Pemkab Bojonegoro Cairkan Beasiswa Tahap 1B Senilai Rp10,5 Miliar untuk 2.670 Mahasiswa
Selasa, 07 Juli 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mencairkan dana program beasiswa pendidikan tahap 1B (lanjutan) tahun anggaran 2026 dengan total Rp10,5 miliar. Beasiswa tersebut disalurkan melalui mekanisme transfer langsung ke rekening bank masing-masing mahasiswa penerima manfaat. Tercatat sebanyak 2.670 mahasiswa asli Bojonegoro menjadi penerima manfaat pada pencairan tahap lanjutan ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, menjelaskan bahwa kuota tersebut terbagi ke dalam empat klaster program beasiswa, yang meliputi 14 mahasiswa penerima Beasiswa Pondok Pesantren, 113 mahasiswa penerima Beasiswa Keluarga Miskin, 334 mahasiswa penerima Beasiswa Scientist, serta porsi terbesar sebanyak 2.209 mahasiswa penerima program Beasiswa Sepuluh Sarjana per Desa.
Secara teknis penjadwalan, proses transfer dana ke rekening penerima dilakukan secara bertahap. Untuk rumpun Beasiswa Keluarga Miskin, Beasiswa Scientist Lanjutan, dan Beasiswa Pondok Pesantren terpantau telah resmi cair lebih awal pada Jumat (030/7/2026) lalu. Sementara itu, untuk klaster Beasiswa Scientist reguler menyusul dicairkan pada Senin (06/07/2026) kemarin.
Anwar Mukhtadlo menjelaskan bahwa seluruh proses pencairan dana bantuan pendidikan ini telah melewati rangkaian tahapan verifikasi yang ketat, sesuai dengan mekanisme serta regulasi baku yang berlaku di internal pemerintahan.
"Penyaluran Beasiswa Bojonegoro dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku. Setelah seluruh proses verifikasi, penetapan penerima, dan pemeriksaan administrasi dinyatakan selesai, dana beasiswa dicairkan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing mahasiswa penerima," urai Anwar Mukhtadlo saat memberikan keterangan resminya.
Lebih lanjut, Anwar memberikan penegasan penting mengenai sifat dan peruntukan dana bantuan ini agar tidak terjadi salah pemahaman di kalangan civitas akademika. Sesuai ketentuan regulasi, Beasiswa Bojonegoro dikonsepkan sebagai bantuan dana pendidikan dengan sistem reimbursement atau pengganti biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang telah dibayarkan secara mandiri oleh mahasiswa sebelumnya. Dengan demikian, hak dana yang diterima murni merupakan dana pengganti atas biaya yang sudah dikeluarkan pada semester berjalan, dan bukan dialokasikan untuk instrumen modal pembayaran UKT pada semester berikutnya.
Program beasiswa multi-sektor ini menjadi salah satu pilar instrumen andalan Pemkab Bojonegoro dalam mengeskalasi kualitas indeks pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal melalui perluasan jangkauan ke perguruan tinggi. Melalui realisasi pencairan tahap lanjutan ini, para mahasiswa asal Bumi Angling Dharma diharapkan dapat semakin fokus dan termotivasi dalam menyelesaikan studi akademisnya tepat waktu, sehingga kelak siap pulang kampung untuk berkontribusi nyata bagi akselerasi pembangunan Kabupaten Bojonegoro.






































