Pemkab Bojonegoro Serahkan Bantuan Gerobak Baru Bagi Para Pedagang Serabi
Rabu, 01 Juli 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Sejumlah pedagang serabi menerima bantuan gerobak dari Pemkab Bojonegoro, Selasa (30/06/2026). Penyerahan dilakukan dalam acara resmi di Pendopo Kecamatan Kota Bojonegoro.
Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata dari komitmen berkelanjutan Pemkab Bojonegoro dalam mendukung eksistensi pelaku usaha mikro agar semakin berkembang, mandiri, dan mampu mendongkrak kesejahteraan ekonomi keluarga. Satu per satu penerima manfaat tampak sumringah saat menerima unit gerobak baru yang bersih dan representatif, di mana bagi mereka sarana ini bukan sekadar alat kerja pelengkap biasa melainkan menjadi stimulus penyemangat untuk terus membesarkan usaha kuliner yang telah menjadi sumber penghidupan utama.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dalam sambutannya menyampaikan bahwa program fasilitasi UMKM ini sangat sejalan dengan visi dan tagline pembangunan daerah yaitu Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan. Menurutnya, gerakan pengembangan potensi cita rasa serabi asli Bojonegoro ini berawal dari inisiatif mandiri Kelurahan Kepatihan yang kemudian direspons cepat serta mendapat dukungan penuh dari tingkat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
"Kedepan akan ada kontes serabi. Harapannya kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang mampu menarik masyarakat untuk datang ke Bojonegoro. Pemkab akan mendukung setiap pengembangan yang mampu menghadirkan banyak pengunjung. Ini wujud pemerintah hadir agar dagangannya laris, hidupnya berkah dan barokah," ujar Nurul Azizah memaparkan rencana festival ke depan.
Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro Muhammad Ahmadi menjelaskan bahwa bantuan gerobak kali ini diserahkan khusus kepada sembilan orang pedagang serabi sebagai tindak lanjut atas janji komitmen yang pernah disampaikan Wakil Bupati saat menghadiri kegiatan Umbul Dungo di Kelurahan Kepatihan beberapa waktu lalu. Ia bersyukur seluruh proses administrasi dan pengadaan sarana ini berjalan lancar hingga bisa diterimakan langsung kepada para pedagang yang membutuhkan.
"Alhamdulillah, hari ini janji tersebut dapat ditepati. Semoga bantuan gerobak ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu meningkatkan usaha para pelaku UMKM," ungkap Ahmadi dengan lega.
Ahmadi juga membawa kabar baik bahwa kuliner Serabi Bojonegoro saat ini telah resmi memperoleh Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagai aset budaya daerah. Atas dasar legalitas tersebut, ke depan agenda festival serabi berskala besar akan kembali digelar dengan melibatkan lebih banyak partisipasi pedagang dari berbagai pelosok kecamatan guna memperkuat identitas kuliner khas Bumi Angling Dharma di mata nasional.
“Meskipun serabi banyak dijumpai di berbagai daerah, Serabi Bojonegoro memiliki kekhasan tersendiri,” tandas Ahmadi menjamin keunikan rasa produk lokal.
Kebahagiaan mendalam turut dirasakan oleh Kasmin, seorang pedagang serabi senior asal Kelurahan Kepatihan yang berkesempatan menjadi salah satu penerima manfaat bantuan. Selama tujuh tahun terakhir, Kasmin konsisten menyambung hidup dengan berjualan serabi di kawasan Jalan Imam Bonjol, tepatnya mengambil lapak di depan SD Katolik Bojonegoro mulai pukul empat sore setiap harinya.
Ia mengaku bahwa selama bertahun-tahun berdagang, dirinya hanya mengandalkan bentangan meja kayu sederhana yang repot untuk dibongkar pasang serta kurang menarik secara estetika. Dengan adanya pemberian fasilitas gerobak modern bercat rapi ini, ia optimistis seluruh perlengkapan memasak dan sajian serabi buatannya dapat ditata jauh lebih higienis, rapi, serta mampu memikat perhatian para calon pembeli yang melintas di jalan raya.
"Alhamdulillah. Dulu jualannya di meja, kalau pakai gerobak ini bisa dipajang," ujar Kasmin dengan mata berkaca-kaca menumpahkan rasa syukurnya.
Kasmin mengungkapkan bahwa dalam putaran usaha harian normal, dirinya rutin mengolah sekitar lima kilogram adonan tepung serabi, sementara khusus pada momentum malam Minggu volume pembuatan sengaja dinaikkan hingga menyentuh angka tujuh kilogram demi melayani lonjakan pembeli. Untuk satu porsi serabi hangat yang gurih, ia membanderolnya dengan harga yang sangat terjangkau yaitu sekitar Rp6.000 saja, di mana sebelumnya ia juga tercatat aktif sebagai peserta dalam gelaran festival serabi tingkat kelurahan.
Melalui pemberian bantuan stimulus berupa gerobak usaha ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menaruh harapan besar agar para pelaku UMKM kuliner tradisional dapat semakin percaya diri dan profesional dalam mengelola manajemen usahanya. Peningkatan standardisasi tampilan fisik tempat jualan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kenaikan omzet harian pedagang, namun sekaligus mampu memperkuat eksistensi Serabi Bojonegoro sebagai salah satu warisan kuliner legendaris yang menjadi ikon kebanggaan daerah.






































