News Ticker
  • Kualitas Udara di Bojonegoro Alami Penurunan Drastis
  • Pemkab Bojonegoro Kembali Gulirkan Program Domba Kesejahteraan, Sasar 3.325 Penerima
  • Mengenal Hara Hachi Bu di Jepang, Rahasia Umur Panjang Lewat Kebiasaan Berhenti Makan Sebelum Kenyang
  • Prakiraan Cuaca 05 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 05 Mei dalam Sejarah
  • kalender Jawa, Besok tanggal 05 Mei 2026 jatuh pada hari Selasa Pahing
  • BSPS Jawa Timur Naik 10 Kali Lipat, Menteri PKP Targetkan 33 Ribu Rumah Tahun Ini
  • Memahami Diri Sendiri Lebih dari Sekadar Apa yang Terlihat
  • BLT DBHCHT Bojonegoro Cair Paling Lambat Pekan Kedua Bulan Mei
  • Prakiraan Cuaca 04 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 04 Mei dalam Sejarah
  • Harga Emas hari ini 4 Mei 2026
  • kalender Jawa, Tanggal 04 Mei 2026 jatuh pada hari Senin Legi
  • Pemerintah Perkuat Perlindungan Buruh Lewat Paket Regulasi Baru
  • Gubernur Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban di Jatim Melimpah, Siap Sokong Daerah Lain
  • Avanza Terperosok ke Sawah di Kapas Bojonegoro, Diduga Sopir Kurang Konsentrasi
  • Semangat Hidup Sehat dan Kelestarian Alam Warnai Spekta Bumi Fun Run 2026 di Pilanggede
  • Prakiraan Cuaca 03 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 03 Mei dalam Sejarah
  • Tersengat Listrik, Seorang Pekerja Peternakan Ayam di Sumberrejo, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Kemnaker Terbitkan Aturan Baru Outsourcing, Hanya 6 Bidang Pekerjaan yang Diizinkan
  • Khofifah Tegaskan Jatim Pertahankan Posisi Barometer Pendidikan Nasional
  • Perubahan Urine Bisa Jadi Tanda Awal Gangguan Ginjal, Ini Kata Dokter
  • Prakiraan Cuaca 02 Mei 2026 Bojonegoro
Rumah Ludes Terbakar, Sumini Kini Berharap Uluran Tangan Orang Lain

Rumah Ludes Terbakar, Sumini Kini Berharap Uluran Tangan Orang Lain

Oleh Betty Aulia

Kota - Manusia tidak akan pernah tahu kapan mengalami musibah dan kapan menjalani kehidupan yang layak. Seperti halnya yang terjadi pada Sumini (65), warga Desa Jetis, Kecamatan/Kabupaten Blora, yang rela menyambung hidup dengan meminta belas kasihan orang lain. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, dia terpaksa demi menyambung hidup bersama seorang keponakannya.

Hari demi hari dia menyusuri jalan raya. Mengenakan pakaian lusuh yang terdiri kerudung hitam, baju kebaya, jarit, serta selembar selendang yang dia gunakan untuk menggendong keponakan yang masih berusia 3 tahun itu. Sumini mengaku, semua pakaian yang dikenakan saat ini merupakan pakaian bekas yang diterima dari seseorang, dan pakaian itu merupakan satu-satunya yang dimiliki.

"Ini pakaian saya dikasih orang waktu saya masih tinggal di Blora," tutur Sumini dengan senyum tipis.

Selain itu, Sumini juga mengungkapkan, dirinya kini hanya tinggal sendiri bersama keponakannya. Kepada beritabojonegoro.com (BBC), Jumat (16/04) kemarin, dia menuturkan, empat tahun silam dirinya tertimpa musibah rumahnya terbakar. Dia harus merelakan seisi rumahnya ludes dilahap sang jago merah. "Rumah saya terbakar beserta keluarga saya, karena tabung elpijinya meledak," tuturnya sedih.

Diiringi hujan rintik-rintik membuat Sumini semakin dalam menceritakan masa lalunya dan kehidupan yang dijalani sekarang ini. Dia mengaku, setelah kejadian kebakaran, dirinya kehilangan tempat tinggal. Dia sempat ditampung pihak berwajib di Kabupaten Blora dan tinggal sementara di pos polisi.

Namun semua itu hanya bertahan beberapa hari. Karena dia tidak mau merepotkan orang lain, maka dia memutuskan pergi merantau bersama keponakannya itu. Dia sempat bekerja di satu warung di Pasar Kota Bojonegoro. "Dulu saya ikut bekerja di salah satu warung kaki lima di daerah Pasar Bojonegoro, namun sekarang sudah tidak lagi, karena kondisi kesehatan yang kurang baik," ungkapnya.

Kadang timbul perasaan bersalah dan sedih, karena merasa tidak bisa memberikan kehidupan layak bagi keponakannya, Megawati. Jangankan untuk memberikan kehidupan layak, untuk mendapatkan makanan saja dia harus menyusuri jalan dengan berharap uluran tangan orang lain.

"Kalau musim hujan begini, Wati setiap malam sering menangis karena kedinginan,” ucapnya lirih.

Sering muncul dalam benaknya ingin memiliki tempat tinggal seperti yang dimilikinya dulu. Tempat tinggal yang bisa dijadikan istana baginya dan keponakannya. Namun semua keinginan itu harus ditepisnya dalam-dalam. Sebab, dia merasa tak yakin semua itu bakal terwujud.

Dalam usianya yang mulai renta, Sumini berusaha lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta, agar selalu diberikan kesehatan dan rezeki. Dari bibir keriputnya, terucap kata-kata permohonan, dia minta jangan mati dulu sebelum Megawati jadi anak yang sukses dan berguna bagi orang lain.

"Setiap malam saya selalu berdoa, agar saya selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang supaya saya bisa melihat Wati menjadi anak yang berguna bagi orang lain," pungkasnya. (ety/kik)

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Memahami Diri Sendiri Lebih dari Sekadar Apa yang Terlihat

Memahami Diri Sendiri Lebih dari Sekadar Apa yang Terlihat

Di tengah kehidupan yang berjalan semakin cepat dan penuh tuntutan, tidak sedikit orang yang diam-diam merasa tertinggal, seolah-olah dirinya belum ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Sutradara Wregas Bhanuteja kembali menggebrak sinema tanah air melalui karya terbarunya, Para Perasuk. Berbeda dengan pakem film bertema mistis pada ...

1777959994.2831 at start, 1777959994.8041 at end, 0.5209789276123 sec elapsed