Tutup PKN II di BPSDM Jatim, Khofifah Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Adaptif
Jumat, 03 Juli 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi menutup agenda Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan II Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Surabaya pada hari Kamis (02/07/2026) kemarin. Dalam arahannya di depan puluhan peserta, orang nomor satu di Jawa Timur tersebut menekankan bahwa kepemimpinan yang adaptif dan inovatif merupakan kunci utama dalam mendongkrak kinerja organisasi serta menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas tinggi bagi masyarakat luas.
Di hadapan 60 peserta yang berasal dari berbagai kementerian, lembaga, serta jajaran pemerintah daerah di seluruh Indonesia, Khofifah mengingatkan bahwa tantangan birokrasi saat ini berjalan sangat kompleks akibat adanya ketidakpastian geopolitik global serta pesatnya perkembangan teknologi digital. Oleh karena itu, ia meminta kepada para pemimpin birokrasi untuk tidak boleh sekadar menjalankan urusan administrasi pemerintahan secara monoton dan konvensional.
"Keberhasilan birokrasi bukan diukur dari banyaknya regulasi yang diterbitkan, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, berkualitas, transparan, dan berkeadilan," tegas Khofifah saat memberikan sambutan resmi penutupan.
Lebih lanjut, ia juga menggarisbawahi bahwa tolok ukur utama keberhasilan keikutsertaan para aparatur dalam ajang PKN II ini adalah dampak nyata yang dibawa setelah mereka kembali ke instansi asal masing-masing. Dokumen proyek perubahan yang telah disusun secara matang selama empat bulan masa pembelajaran dengan metode blended learning tersebut wajib dieksekusi di lapangan secara nyata, bukan sekadar menjadi pemenuhan tugas akademis kelulusan di atas kertas.
"Kita berharap proyek perubahan yang telah dipresentasikan benar-benar dilaksanakan setelah peserta kembali ke institusinya. Menurut saya, mahkota PKN II adalah ketika proyek perubahan itu benar-benar diimplementasikan," ujarnya menegaskan esensi dari pelatihan kepemimpinan tersebut.
Melalui penutupan diklat kepemimpinan ini, para alumni PKN II Angkatan II diharapkan mampu menjadi agen perubahan sejati yang membawa pembaruan positif di unit kerja masing-masing. Implementasi proyek perubahan yang berkelanjutan di berbagai sektor pemerintahan diproyeksikan akan memotong jalur birokrasi yang berbelit, sehingga visi reformasi birokrasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan kemudahan urusan masyarakat dapat segera terwujud secara merata.(red/toh)






































