Riset Ungkap Durasi Tidur yang Optimal untuk Memangkas Kalori
Senin, 19 Januari 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Dalam upaya menurunkan berat badan, perhatian masyarakat biasanya tertuju sepenuhnya pada intensitas olahraga dan pembatasan asupan makanan. Namun, sebuah temuan riset ilmiah terbaru memberikan perspektif berbeda yang cukup krusial: durasi tidur malam ternyata memegang peranan vital dalam menentukan keberhasilan program diet seseorang.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine mengungkapkan bahwa durasi istirahat yang cukup memiliki korelasi langsung dengan penurunan asupan kalori secara otomatis. Studi ini mengamati individu yang terbiasa tidur kurang dari 6,5 jam setiap malam. Setelah mereka diminta memperpanjang waktu istirahatnya, ditemukan hasil yang signifikan terhadap metabolisme tubuh mereka.
Dalam eksperimen tersebut, partisipan yang berhasil menambah waktu tidur mereka hingga mencapai kisaran 8,5 jam per malam secara konsisten mampu mengurangi asupan energi hingga 270 kalori per hari. Hal yang menarik adalah pengurangan kalori ini terjadi secara alami tanpa para partisipan harus mengikuti instruksi diet ketat atau mengubah jenis makanan yang mereka konsumsi sebelumnya.
Secara medis, fenomena ini dijelaskan melalui mekanisme kerja hormon pengatur rasa lapar dalam tubuh manusia. Kurang tidur terbukti secara ilmiah meningkatkan kadar ghrelin, yakni hormon yang memicu rasa lapar, sekaligus menekan kadar leptin yang berfungsi memberikan sinyal kenyang ke otak. Kondisi hormon yang tidak seimbang inilah yang sering membuat seseorang merasa ingin terus mengonsumsi makanan manis atau camilan berlebih saat merasa lelah karena kurang istirahat.
Lantas, berapa lama durasi yang paling tepat untuk mendukung penurunan berat badan? Para peneliti menyarankan waktu tidur ideal adalah antara 7 hingga 9 jam setiap malam. Dalam rentang waktu tersebut, tubuh memiliki kesempatan yang cukup untuk meregulasi metabolisme lemak dan menjaga sensitivitas insulin. Sebaliknya, kurang tidur secara kronis justru dapat menyebabkan tubuh lebih mudah menyimpan lemak dan menghambat proses pembakaran energi.
Bagi mereka yang ingin memaksimalkan manfaat tidur untuk kesehatan, para ahli menyarankan beberapa langkah perbaikan kualitas tidur. Langkah-langkah tersebut mencakup menjaga konsistensi jadwal tidur, membatasi penggunaan gawai sebelum memejamkan mata, hingga menciptakan suasana kamar yang tenang dan sejuk.
Melalui temuan ini, masyarakat diingatkan bahwa gaya hidup sehat bukan hanya soal apa yang dimakan dan seberapa banyak tubuh bergerak, melainkan juga seberapa berkualitas waktu yang diberikan untuk pemulihan tubuh. Dengan memperbaiki pola tidur, upaya mengecilkan lingkar pinggang dapat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.(red/toh)












.sm.jpg)

















.md.jpg)






