Tim SAR Belum Temukan Anak Diduga Tenggelam di Bengawan Solo
Selasa, 15 Maret 2016 21:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Daffin (10), pelajar kelas 3 SD asal Perumda, Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro, diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo sejak Senin (14/03) sekitar pukul 17.30 WIB.
Tim SAR Gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro hari ini, Selasa (15/03), mulai pukul 10.50 WIB pagi tadi telah melakukan pencarian, yang dipusatkan di bantaran Bengawan Solo dekat Gang Bombay RT 01 RW 001 Kelurahan Ledokwetan, Kecamatan Bojonegoro. Namun hingga pukul 18.00 WIB petang tadi, Tim SAR belum menemukan korban yang diduga tenggelam tersebut.
Kapala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andhik Sujarwo, yang langsung memimpin pencarian korban, ketika ditemui beritabojonegoro.com (BBC) mengatakan bahwa sejak pukul 18.00 WIB, untuk sementara waktu pencarian dihentikan, mengingat pada malam hari Tim SAR tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian.
Baca Bocah Kelas 3 SD Diduga Tenggelam di Bengawan Solo
"Besok pagi mulai pukul 06.00 WIB, pencarian akan dilanjutkan," terang Andhik Sujarwo.
Masih menurut Andhik, hari ini untuk proses pencarian diturunkan satu unit perahu karet dengan 7 personel, sedangkan untuk besok, rencananya akan diturunkan 2 tim perahu karet, dengan kekuatan 14 personil.
Sedangkan untuk lokasi pencarian pada esok hari, satu tim akan tetap melakukan pencarian di lokasi awal, dimana korban diduga tenggelam, yaitu di seputaran taman bengawan solo (TBS) hingga Jembatan Kaliketek, sedangkan satu tim lainnya akan langsung diterjunkan jauh ke bawah (hilir, red).
"Satu tim akan mulai melakukan pencarian dan penelusuran dari wilayah Kecamatan Balen, menuju hulu," lanjut Andhik.
Sementara menurut Kapolsek Bojonegoro Kota, Kompol M Usman, MPd, ketika ditemui di tempat kejadian musibah, menjelaskan bahwa Daffin atau nama lengkapnya Daffin Aditia Rahman (10), putra dari Bapak Nurir Rahman, beralamatkan di Perumda Blok O Nomor 02 Kelurahan Sumbang Kecamatan Bojonegoro Kota, adalah penderita autis.
"Anak tersebut meninggalkan rumah mengunakan kaos warna hijau dan celana pendek warna krem, sejak hari Senin (14/03) kemarin," jelas Kompol M. Usman.
Kemudian pada petang harinya, menurut keterangan saksi-saksi, korban diketahui berjalan sendirian melewati Gang Bombai Kelurahan Ledokwetan Kecamatan Bojonegoro Kota. Kemudian setelah itu korban masuk ke aliran sungai Bengawan Solo, sehingga diduga korban terseret arus dan tenggelam di Sungai Bengawan Solo.(ping/moha)































.md.jpg)






