News Ticker
  • Wisata di Tuban Perlu Pengembangan dan Peningkatan Fasilitas
  • Sri Astini Manfaatkan Limbah Sedotan Jadi Tikar Cantik
  • Muspika Gayam Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Aula Belajar Desa Beged
  • Polres Tuban Kembali Ringkus Dua Orang Produsen Miras
  • Mempersiapkan
  • Pemkab Bojonegoro Beri Santunan Kematian bagi Warga Miskin
  • Pemkab Bojonegoro Luncurkan Kartu Pedagang Produktif
  • Hindari Tabrakan, Truk di Margomulyo Bojonegoro Terguling ke Tebing Jalan
  • Diduga Serangan Jantung, Petani di Kanor Bojonegoro Meninggal di Sawah
  • Ketua KONI Bojonegoro yang Dilengserkan, Lukman Wafi, Akan Menghadap Bupati
  • Mosi Tidak Percaya, Ketua KONI Bojonegoro Dilengserkan
  • Urai Sampah, DLH Blora Gunakan Lalat Tentara Hitam
  • Problem Base Solution: Mengubah Masalah Rakyat Sebagai Masalah Pemerintah
  • Pemkab Blora Serahkan Hibah Bongkaran Bangunan Pasar
  • Kedekatan
  • Akibat Angin Kencang, Sejumlah Pohon di Padangan Bojonegoro Roboh
  • Menghadirkan
  • Bawaslu Undang Anam Warsito, Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu oleh Bupati Bojonegoro
  • Kasus Demam Berdarah di Tuban Meningkat
  • Motor Tabrak Sepeda di Dander Bojonegoro, 2 Orang Luka-Luka
  • Tabrakan Motor di Ngasem Bojonegoro, Seorang Kakek Patah Tulang Kaki
  • Bupati Bojonegoro Serahkan Sertifikat PTSL di Desa Jumput Sukosewu
  • Polisi Bojonegoro Gandeng Komunitas Offroad, Cek TPS Daerah Terpencil
  • Warga Lamongan, Tewas Tertabrak Kereta Api di Baureno Bojonegoro
  • Tabrak Lari di Padangan Bojonegoro, Seorang Pemotor Tewas di TKP

Obituary

Anas, Sang Pahlawan itu Telah Pergi, Tapi Suaranya Akan Terus Nyaring!

Oleh Kang Yoto

KEPERGIAN Mas Anas (pimred Radar Bojonegoro), meninggalkan rasa kehilangan yang dalam. Hari ini, 28 Oktober 2018, hari yang yang dikenang sebagai hari sumpah pemuda, engkau pergi dalam usia yang muda. Mas Anas satu diantara orang yang sangat peduli dengan sejarah Kesejahteraan Bojonegoro.

Hanya dengan memahami sejarah, masalah dan usaha solutifnya maka kesejahteraan bersama dapat diwujudkan.

Apa yang menyebabkan kemiskinan endemik warga Bojonegoro di awal abad 20 dan usaha apa saja yang pernah dilakukan pemerintah dan warganya, adalah pelajaran sejarah yang sangat berharga hari ini.

Mas Anas tidak sekedar berteriak, lewat kewartawanannya seluruh idealisme dan kemampuannya dicurahkan. Dibalik seluruh daya kritis, logika dan kebenaran yang dibangun hanya ada satu semangat, orang Bojonegoro harus cerdas dan terus memperbaiki cara membangun, mengatasi kelemahan dan meningkatkan kompetensi solutif personal maupun kolektif.

Kemiskinan, keterbelakangan dan kebodohan inilah sejatinya musuh utama rakyat Bojonegoro. Baginya kemajuan bukan pada apa yang terlihat secara fisik, tapi kompetensi lunak budaya berkemajuan, pikiran solutif, sinergitas dan ketrampilan vocasional. Jalan atau gedung dan hal hal yang fisik hanyalah buah dari soft competency tersebut.

Politisi dan pendidik seperti saya sangat merasakan pesannya dari semua tulisannya di Radar, blog pribadi atau bukunya. Bagi saya Mas Anas itu pahlawan pembangunan Bojonegoro.

Terakhir bertemu di Bakung saat Ngaji Urip sebulan setengah yang lalu. Saya memberinya Buku Homo Deus, buku kedua Yuval Noah Harari, ahli sejarah kehidupan. Saya sengaja beli double buku tersebut agar saya bisa berdiskusi mendapatkan berbagai ide baru.

Menurut Noah, sejak lama umat manusia melawan kelaparan, wabah sakit dan konflik. Usaha ini cukup berhasil, kini manusia (homo sapiens) sedang mengerjakan proyek sejarah, wujudkan hidup lebih bahagia, melawan kematian (memperpanjang usia hingga rata rata 150 tahun) dan menjadi homo deus atau menjadi dewa kebajikan bagi sekitarnya.

