News Ticker
  • 1.007 Modin Perempuan Terima Santunan dari Pemkab Bojonegoro
  • Gubernur Khofifah Sebut Tradisi Riyayan Dekatkan Warga Dan Pemimpin
  • Rest Area Bojonegoro Beroperasi H-7 hingga H+7 Lebaran 2026, Maksimalkan Pelayanan untuk Pemudik
  • Ramalan 12 Zodiak Hingga 29 Maret 2026, Taurus, Cancer, Leo, Libra, dan Pisces Beruntung
  • Ini Tips Mengatasi Microsleep Saat Berkendara
  • Harga emas di hari ini Rabu 24 Maret 2026
  • Perkiraan Cuaca Selasa, 24 Maret 2026
  • 24 Maret dalam Sejarah
  • 3.086 Penumpang Naik dan Turun di Stasiun Bojonegoro Hari Ini
  • Puncak Arus Balik 2026 di Stasiun Bojonegoro Diprediksi Terjadi Hari Ini
  • Wajah Wisata di Bojonegoro Timur yang Layak Dicoba
  • Menag Dukung Pembatasan Bermedos untuk Anak sebagai Ijtihad Lindungi Generasi Muda
  • Sejumlah Penyakit yang Kerap Muncul Setelah Lebaran
  • 23 Maret dalam Sejarah
  • 3.378 Penumpang Naik-Turun di Stasiun Bojonegoro Hari Ini
  • Diduga Serangan Jantung, Petani di Kepohbaru, Bojonegoro, Meninggal di Sawah
  • Tetap Jaga Kesehatan di Tengah Serbuan Jajan Lebaran
  • Bupati Bojonegoro Gelar Open House untuk ASN dan Warga
  • 12 Tradisi Unik Saat Lebaran di Indonesia
  • 22 Maret dalam Sejarah
  • Suasana Khidmat di Lapas Bojonegoro pada Hari Raya Idul Fitri
  • Pemkab Bojonegoro Pastikan Jalan Alternatif Lebaran Nyaman Dilewati
  • Pemudik Antusias Manfaatkan Layanan Rest Area Dishub Bojonegoro
  • Ini Jalur Alternatif yang Disiapkan Pemkab Bojonegoro Selama Lebaran 1447 H
Benarkah Emansipasi Kartini Mampu Bangkitkan Semangat Perempuan Membangun?

Catatan Kecil Emansipasi RA Kartini

Benarkah Emansipasi Kartini Mampu Bangkitkan Semangat Perempuan Membangun?

Oleh Linda Estiyanti

SEMARAK peringatan Hari Kartini yang dilaksanakan berbagai kalangan, tua muda, pada Kamis (21/04) hari ini, menjelaskan bahwa pesona emansipasi yang dibawa oleh perempuan kelahiran Jepara, 21 April 1879 itu benar-benar menyihir para perempuan. Entah sihir seperti apa bentuknya, yang pasti semua perempuan hari ini minimal merasa harkatnya sejengkal lebih tinggi ketimbang kaum lelaki.

Sejak pagi, peringatan hari nasional yang telah disahkan oleh presiden pertama Indonesia, Soekarno, sejak 52 tahun yang lalu, (mulai 2 Mei 1964) berlangsung meriah di berbagai tempat. Hal itu menunjukkan bahwa semangat nasionalisme kaum perempuan masih tinggi. Semangat untuk beremansipasi seperti yang digadang-gadang Kartini, atau sekedar euforia agar dianggap keren dan up to date alias tidak ketinggalan zaman.

Sekilas, sosok Kartini, putri ketiga pasangan Bupati Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dengan seorang perempuan Jawa biasa, MA Ngasirah, itu tidak lebih adalah sosok perempuan Jawa yang sederhana dan penurut. Meskipun pada masanya ia adalah keturunan bangsawan yang menyandang gelar RA (Raden Ajeng), tetapi Kartini lebih sering meminta orang memanggilnya Kartini saja. Ia tidak memakai gelar RA karena tidak ingin dibedakan dengan bangsa pribumi yang lain. Baginya gelar tersebut menghalanginya dalam berteman.

