Kasus Kekerasan Terhadap Anak
Bocah Dititipkan Kerabat, Diduga Dianiaya Hingga Tewas
Selasa, 10 Mei 2016 09:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Tuban - Koalisi Perempuan Rongolawe (KPR) sedang mendampingi keluarga anak diduga korban kekerasan bernama Bela (6) asal Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Bocah tersebut diduga mengalami kekerasan saat dititipkan orang tuanya di kerabatnya di Desa Ploso Lor, Kecamatan Ploso Klaten, Kabupaten Kediri.
“Sempat divisum luar di RS NU (Rumah Sakit Nahdlatul Ulama ) Tuban, ada memar-memar, tapi setelah diotopsi di RS Dr Soetomo Surabaya, ada tulang tengkorak retak,” papar Nunuk Fauziyah, Direktur KPR.
Menurut aktivis perempuan ini, sebelum peristiwa kematian Bela terjadi, kedua orang tuanya bekerja di Malaysia. Bela dititipkan di kerabatnya yang ada di Kediri. Setiap bulan, kerabatnya itu diberi upah Rp 2,5 juta untuk mendidik dan merawat Bela.
Selama beberapa tahun bersama kerabatnya, pertumbuhan Bela kurang wajar. Lalu kedua orang tua Bela mendapat kabar anaknya sakit parah. Kedua orang tuanya pulang dan membawa Bela ke RS NU.
“Di sana anak ini divisum luar, karena tidak menyediakan visum dalam. Dia muntah darah lalu meninggal,” katanya.
Melihat kondisi anaknya sakit tidak wajar, kedua orang tua Bela penasaran. Bela kemudian dibawa ke RS Dr Soetomo untuk diotopsi. Hasilnya mengejutkan, tulang tengkorak Bela ada yang retak.
Sebelum dibawa ke RS NU Tuban, kerabat yang di Kediri melaporkan peristiwa itu kepada Polres Kediri, namun diabaikan. Setelah tidak ada tindak lanjut dari Polres Kediri, orang tua Bela melaporkan ke Polres Tuban, pengabaian juga terjadi.
“Ini kan ironis. Kita tahu, sebulan ini Indonesia diterpa kejahatan terhadap anak-anak, tapi laporan ini diabaikan,” tegasnya.
Tim Pendamping dari KPR bersama orang tua Bela kemudian mendatangi Polres Tuban mendesak agar laporan kasus itu dilimpahkan ke Polres Kediri. Sekitar pukul 10.00, tim pendamping, orang tua, dan anggota Polres menuju ke Mapolres Kediri.
“Kami datang ke Mapolres menanyakan sejauh mana proses hukum dilakukan,” katanya. (har/kik)
Ilustrasi www.archive.kaskus.co.id































.md.jpg)






