News Ticker
  • Pemkab Bojonegoro Mulai Verifikasi dan Validasi DTSEN Serentak di Seluruh Desa
  • Polisi Ringkus Pria Asal Bojonegoro Curi 16 Kilogram Cabe di Blora
  • Satpol PP Bojonegoro Gelar Patroli di Traffic Light Jambean, Amankan Pengamen dan Lakukan Pembinaan
  • Harapan Menetas dari Program Gayatri di Desa Mori, Bojonegoro
  • Review Film 5 Centimeters per Second Versi Live-Action yang Sukses Memperkaya Kisah Klasik Makoto Shinkai
  • Bojonegoro Raih Prestasi WBK di Empat Perangkat Daerah Tahun 2025
  • Pemkab Bojonegoro Gerak Cepat Percepat Rehabilitasi Gedung SDN Alasgung 1 Sugihwaras
  • Mayoritas Orang Indonesia Ingin Tetap Bekerja Meski Sudah Pensiun, Survei Sun Life Ungkap Alasan di Baliknya
  • Stevia, Pemanis Alami Tanpa Kalori yang Ramah bagi Penderita Diabetes dan Diet
  • 45 Mahasiswa Bojonegoro Ikuti Pelatihan Jurnalistik Dasar IJTI di Unugiri, Tekankan Etika dan Literasi Digital
  • 12 Februari dalam Sejarah
  • Usai Panen Jagung, Seorang Petani di Bubulan, Bojonegoro Ditemukan Meninggal Tenggelam
  • Film 'Sinners' Pecahkan Rekor Sejarah: Raih 16 Nominasi Oscar, Terbanyak Sepanjang Masa
  • Gubernur Khofifah Gelar Tasyakuran HPN 2026 di Grahadi, Apresiasi Dedikasi Insan Pers Jatim
  • Disnakkan Bojonegoro Gerak Cepat Tangani Kasus PMK di Desa Kawengan, Kedewan
  • Tips Praktis Menggoreng Cabe Agar Tidak Mbeledos/Meledak, Aman dan Nyaman di Dapur!
  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Rp 7.000 jadi Rp 2.947.000 per Gram
  • 11 Februari dalam Sejarah
  • Kecelakaan di Temayang, Bojonegoro, Seorang Pengendara Sepeda Listrik Meninggal
  • Satgas TPID Bojonegoro Sidak Pasar Kota, Pantau Lonjakan Harga Jelang Ramadan
  • Bupati Bojonegoro Keluarkan Surat Edaran Kerja Bakti Lingkungan Atasi Masalah Sampah
  • 1.800 Calon Haji Ikuti Bimbingan Praktik Manasik Haji di SIG Tuban
  • Bupati Blora Raih Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat
  • Kemenag Terus Upayakan Guru Madrasah Swasta Jadi PPPK dan Percepat Sertifikasi Guru
Ketika Embung dan Danau Tak Lagi Beda

Danau Dua Warna di Kepohkidul, Kedungadem

Ketika Embung dan Danau Tak Lagi Beda

Oleh Linda Estiyanti

Kedungadem – Bedug ashar telah lewat hingga satu jam, sementara langit masih sangat cerah. Warna biru terang yang menggoda sungguh membuat mata ini seperti tiada ingin berkedip barang sebentar. Sawah yang terbentang luas sejauh mata memandang tampak megah dengan kekayaannya. Tanaman bawang merah, padi, tembakau, terhampar dengan akar yang mantap di tanah kemerahan itu. Sungguh hasil pertanian yang teramat menjanjikan sebagai mata pencaharian penduduk. Sesekali saya tertegun menikmati pemandangan indah yang disuguhkan. Pemandangan yang tidak bisa ditemui di pusat kota.

Jumat (15/04) pukul 16.00 WIB, sore itu, matahari yang bersinar terang seharian mulai sayu. Bola bundar keemasan sedikit demi sedikit mulai turun dengan anggun mendekati kaki langit, kembali ke peraduan. Deretan pepohonan nan hijau berselimut bayangan sinar yang keemasan juga masih tampak sejuk dipandang. Saya masih menikmati sepanjang perjalanan menuruni daerah perbukitan itu. Sampai kemudian penasaran saya memuncak setiba di sebuah lokasi perairan yang terletak di tengah wilayah persawahan, di tepian jalan, saat hendak kembali ke pusat kota melalui jalur Kecamatan Sumberrejo.

Di jalan turut wilayah Desa Kepohkidul Kecamatan Kedungadem, saya menghentikan laju motor, kemudian berjalan mendekati sebuah embung yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Embung yang bertransformasi layaknya sebuah danau indah dan menyehatkan mata orang yang memandang itu sepertinya menjadi pilihan jujugan alternatif bagi masyarakat yang menginginkan suasana sejuk dan tenang untuk sekedar bersantai melepas penat.