Beberapa hari terakhir saya meneleponnya, tapi tidak sambung. Saya sudah membayangkan pertemuan indah produktif dengan Mas Anas. Bagaimana kita berdua saling setuju atau melawan tesis Noah Harari. Saya ingin mendapatkan sudut pandangnya bukan hanya untuk Bojonegoro tapi juga untuk Indonesia dan umat manusia. Kami ingin terus menjadi bagian dari sejarah pembangunan Bojonegoro dan Indonesia dengan cara kami masing masing.

Saya harus menelan kembali semua keinginan itu saat subuh tadi mendengar berita kepergiannya. Allahumma yarhamhu wa'fuanhu. Semangatmu akan terus menyala dan menjadi lentera buat kita semua. Aku yakin engkau khusnul khotimah. Semoga keluarga dan kami ridho melepasmu.

Gresik, 28 Oktober 2018.

Kang Yoto

Berita Terkait

Videotorial

Festival Banyu Urip 2018, Destinasi Wisata Hiburan di Bojonegoro

Festival Banyu Urip 2018, Destinasi Wisata Hiburan di Bojonegoro

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Ribuan warga memadati jalan-jalan, warung-warung dan lapangan sepakbola Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro saat digelar perhelatan ...

Teras

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Gantung Diri, Tanggung Jawab Siapa?

Kejadian bunuh diri atau gantung diri di wilayah Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2018, menunjukkan angka yang relatif cukup tinggi. Lantas ...

Opini

Problem Base Solution: Mengubah Masalah Rakyat Sebagai Masalah Pemerintah

Problem Base Solution: Mengubah Masalah Rakyat Sebagai Masalah Pemerintah

Jumlah lembaga, aparatur dan anggaran masing lembaga boleh dibilang cukup untuk menjalankan misi pemerintahan efektif. Sudah umum didengar keluhan adanya ...

Quote

Mempersiapkan

Mempersiapkan

Dalam menapaki perjalanan hidup dan banyaknya aktivitas, alangkah baik bila diawali dengan kemampuan, pemahamam lebih dan mempersiapkan diri dengan matang, ...

Sosok

Sari Koeswoyo, Antara Seorang Ibu dan Pelaku Seni

Sosok

Sari Koeswoyo, Antara Seorang Ibu dan Pelaku Seni

Oleh Muliyanto Tanggal 22 Desember, diperingati sebagai Hari Ibu. Hari di mana perempuan-perempuan Indonesia menyelenggarakan Kongres Perempuan Pertama pada 22 ...

Eksis

Sepasang Kakak-Adik di Blora Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik

Sepasang Kakak-Adik di Blora Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik

Oleh Priyo Spd Blora- Sering terjadinya listrik padam di wilayah Blora, membuat sepasang kakak-adik, warga Kelurahan Jetis Kecamatan Blora, menciptakan ...

Religi

Hukum Nikah Sirri

Hukum Nikah Sirri

*Oleh Drs H Sholikin Jamik SH MHes. Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, ...

Infotorial

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Ibu Inspiratif, Mengubah “Limbah” Menjadi Berkah

Oleh Imam Nurcahyo Ngaisah namanya. Perempuan kelahiran 44 tahun lalu ini ibu rumah tangga biasa, layaknya perempuan desa di sekitarnya. ...

Berita Foto

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias, Bengawan Solo Bojonegoro

Festival Perahu Hias merupakan rangkaian dari Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar Minggu, 30 Desember 2018. Festival Bengawan Bojonegoro 2018, digelar ...

Feature

Miniatur Motor Berbahan Limbah Bambu

Miniatur Motor Berbahan Limbah Bambu

Oleh Priyo SPd Blora - Banyaknya pohon bambu yang tumbuh di wilayah Desa Sumurboto Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, membuat warga ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Waduk Selo Parang di Blora Pikat Pengunjung Wisata

Waduk Selo Parang di Blora Pikat Pengunjung Wisata

Blora- Masyarakat Desa Tempel Lemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah memanfaatkan kawasan waduk Selo Parang menjadi tempat wisata baru ...

Hiburan

Barista Asal Mojokerto Juarai Latte Art Battle di Bojonegoro

Barista Asal Mojokerto Juarai Latte Art Battle di Bojonegoro

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Dalam partai final Latte Art Battle di KDS Toserba Bojonegoro yang digelar pada Sabtu (01/12/2018) ...

Statistik

Hari ini

3.681 kunjungan

6.007 halaman dibuka

179 pengunjung online

Bulan ini

76.813 kunjungan

132.655 halaman dibuka

Tahun ini

76.813 kunjungan

132.655 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 745.953

Indonesia: 11.435

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015