Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Bengawan Solo
Polisi Temukan Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad Korban
Kamis, 14 April 2016 16:00 WIBOleh Betty Aulia
Oleh Betty Aulia
Kota - Tim Identifikasi Polres dan tim dokter RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada jasad perempuan tak dikenal yang ditemukan mengapung di Sungai Bengawan Solo, Kamis (14/04) pagi. Tanda bekas penganiayaan itu diketahui setelah dilakukan proses otopsi di kamar jenazah RSUD.
Seperti diberitakan, mayat perempuan tanpa identitas (Mrs X) pagi tadi, sekitar pukul 09.40 WIB, ditemukan dan dievakuasi Tim SAR Gabungan dari BPBD Kabupaten Bojonegoro. Mayat mengapung di sekitar Tambangan Banjarsari sebelah utara, Kecamatan Trucuk. Setelah diangkat, mayat dibawa ke kamar jenazah RSUD Sosodoro Djatikusumo. Proses otopsi mayat dilakukan sekitar setengah jam, mulai pukul 13.45 WIB.
Baca berita: Tim SAR Evakuasi Mayat Mrs X yang Hanyut di Bengawan Solo
Menurut Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Sujarwanto SH, pada jasad korban ditemukan adanya bekas kekerasan fisik. Terbukti pada bagian kepala dalam kondisi pecah. Hal ini dapat diakibatkan pukulan benda tumpul dan dilakukan lebih dari satu kali.
"Kondisi bagian kepala pecah ini dimungkinkan pada awalnya hanya keretakan saja akibat pukulan benda tumpul. Namun karena mengalami proses pembusukan sehingga kepala korban mengalami pengelupasan," tutur AKP Sujarwanto kepada beritabojonegoro.com.
Lebih lanjut, AKP Sujarwanto menuturkan, selain ditemukan kondisi bagian kepala yang pecah, pada jasad korban juga terdapat luka lebam pada bagian dada sebelah kiri, paha bagian kiri, lutut bagian kiri, dan betis bagian kiri.
Ada pun ciri-ciri yang berhasil dikantongi pihak berwajib adalah korban berjenis kelamin perempuan, kondisi telanjang, tinggi badan 155 centimeter, rambut ikal warna hitam, gigi rata, wajah oval, dan kulit sawo matang. Korban tidak dalam keadaan hamil, dan dipastikan sudah pernah melahirkan. Pada bagian jari telunjuk korban sebelah kiri terdapat cicin putih melingkar.
"Ya, kita lihat dari postur tubuhnya bisa diperkirakan usia korban masih antara 17 sampai 20 tahun," jelasnya.
Melihat kondisi jenazah yang sudah membusuk, diperkirakan korban sudah meninggal sekitar 4 hari lalu. Korban juga diperkirakan bukan warga dari wilayah Bojonegoro. Namun demikian, saat ini pihak Polres Bojonegoro terus melakukan penyelidikan motif kematian korban, hingga identitasnya bisa ditemukan. (ety/tap)
*) Foto jasad korban diotpsi tim dokter dan tim identifikasi polres di kamar jenazah































.md.jpg)






