Hidroponik : Banyak Kelebihannya, Namun Belum Populer
Minggu, 24 April 2016 10:00 WIBOleh Piping Dian Pemadi
Oleh Piping Dian Pemadi
Kota - Meski memiliki banyak kelebihan, bertanam dengan cara hidroponik belum begitu populer bagi sebagian masyarakat di Bojonegoro. Hal tersebut menjadi peluang tersendiri bagi Nunuk (25), penjual bibit tanaman hidroponik di alun-alun Bojonegoro.
Setiap akhir pekan saat Car Free Day (CFD) Nunuk bersama rekannya, Ilmun (24), sesama penjual, memasarkan bibit serta media tanam hidroponik di alun - alun Bojonegoro. Selain membawa bibit serta media tanam, Nunuk juga membawa contoh wadah tanaman hidroponik terbuat dari paralon yang telah dimodifikasi.
“Kalau media tanam hidroponik itu banyak, rockwool, arang sekam, hydroton dan lain sebagainya," ujar Nunuk saat ditemui beritabojonegoro.com (BBC), Minggu (24/04) pagi ini.
Rockwool sendiri yang lebih dikenal dengan mineral wool terbentuk dari pemanasan batuan basalt dengan suhu yang sangat tinggi sehingga batu tersebut meleleh berbentuk seperti busa serta memiliki serabut halus dan beratnya sangat ringan. sedangkan arang sekam adalah media tanam yang sudah populer di masyarakat.
“Untuk Rokwool ini berbentuk balok, kita jual Rp 10 ribu perpotong. Fungsinya untuk media tanam bisa juga digunakan untuk persemaian bibit," tuturnya.
Bibit yang dijual oleh Nunuk pun terdiri dari banyak varian, seperti sayuran sawi, kemangi, seledri bahkan sampai bibi tanaman yang berasal dari luar pulau Jawa. Menurutnya kebanyakan masyarakat yang menjadi langganan Nunuk adalah warga yang kurang memiliki lahan untuk berocok tanam. Dengan hidroponik, masyarakat mampu menyiasati dengan cara tanam yang disebut vertikultura, yaitu bertanam dengan cara vertikal menggunakan wadah berupa paralon yang telah dimodifikasi.
“Untuk alat ini kami jual Rp 300 ribu per buah, bagi yang ingin pesan yang lebih besar juga bisa kita buatkan," imbuhnya.
Lebih lanjut Nunuk menjelaskan kelebihan bertanam hidroponik dibanding dengan bertanam konvensional adalah penggunaan lahan lebih efisien. Tanaman berproduksi tanpa menggunakan tanah. Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih, Penggunaan pupuk dan air lebih efisien, dan pengendalian hama dan penyakit lebih mudah.
“Kalau Hidroponik kurang lebih 20 hari sayuran sudah bisa dipanen. Dibanding tanaman konvensional tentunya lebih cepat," pungkasnya.
Selain berjualan di alun – alun, Nunuk juga mempersilakan bagi masyarakat yang ingin datang ke rumahnya yandi kelurahan klangon Jl Sersan Mulyono 113 untuk langsung melihat hasil tanaman miliknya.(pin/moha)





























.md.jpg)






