Warga Baureno Memprotes Aktivitas Tambang Pasir Warga Plumpang Tuban
Selasa, 29 Maret 2016 19:00 WIBOleh Betty Aulia
Oleh Betty Aulia
Baureno - Warga Dukuh Mojo Desa Kedungrejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro memprotes terhadap penambangan pasir manual yang dilakukan oleh warga Desa Klotok Kecamatan Plumpang KabupatenTuban di Bengawan Solo. Kedua desa tersebut letaknya berebelahan, terpisah oleh Bengawan Solo.
Protes itu dilakukan kerana warga Dukuh Mojo Desa Kadungrejo menganggap bahwa penambangan pasir manual jika dilakukan secara terus menerus bisa mengakibatkan bibir bengawan sekitar desa Mojo mengikis dan bisa mengalami longsor. Sehingga warga Dukuh Mojo bersikeras agar warga Desa Klotok Kecamatan Plumpang menghentikan aktivitas penambangannya.
Untuk menghindari terjadinya bentrokan antar ke dua belah pihak selanjutnya Pihak Pemerintahan Desa Desa Klotok dan Pemdes Desa Kadungrejo dengan didampingi Muspika Kecamatan Plumpang dan Baureno melakukan mediasi.
Kapolsek Baureno AKP Mashadi menerangkan, pada mediasi tersebut pihak Pemdes Desa Klotok berharap kepada pemdes Desa Kadungrejo supaya aktivitas penambangan pasir manual yang dilakukan oleh warga Klotok bisa berjalan terus meskipun mereka harus membayar kompensasi ke Pemdes Kadungrejo.
Namun warga Dukuh Mojo Desa Kadungrejo Kecamatan Baureno belum bisa memutuskan permintaan itu. Warga Dukuh Mojo bersikeras bahwa aktivitas tambang pasir yang dilakukan oleh warga Desa Klotok walaupun secara manual, jika dilakukan terus menerus akan mengakibatkan pengikisan hingga longsor. Jelas itu semua merugikan warga Dukuh Mojo.
“Kami berusaha mencari jalan tengah dengan melakukan mediasi, namun mediasi yang kami lakukan ternyata belum membuahkan hasil, “ ujar AKP Mashadi
Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya kedua belah pihak bersepakat untuk aktivitas penambangan pasir secara manual yang biasa dilakukan warga Desa Klotok sementara dihentikan dulu sambil menunggu pertemuan kedua belah pihak lebih lanjut.
“Sementara kedua belah pihak sudah bersepakat untuk memberhentikan aktifitas penambangan pasir secara manual tersebut untuk sementara, sambil menunggu pertemuan kedua belah pihak lebih lanjut,” pungkasnya . (ety/moha)































.md.jpg)