Sejarah perjuangan RA Kartini semasa hidupnya berawal ketika dirinya yang berumur 12 tahun dilarang melanjutkan sekolah. Larangan Kartini mengejar cita-cita bersekolah muncul dari orang yang paling dekat dengannya, yaitu ayahnya sendiri. Ayahnya bersikeras Kartini harus tinggal di rumah karena usianya sudah mencapai 12 tahun, berarti sudah bisa dipingit. Selama tinggal di rumah, Kartini kecil mulai menulis surat-surat kepada teman korespondensinya yang kebanyakan berasal dari Belanda, dimana kemudian mengenal Rosa Abendanon yang sering mendukung apa pun yang direncanakannya. Dari Abendanon jugalah Kartini kecil mulai sering membaca buku-buku dan koran Eropa yang menyulut api baru di dalam hatinya, yaitu tentang bagaimana wanita-wanita Eropa mampu berpikir sangat maju.

Berjalan hingga pada 12 November 1903, Kartini dipaksa menikah dengan bupati Rembang oleh orangtuanya. Bupati yang bernama KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat ini sebelumnya sudah memiliki istri, namun ternyata suaminya sangat mengerti cita-cita Kartini dan membolehkannya membangun sekolah wanita. Selama pernikahannya, Kartini hanya memiliki seorang anak yang diberi nama Soesalit Djojoadhiningrat. Kartini kemudian menghembuskan nafas terakhir empat hari setelah melahirkan anak satu-satunya itu di usia 25 tahun. Itulah akhir seorang Kartini, yang kemudian disebut-sebut sebagai pendekar kaum perempuan yang mampu mengemansipasi.

Ternyata pesona emansipasi Kartini tersebut memang mempunyai makna tersendiri bagi setiap perempuan. Berikut ini, beberapa ungkapan yang disampaikan para perempuan mengenai Hari Kartini dan maknanya.

Mitroatin, Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro:

Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Mitroatin menduduki posisi tertinggi dalam tatanan kursi wakil rakyat itu. Ia harus selalu berhati-hati dalam melangkah dan mengambil tindakan. Termasuk dengan memaknai apa yang menjadi hakikat sebuah cerita. Hari Kartini, bagi perempuan yang pernah menjabat Kepala Desa Tanjung, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, tersebut sangat bermakna sekali. Kartini terkenal karena perjuangan yang berani mengemansipasi perempuan, sehingga bisa memberi kontribusi positif kepada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

"Sosok Kartini yang di era modern ini kita harus lebih berkiprah. Ia sekarang harus mampu untuk terjun di masyaraka. Utamanya berjuang untuk kemaslahatan umat dan juga harus berani. Berani berpolitik dengan santun sebelum kemudian memperjuangkan hak-hak rakyat," katanya kepada beritabojonegoro.com.

Soraya Hendri Fiuser, Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Bojonegoro:

Bagi istri orang nomor satu di lingkungan Polres Bojonegoro itu, Hari Kartini mengingatkan bahwa dibalik kelembutan seorang perempuan, di sana terdapat jiwa dan semangat yang kuat. Untuk saat ini, perempuan bebas berkekspresi serta berkreasi, tetapi harus tetap menjaga norma dan kodratnya sebagai perempuan.

"Sehingga kita sebagai perempuan harus tetap memperjuangkan hak-hak kita untuk dapat mengambil bagian dalam membangun nusa dan bangsa ini menjadi lebih maju, bermartabat serta bermoral," kata Soraya.

Sujatmi, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Bojonegoro:

Bagi perempuan asal Trucuk itu, makna dari Hari Kartini adalah sebuah perjuangan. Bukan perjuangan untuk menyetarakan gender lagi, namun lebih dari itu, yaitu perjuangan bagaimana seorang perempuan mampu mengatur kecerdasan emosional seimbang dengan spiritualnya. Dalam hal ini, profesi bidan yang ia emban adalah sebuah titipan, sehingga diperlukan keseimbangan dalam pemenuhan hak dan kewajibannya.

