemarin.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, dalam arahannya menyampaikan bahwa wilayah Bojonegoro sejatinya menyimpan potensi yang sangat melimpah di sektor peternakan serta perikanan. Keunggulan komoditas lokal ini harus dikonversi secara optimal sebagai instrumen utama pemenuhan gizi masyarakat. Pihaknya menilai kemitraan berkelanjutan bersama civitas akademika Unair merupakan langkah progresif untuk memperluas jangkauan desa binaan di seluruh pelosok Bojonegoro.
Cantika secara khusus menginstruksikan kepada seluruh jajaran kader PKK mulai dari level kabupaten, kecamatan, hingga ke akar rumput di tingkat desa untuk bergerak aktif menjadi motor edukasi dalam mendongkrak kesadaran gizi keluarga.
"Investasi yang tidak akan pernah turun nilainya adalah investasi gizi yang baik untuk anak-anak kita. Karena itu mari terus belajar mengenai pemenuhan gizi anak dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari," ajak Cantika Wahono memotivasi para kader.
Pada kesempatan yang sama, Dekan FKH Universitas Airlangga, Prof. Dr. Lilik Maslachah, menguraikan bahwa skema desa binaan ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menyasar langsung pada pengabdian masyarakat. Program pengmas di Bojonegoro sepanjang tahun 2026 ini dirancang secara terstruktur dan komprehensif ke dalam tiga tahapan berkala.
Pada tahap pertama yang dimulai Januari 2026, tim Unair berfokus pada pendampingan produktivitas ternak melalui penyaluran bantuan kepada 20 kelompok peternak itik serta pelatihan kapasitas. Berlanjut ke tahap kedua pada Mei 2026, intervensi diarahkan pada bimbingan teknis hilirisasi produk pasca-panen, seperti pelatihan pembuatan telur asin dan abon bebek, yang dibarengi dengan hibah 20 unit mesin tetas telur otomatis.
"Pada pelaksanaan tahap ketiga ini kami memfokuskan kegiatan pada pembangunan masyarakat melalui upaya pencegahan stunting. Semoga program ini dapat berkelanjutan dan menjadi contoh bagi daerah lain," papar Lilik Maslachah.
Sementara itu, Sekretaris Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraini, menambahkan bahwa sarasehan di pendopo ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan sosial yang bergulir sejak Senin lalu. Sebelum sarasehan, tim gabungan telah melaksanakan kunjungan edukasi gizi ke sekitar 320 siswa Sekolah Dasar (SD) serta menyalurkan paket stimulus pangan bergizi bagi keluarga sasaran stunting. Tak hanya itu, Disnakkan dan Unair juga telah sukses melaksanakan bimtek budidaya itik intensif bagi para peternak lokal di Desa Palembon, Kecamatan Kanor.
Elfia menegaskan, Disnakkan memiliki tanggung jawab moral dan struktural untuk memahamkan masyarakat mengenai krusialnya asupan protein hewani demi mendongkrak kualitas gizi, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
"Dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bojonegoro, kami menerapkan strategi pentahelix dengan melibatkan berbagai unsur, diantaranya Universitas Airlangga juga termasuk TP PKK kabupaten dan kecamatan. Harapannya, seluruh peserta dapat menjadi agen edukasi yang menyebarluaskan informasi kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing," pungkas Elfia Nuraini.
Komoditas protein hewani dipastikan menjadi kunci utama karena kaya akan kandungan zat asam amino esensial lengkap. Zat gizi mikro ini sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mengawal pembentukan jaringan otot serta akselerasi perkembangan otak anak sejak berada di dalam kandungan, menjadikannya investasi jangka panjang terbaik demi mencetak generasi masa depan Bojonegoro yang sehat, cerdas, dan kompetitif.






































