Tersengat Listrik, Seorang Warga Baureno Meninggal Dunia
Minggu, 24 April 2016 11:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Baureno - Seorang warga yang tercatat sebagai penduduk Desa Tlogoangung Kecamatan Baureno, kemarin, Sabtu (23/04), sekitar pukul 18.00 Wib, dilaporkan telah meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik tegangan tinggi.
Adalah Anang Rohim (29), yang kesehariannya tinggal di ruko kontrakan yang difungsikan sebagai tempat usaha jual-beli motor (showroom motor), yang terletak di Dusun Bayeman Rt 07 Rw 04 Desa Gajah Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, pada hari Sabtu (23/04), bersama ayahnya Kastun, yang tinggal serumah dengan korban, sedang menunggui showroom miliknya.
Sekira pukul 15.00 WIB, korban berniat memperbaiki antena TV sendirian. Selanjutnya ketika korban hendak mendirikan pipa antena tersebut, ujungnya menyentuh kabel listrik tegangan tinggi tanpa pembungkus milik PLN. Sontak, korban jatuh terlentang ke tanah tak sadarkan diri.
Mengetahui peristiwa tersebut, Kastun, ayah korban segera meminta bantuan tetangganya, M Gholip dan Ketut untuk menolong korban dan segera melarikannya ke rumah sakit Babat. Namun sayang, ketika sampai di rumah sakit, nyawa korban tidak terselamatkan.
"Anak saya telah meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit,” jelas Kastun.
Sementara, menurut Kapolsek Baureno, AKP Mashadi SH, keluarga korban baru melaporkan peristiwa tersebut pada kepolisian, setelah korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
"Sekitar pukul 18.00 Wib kejadian tersebut baru dilaporkan ke Poksek Baureno,” terang AKP Mashadi SH.
Setelah menerima laporan tersebut, Kapolsek bersama empat anggotanya dan bersama-sama tim medis dari Puskesmas Gunungsari, datang ke tempat kejadian perkara, untuk melakukan identifikasi dan olah TKP.
Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan barang bukti yang terdapat di TKP serta dari hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Gunungsari, korban dinyatakan meninggal akibat tersengat listrik.
"Dari hasil pemeriksaan tim medis, diketahui telapak tangan korban membiru, diduga bekas kesetrum serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan," lanjut AKP Mashadi SH.
Dalam peristiwa ini keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi. Selanjutnya dengan dibuatkan surat pernyataan, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan. Dan oleh keluarga korban, jenazah langsung dimakamkan pada Sabtu (23/04) malam sekitar pukul 20.00 Wib. (her/moha)































.md.jpg)