"Saat ini, kebanyakan orang mendapatkan sesuatu hasil pengorbanan dengan fasilitas yang memadai. Itulah kemudian yang menjadi indikator diperlukannya pendekatan lingkungan dalam sebuah perjuangan," kata Sujatmi.

AKP Sri Ismawati, Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Polres Bojonegoro:

Berbeda dengan pemahaman-pemahaman di atas, bagi seorang perempuan yang lainnya, AKP Sri Ismawati, polisi wanita yang saat ini bertugas menjadi Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat,  mengungkapkan bahwa emansipasi yang dibawa Kartini, yang kemudian berhasil menyejajarkan posisi antara lelaki dan perempuan tersebut merupakan sesuatu yang tinggi nilainya. Namun, tidak berhenti di situ, yang paling penting, perempuan harus selalu mau belajar hingga pandai menempatkan diri.

"Kartini masa kini harus bisa menjadi teladan untuk orang di sekitarnya. Perempuan harus solihah, berpengetahuan luas dan terampil dalam mendidik anak-anaknya," pungkas ibu dua anak, istri Almarhum AKP Tedjo Pramono, Kasat Intelkam Polres Bojonegoro itu.

Nita April Susanti, Ibu Rumah Tangga:

Setelah merasa anaknya sudah cukup untuk ditinggal bekerja, ibu dua anak ini mulai aktif dan merestart ulang jadwal kesehariannya. Sebagai seorang perempuan, ia tertarik untuk bekerja dengan mandiri. Belajar pada kisah Kartini yang telah berhasil mengangkat derajat kaum perempuan, sehingga tidak lagi dipandang sebelah mata oleh kaum lelaki. Tetapi emansipasi itu justru lebih banyak membuat perempuan masa kini tidak mengikuti jejak/perilaku Kartini yang keibuan.

"Seharusnya meski sebagai perempuan yang berkarier, perempuan tetap harus menjadi seorang ibu untuk anak-anaknya. Harus mendidik anak dengan baik dan menjadi istri yang baik, dalam arti harus mengikuti kata suami selama itu positif," ujar perempuan yang juga aktif sebagai pengurus sebuah Koperasi Wanita itu.

Kholisatun Nifa, Mahasiswi:

Bagi mahasiwi semester empat di Universitas Terbuka itu, Kartini adalah sosok perempuan hebat yang mampu memberikan pengaruh dan manfaat yang besar bagi lingkungan sekitarnya. Dari sisi inilah, kemudian Nifa, perempuan yang juga guru PAUD di Dander itu mempelajari satu pesan yang ditinggalkan Kartini. Termasuk belajar menjadi sosok perempuan yang yang kreatif dan mampu memanfaatkan kesempatan dengan sigap bertindak dan memberikan inspirasi.

"Agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, saat ini sudah banyak perempuan hebat yang ikut berperan aktif dalam semua bidang itu dimulai dari organisasi wanita dan program pemberdayaan perempuan yang ada saat ini. Namun jangan sampai emansipasi wanita menjadi kedok buat kebebasan para wanita ya," ujar perempuan yang juga pengelola TBM Geometry Sendangrejo Kecamatan Dander itu.

Dari sekian banyak pemahaman orang mengenai makna dari Hari Kartini di atas, sejujurnya menambah daftar pertanyaan dalam benak saya. Mengapa kepada berbagai persoalan yang ada, pergeseran budaya, perubahan ekonomi, sosial, dan lingkungan, benarkah emansipasi itu akan mampu membangun? membangun dengan emansipasi atau sekedar perisapan jempol? (lyn/tap)
   

Banner Ucapan Idulfitri 1447 H ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film One Battle After Another Menang Best Picture Oscar 2026

Film One Battle After Another Menang Best Picture Oscar 2026

Academy Awards ke-98 atau Oscar 2026 telah digelar pada 15 Maret 2026 di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles. Berikut adalah ...

1774335935.0937 at start, 1774335935.4788 at end, 0.38508296012878 sec elapsed