Ketika itu, tampak sekumpulan pemuda, beberapa pasang muda-mudi, bahkan juga pasangan suami istri bersama buah hatinya yang masih balita, tengah duduk santai di sepanjang bibir embung yang berdinding cor. Ada juga petani yang tengah duduk di kejauhan bibir embung tengah melepas caping dari kepalanya kemudian melambai. Sesekali terdengar riuh tawa dan percakapan menggema di antara ketenangan air yang jernih di embung sedalam tiga meter itu. Momen demikian itu terus berlalu, seolah tiada peduli dengah kehadiran saya, yang dengan begitu nafsunya mengabadikan suasana damai mereka.

Pepohonan berdaun rindang yang kokoh merapat mengelilingi embung juga menjadi panorama tersendiri. Jernihnya air dalam embung itu memantulkan warna kehijauan mengantar imanjinasi saya pada sebuah danau di tengah bukit. Semilir sejuk angin yang menerpa kulit wajah juga menjadikan penat dan lelah segera hilang terbawa angin kesejukan. Berbeda dengan panorama di pinggiran embung tersebut, jauh di tengah embung, justru air berwarna biru cerah. Air tampak sempurna memantulkan cahaya langit kebiruan yang semburat dengan ceceran awan cirrus, yang tampak seperti kapas putih melayang-layang di atas langit. Dua warna air berbeda dalam sebuah danau yang cantik.

Dalam satu sudut, di sisi barat, dekat dengan embung, eh danau, itu akan ditemui tumpukan tong dan tandon air berjajar. Tumpukan benda terbuat dari plastik tersebut mampu menjadi kesan lengkap pemandangan sebuah desa yang memang menjadi langganan kekeringan setiap musimnya. Dan tidak perlu risau ketika sihir panorama indah tersebut luruh dan Anda ternyata sedang kehausan, sebab terlalu lama ternganga takjub. Di sisi barat dekat dengan tong dan tandon air di saping embung, eh danau, sebuah warung sederhana yang menyediakan minuman dan jajanan akan meluruhkan rasa hausmu.

Sebuah warung berdinding kayu dipadukan dengan beton berwarna putih tampak berdiri kokoh di sisi barat embung, eh danau. Warung sederhana tersebut tadinya menyediakan minuman dan kopi sekedar untuk mengobati dahaga para petani juga warga setelah mengambil air dari embung, eh danau. Namun belakangan, warung tersebut selalu ramai dengan muda-mudi yang menjaja sambil menikmati keindahan dana Desa Kepohkidul itu. Bahkan kini pemilik warung juga mulai menyediakan kursi dari bonggol pepohonan di dekat embung untuk sekedar menyandarkan tubuh yang lelah karena bekerja atau setelah beraktifitas sepanjang hari.

Untuk diketahui, embung yang juga baru dibangun pada kisaran tahun 2013 lalu itu, awalnya merupakan program kesekian dari pembangunan seribu embung oleh Pemkab Bojonegoro. Tujuan dan fungsinya tak lain adalah untuk menyediakan kebutuhan air bagi masyarakat sekitar. Baik kebutuhan air bersih maupun kebutuhan air untuk mengairi tanah persawahan. Karena tidak ditampik bahwa selama ini wilayah Kecamatan Kedungadem merupakan daerah rawan kekeringan saat kemarau. Embung ini terletak di tengah persawahan Desa Kepohkidul. Tidak terlalu jauh dari pusat Kecamatan Kedungadem, hanya bekisar satu kiloan ke arah barat. Namun, oleh masyarakat setempat ternyata juga dimanfaatkan lain, sebagai jujugan refreshing.

Pemandangan yang menurut saya sayang ketika dilewatkan itu sungguh mengobati kecapekan saya dalam perjalanan sekitar 30 kilometer menuju ke Bojonegoro dari pusat Kecamatan Kedungadem. Perjalanan yang ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam dengan motor tersebut sungguh berkesan. Keindahan alam yang masih perawan ini tentu akan menjadi alasan sendiri bagi saya untuk terus seminggu sekali berkunjung ke wilayah Bojonegoro paling tenggara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Jombang itu, disamping kekayaan pertanian bawang merah, padi dan tembakau tentunya. (lyn/moha)

 

Linda Estiyanti, reporter beritabojonegoro.com (BBC), pengajar muda di SD Islam Nabawi Kedungadem

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

Hiburan

Review Film 5 Centimeters per Second Versi Live-Action yang Sukses Memperkaya Kisah Klasik Makoto Shinkai

Review Film 5 Centimeters per Second Versi Live-Action yang Sukses Memperkaya Kisah Klasik Makoto Shinkai

Adaptasi live-action dari anime legendaris 5 Centimeters per Second (2007) karya Makoto Shinkai telah berhasil menarik perhatian pecinta film Jepang. ...

1770913315.9307 at start, 1770913316.2018 at end, 0.27110195159912 sec elapsed